Menjelang akhir tahun 2016, gempa cukup besar melanda kawasan Pidie,Aceh. Peristiwa ini mengingatkan banyak orang pada musibah gempa dan tsunami tahun 2004. Wajar jika warga Aceh traumatis.
Adik-adik tahu, apakah gempa bumi? Gempa bumi adalah guncangan di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam bumi secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik. Biasanya, akibat pergerakan kerak (lempeng) bumi.
Kekuatan gempa diukur dengan menggunakan alat Seismometer dengan skala Mercalli, intensitas Momen Magnitudo (MMI) dan Skala Rickter (SR). Paling umum digunakan, SR adalah logaritma (basis 10) dari amplitudo maksimum dalam satuan mikrometer, dari rekaman gempa Seismometer (Wood-Anderson) pada jarak 100 km dari pusat gempanya. Contoh, rekaman seismometer yang terpasang sejauh 100 km dari pusat gempanya menunjuk amplitudo maksimum 1 mm, maka kekuatan gempa tersebut log 103 = 3,0 SR.
| Skala Richter | Efek gempa |
| < 2.0 | Gempa kecil , tidak terasa |
| 2.0-2.9 | Tidak terasa, namun terekam oleh alat |
| 3.0-3.9 | Seringkali terasa, namun jarang menimbulkan kerusakan |
| 4.0-4.9 | Dapat diketahui dari bergetarnya perabot dalam ruangan, suara gaduh bergetar. Kerusakan tidak terlalu signifikan. |
| 5.0-5.9 | Dapat menyebabkan kerusakan besar pada bangunan pada area yang kecil. Umumya kerusakan kecil pada bangunan yang didesain dengan baik |
| 6.0-6.9 | Dapat merusak area hingga jarak sekitar 160 km |
| 7.0-7.9 | Dapat menyebabkan kerusakan serius dalam area lebih luas |
| 8.0-8.9 | Dapat menyebabkan kerusakan serius hingga dalam area ratusan mil |
| 9.0-9.9 | Menghancurkan area ribuan mil |
| 10.0-10.9 | Terasa dan dapat menghancurkan sebuah benua |
| 11.0-11.9 | Dapat terasa di separuh sisi bumi. Biasanya hanya terjadi akibat tumbukan meteorit raksasa. Biasanya disertai dengan gemuruh. Contohnya tumbukan meteorit di teluk Chesepeak. |
| 12.0-12.9 | Bisa terasa di seluruh dunia. Hanya terekam sekali, saat tumbukan meteorit di semenanjung Yucatan, 65 juta tahun yang lalu yang membentuk kawah Chicxulub |
| > 13.0 | Belum pernah terekam |
Jenis Gempa Bumi
Berdasarkan penyebabnya, gempa terdiri atas lima jenis: gempa tektonik, gempa tumbukan. Gempa runtuhan, gempa buatan, dan gempa vulkanik. Gempa tektonik disebabkan aktivitas tektonik, yaitu pergeseran lempeng-lempeng tektonik secara mendadak. Gempa ini banyak menimbulkan kerusakan.
Gempa tumbukan dan runtuhan jarang terjadi. Gempa tumbukan akibat tumbukan meteor/asteroid yang jatuh ke bumi. Sementara gempa runtuhan biasa terjadi pada daerah kapur ataupun daerah pertambangan. Gempa ini juga bersifat lokal.
Gempa buatan disebabkan oleh aktivitas dari manusia, seperti peledakan dinamit, nuklir atau palu yang dipukulkan ke permukaan bumi. Sedang, gempa vulkanik terjadi akibat adanya aktivitas magma sebelum gunung api meletus. Gempa ini terasa di sekitar gunung api tersebut.
Berdasarkan kedalamannya, gempa bumi terbagi tiga. Pertama, gempa dalam dengan pusat gempa (hiposentrum) 300 km di bawah permukaan bumi. Gempa dalam umumnya tidak terlalu berbahaya.
Kedua, gempa menengah memiliki pusat gempa antara 60 – 300 km di bawah permukaan bumi. Jenis gempa ini umumnya menimbulkan kerusakan ringan dan getarannya lebih terasa.
Ketiga, gempa dangkal memiliki hiposentrum kurang dari 60 km dari permukaan bumi. Gempa ini biasanya menimbulkan kerusakan yang besar.
Sementara itu, berdasarkan sifat gelombang/getaran, gempa terbagi atas dua kelompok. Yaitu gempa gelombang primer dan gempa gelombang skunder. Gempa gelombang primer merupakan gempa gelombang longitudinal, dimana getaran merambat di tubuh bumi dengan kecepatan antara 7–14 km/detik.
Sedang gempa gelombang sekunder merupakan gempa gelombang transversal, dimana getaran merambat dengan kecepatan udah berkurang, sekitar 4–7 km/detik. Gelombang sekunder tidak dapat merambat melalui lapisan cair.
Dedi Junaedi





















