Surabaya, Gontornews — Rombongan Peserta Program Kaderisasi Ulama (PKU) Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor melanjutkan seminar pemikiran dan peradaban Islam di Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman al-Hakim (STAIL) Surabaya. Tepat pukul 06.00 WIB rombongan (PKU) Gontor berangkat menuju kampus (STAIL) Surabaya.
Acara seminar yang berlangsung di auditorium STAIL ini dimulai tepat pada pukul 08.15 WIB dengan suasana yang sangat hangat. Sambutan pertama disampaikan oleh Dr. Mashud M.S.I (Ketua STAIL Luqman al-Hakim) dan sambutan kedua disampaikan salah satu dosen pembimbing PKU, ustadz Yoke Suryadarma, M. Pd.I (Kepala Biro Kerjasama UNIDA Gontor dan Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Arab UNIDA Gontor).
Sesi seminar disampaikan oleh tiga pemateri pilihan, perwakilan dari PKU UNIDA Gontor YANG dimoderatori oleh saudara Ahmad Tauhid Mafaza. Pemateri pertama, Irfan Wahyu Syifa membawakan materi tentang pembelajaran dengan sistem online yang biasa disebut dengan MOOCs, dengan judul “Mendudukan Kembali Metode Pengajaran Islam di Era Disrupsi (Studi kasus MOOCs sebagai Metode Pengajaran Utama)”.
Dalam pemaparannya ia menjelaskan bahwa metode pembelajaran MOOCs ini tidak dapat dijadikan sebagai metode utama. “Model pengajaran MOOCs yang dilahirkan dari paham Barat belum mampu sepenuhnya dijadikan sebagai metode primer dalam pengajaran.” Ujar Irfan diakhir presentasinya.
Adapun pemateri kedua, Ramadani Sanjaya membawakan tema tentang ekonomi digital. Ia menulis makalahnya dengan judul “Ekonomi Islam dan Digitalisasi Ekonomi”. Dalam penjelasannya, ia menerangkan bahwa agar ekonomi digital ini menjadi sarana dalam mengembangkan ekonomi umat, maka harus memberdayakannya berlandaskan ekonomi Islam. Sehingga, ekonomi digital ini menjadi hal yang memberikan kemaslahatan bagi umat.
Terakhir pemateri ketiga, Martin Putra Perdana membawakan materi tentang islamisasi ilmu dengan judul “Islamisasi sebagai paradigma keilmuan”. Ia menjelaskan bahwa perkembangan keilmuan tidak pernah lepas dari kontribusi komunitas keilmuan yang mengembangkan suatu bentuk pendekatan ilmu dengan acuan pemikiran dan komitmen yang sama, sehingga melahirkan paradigma keilmuan.
“Karena paradigma adalah komitmen intelektual para ilmuwan, maka worldvriew tiap-tiap ilmuwan yang menjadi asas paradigma itu mempengaruhi, apakah suatu paradigma akan bertahan atau terganti. Oleh karena itu hadirnya paradigma yang berbasis islamisasi sangatlah memungkinkan,” ujarnya di ujung presentasi.
Alhamdulillah acara seminar kali ini berlansung sangat meriah, terlihat dari para audiens yang sangat antusias memberikan berbagai macam pertanyaan kepada pemateri. Sayangnya, waktu yang tidak terlalu panjang membatasi moderator untuk menampung semua pertanyaan yang ingin diutarakan peserta. Walau demikian hal ini menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi peserta PKU UNIDA Gontor melihat antusias yang sangat luar bisa dari para peserta.
Pada akhirnya, acara ini diberikan epilog oleh salah satu mentor PKU UNIDA Gontor ustadz Ahmad Rizki. Kemudian ditutup dengan foto bersama para dosen STAIL, pemateri, beberapa peserta PKU yang ikut mendampingi dan beberapa audiens di Auditorium. [Muhammad Nurhadi]






















