Depok, Gontornews – Sabtu (18/5/2024) pagi Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok menggelar seminar bertema “Naik Kelas dengan Emas”. Acara yang berlangsung pada pukul 09.00 – 12.00 WIB ini menghadirkan dua pembicara utama: Ustadz Ahmad Ghozali, S.Pd.I, pimpinan Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago, dan Abuss Alhalimi, direktur Dinar Khoiruroziqin. Mereka berbagi wawasan tentang pentingnya investasi emas sebagai langkah strategis untuk masa depan finansial yang lebih stabil.
Ustadz Abuss Alhalimi menekankan pentingnya menyisihkan penghasilan untuk investasi, bukan hanya menyisakan apa yang tersisa dari penghasilan. “Biasanya, tidak ada sisa dari penghasilan kita jika tidak disisihkan di awal,” ujar Ustadz Abuss.
Ia menekankan perbedaan antara keinginan dan kebutuhan, mendorong audiens untuk fokus pada aset produktif yang dapat menghasilkan keuntungan, seperti properti yang disewakan dan logam mulia seperti emas.
Ia menambahkan perspektif praktis tentang aset dan beban. “Miliki aset, bukan beban. Aset adalah barang yang bisa menghasilkan keuntungan, sedangkan beban, seperti rumah yang ditinggali, malah menambah biaya perawatan,” jelasnya.
Ia menggarisbawahi pentingnya menjadi orang kaya yang fokus pada aset produktif dan membangun kekayaan melalui investasi cerdas.
Salah satu poin utama dalam kajian ini yaitu keunggulan emas sebagai instrumen investasi. Ustadz Abuss Alhalimi menguraikan bahwa emas tidak terpengaruh oleh inflasi, tidak memiliki masa kadaluwarsa, tidak bisa dipalsukan, dan dapat memberikan keuntungan lebih baik jika disimpan atau diperdagangkan. “Harga hewan qurban dari zaman Rasulullah hingga sekarang masih setara dengan 1 dinar, bukti bahwa inflasi emas 0%,” katanya menjelaskan stabilitas nilai emas sepanjang sejarah.
Dengan motto “We are teachers, but we are tajir (Kami para guru, tapi kami juga kaya)”, Ustadz Abuss mengajak para peserta untuk melihat emas sebagai tabungan masa depan. “Apa pun impiannya, dinar tabungannya. Emaskan impianmu,” tuturnya dengan penuh semangat.
Sedangkan Ustadz Ahmad Ghozali, S.Pd.I mempresentasikan simulasi penghitungan investasi emas dan dinar yang menunjukkan betapa menguntungkannya investasi ini dibandingkan dengan aset lain. Sebagai contoh, ia membandingkan harga Fortuner tahun 2010 dengan tahun 2020 dan menunjukkan bagaimana nilai emas mengalami peningkatan yang signifikan.
Pada tahun 2010 harga Fortuner Rp397 juta dan harga emas Rp387 ribu per gram. Dengan demikian, Rp397 juta setara dengan 1.026 gram emas atau 241 dinar. Sementara pada tahun 2020, harga Fortuner naik menjadi Rp554 juta tetapi harga emas juga naik menjadi Rp1,008 juta per gram. Dengan harga tersebut, Rp554 juta hanya setara dengan 550 gram emas atau 130 dinar. Simulasi ini memperlihatkan bahwa nilai emas tetap lebih stabil dan menguntungkan sebagai investasi jangka panjang.
Melalui kegiatan ini, para asatidz Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago diharapkan dapat memahami pentingnya investasi emas dan bagaimana strategi ini dapat membantu mereka mencapai stabilitas dan kemakmuran finansial. Acara ini diakhiri dengan sesi tanya jawab. Para peserta antusias bertanya tentang cara praktis memulai investasi emas dan dinar.
Seminar “Naik Kelas dengan Emas” ini merupakan salah satu upaya Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago memberikan edukasi finansial yang bermanfaat bagi para guru dan juga keluarga besar Primago, membantu mereka untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan dan merencanakan masa depan yang lebih baik. []



















