pesanan-baju-kaos
29 °c
Pecenongan
Sun
Mon
Saturday, 31 October, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Muamalah Ekonomi

Semoga Bank Muamalat Sesuai Harapan Umat

Oleh M Khairul Muttaqien

Dedi Junaedi by Dedi Junaedi
9 years ago
in Ekonomi
0
Semoga Bank Muamalat Sesuai Harapan Umat

Yang tidak mau belajar dari sejarah akan terkutuk dengan mengulangi kesalahan yang sama. Salah satu alasan ini terjadi karena kita secara kolektif tidak sadar siapa kita, di mana kita, mau ke mana kita dan bagaimana ke sana sesuai jati diri industri dan institusi. Kita adalah umat Islam yang secara tidak langsung semestinya punya sense of belonging terhadap BMI.

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (BMI) sempat menjadi perhatian nasional belakangan ini. Di mana sebelumnya menggelinding sebuah kabar bahwa saham mayoritas BMI dibeli Lippo Group lewat Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI). Namun, setelah dikonfirmasi, kepada Majalah Gontor Pengamat Industri Keuangan Syariah Adiwarman Karim menegaskan bahwa berita Bank Muamalat dibeli asing aseng non Muslim adalah hoax.

“Insya Allah pemulihan Bank Muamalat akan berlangsung cepat kembali pada khittahnya. Kembalinya MUI sebagai pemegang saham, kembalinya semangat menjadi pionir ekonomi Islam dan kembalinya BMI sebagai bank sehat terbesar kebanggaan ummat Islam,” jelasnya di Jakarta (7/10/2017). Hal senada juga diungkapkan Ketua Dewan Pengawas Syariah Bank Muamalat Indonesia KH Ma’ruf Amin yang menegaskan bahwa Minna Padi tidak ada hubungannya dengan Lippo Group.

Akan tetapi Minna Padi adalah milik pengusaha muda asal Palembang Setiawan Ichlas. Rois Am PBNU itu pun meminta agar umat cerdas dan tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang melemahkan. Di samping itu Ketua Umum MUI itu mengingatkan agar masyarakat khususnya umat Islam turut menjaga agar bank yang didirikan pada 1 November 1991 atau 24 Rabi’us Tsani 1412 H ini tetap kokoh sebagai bank syariah.

BACA JUGA

LPNU Jakarta Pusat Adakan Diskusi NGOPI Bahas Penguatan Ekonomi Umat

Pembukaan ISEF 2026, Bank Indonesia Luncurkan Tiga Program Peningkatan Ekonomi Syariah

Darussalam Global Charity Resmi Berstatus LAZ Nasional

BI-Kemenag-UNIDA Gontor Gelar Sekolah Wakaf

KUII Ke-8: BAZNAS Komitmen Perkuat Peran Zakat untuk Pemberdayaan Mustahik

“Bank Muamalat sebagai bank syariah pertama harus kita kawal. Proses sudah tepat, saham yang tadinya terbesar dari luar negeri akan berubah saham dalam negeri, ini yang diharapkan semua pihak dan menjadi kebanggaan Indonesia,” katanya dalam situs resmi MUI. Sebelumnya diberitakan bahwa PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. (Bank Muamalat) secara resmi mulai melakukan proses penambahan modal baru, dengan menandatangani  perjanjian bersyarat dengan PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk., Senin (25/9).

Berdasarkan keterbukaan informasi yang sudah disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Muamalat menerbitkan sebanyak-banyaknya 80 miliar lembar saham baru melalui penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue, sesuai dengan Peraturan Otoritias Jasa Keuangan (POJK) No. 32/POJK.4/2015. Minna Padi, baik sendiri maupun bersama-sama dengan investor lain, akan bertindak sebagai pembeli siaga (standby buyer).



Sebanyak 80 miliar saham baru yang akan diterbitkan tersebut merepresentasikan porsi kepemilikan saham minimal 51% dengan total modal baru yang akan masuk mencapai Rp 4,5 triliun.  PADI siap mengucurkan dana Rp. 4,5T. Itu artinya mereka bakal menguasai 51% saham bank syariah pertama di Indonesia ini.

Melalui keterangan resminya (10/10/2017), Purnomo B. Soetadi Direktur Bisnis Ritel sekaligus Plt. Direktur Utama Bank Muamalat menjelaskan masuknya investor baru diharapkan dapat mendorong kinerja, meningkatkan size bisnis dan pengembangan usaha Bank Muamalat.

“Rencana rights issue ini telah kami peroleh persetujuannya dari para pemegang saham, sebagai salah satu hasil dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu (20/9/2017), ”jelasnya. Lanjut ia menjelaskan bahwa aksi korporasi yang dilakukannya melalui HMETD dengan memberikan kesempatan kepada pemegang saham yang ada saat ini, untuk menggunakan haknya membeli saham Perseroan.

“Dengan hadirnya Minna Padi sebagai pembeli siaga, diharapkan dapat mengembangkan size bisnis dan kinerja Bank Muamalat baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, ”harapnya. Meskipun demikian masuknya PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk sebagai investor utama membuat banyak pihak cemas ada yang masih bingung ada juga yang gembira. Direktur Utama Bank Muamalat periode 1999-2009 A Riawan Amin menjelaskan secara mendasar kita senang bahwa Islam menjadi nilai yang dipakai siapapun.

“Tapi kita juga harus hati-hati jangan sampai yang masuk malah membelokkan nilai-nilai Islamnya. Semua orang bertanya, apa yang terjadi? Kalau saya kenapa terjadi? Supaya ke depannya kita tidak mengulangi problem-problem yang sama. Karena saya memulai kepemimpinan saya tahun 99, dalam kondisi sekarat, Sekarat pertama, tapi sekarat pertama itu penjelasannya mudah. Krisis moneter, ”katanya seperti dilansir hidayatullah.com.

 

“Nah, kalau sudah naik, tiba-tiba sekarat lagi, harus ada penjelasan. Kenapa sekarat jilid kedua. Kalau enggak kita pelajari kenapa, ya nanti ada menyusul sekarat nomor tiga. Dengan pertolongan Allah, Bank Muamalat selamat, cuma risikonya berdampak kurang berkembang. Tapi dia tidak akan bangkrut, insya Allah. Paling sedikit kalau kita tidak beli sahamnya nanti, setidak-tidaknya jangan mencabut depositonya-lah, karena nanti runtuhnya karena likuiditas, karena deposito ilang. Bukan karena masalah-masalah lain,”paparnya.

Menanggapi apa yang terjadi dengan Bank Muamalat tersebut, Dosen Ekonomi Syariah UIN Jakarta Dr Roikhan Mochamad Aziz mengingatkan, suatu industri kurang maju dimungkinkan karena pelaku lupa siapa dirinya. “Saya termasuk yang tidak bertanya apa yang terjadi. Tetapi kenapa terjadi. Sehingga sebagai yang di luar, saya kurang faham. Soal siapa yang beli,”jelasnya kepada Majalah Gontor.

Mengenai kenapa, kata Roikhan, ini penting untuk ditanyakan. Karena, yang tidak mau belajar dari sejarah akan terkutuk dengan mengulangi kesalahan yang sama. Salah satu alasan ini terjadi karena kita secara colective tidak sadar siapa kita, di mana kita, mau ke mana kita dan bagaimana ke sana sesuai jati diri industri dan institusi. “Kita adalah umat Islam yang secara colective secara tidak langsung semestinya punya sense of belonging terhadap BMI,”ungkapnya.

Lanjut Roikhan menjelaskan, apa tidak mungkin jika sama-sama uang, dana haji yang dimiliki umat Islam itu diberdayakan untuk pembelian saham 51 % ini. “Toh next setelah masuk ke BMI bisa saja dana yang masuk tersebut digunakan ke sektor pembiayaan infrastruktur hanya saja ini melalui BMI,”katanya.

Menurut Roikhan, ada dua keuntungan yang bisa didapat dari cara itu. Yaitu menyelamatkan BMI secara kesamaan ini adalah bank miliknya umat Islam dan dapat keuntungan dari perolehan pengembangan dana tersebut. “Maaf ini hanya pemikiran saya yang tidak terlalu paham seluk beluk pengelolaan dana dan ramainya BMI. Semoga saja BMI seperti harapan kita semua,”ungkapnya.

Roikhan juga setuju jika dana umat Islam diutamakan untuk umat Islam. Rasanya mumpung belum terlanjur apa masih mungkin jika dana umat ini masuk sebagai pembeli 51 % tersebut. Artinya, pembeli dari uang jelas sumbernya. Dengan catatan anggaplah ini kewenangan BMI yang punya hak penuh memilih siapa pembelinya setelah melakukan pertimbangan dan pemeriksaan kepatutan siapa yang memenuhi syarat membeli. Dalam hal ini performa pembeli (know your customer)

 

Tags: BMIEkonomiSyariah
Share39Tweet25Send
Previous Post

Seribu Gontor  Siap Bangun Masyarakat Madani 

Next Post

Nilai Kearifan Unida Gontor

Dedi Junaedi

Dedi Junaedi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

29 October 2026
Mengenang KH Jamhari Abdul Jalal, Kiai yang Mengajarkan Arti Pengabdian di Luar Pesantren

Mengenang KH Jamhari Abdul Jalal, Kiai yang Mengajarkan Arti Pengabdian di Luar Pesantren

29 October 2026
Perkuat Branding & Promosi Kampus, UNIDA Gontor Gandeng Primago Consulting Depok

Perkuat Branding & Promosi Kampus, UNIDA Gontor Gandeng Primago Consulting Depok

30 October 2026
UNIDA Gontor Selenggarakan Pelatihan Sinematografi

UNIDA Gontor Selenggarakan Pelatihan Sinematografi

29 October 2026
Peluncuran Rumah Qur’an Magnet Rezeki: Target Bebaskan Indonesia dari Buta Huruf Al-Qur’an

Peluncuran Rumah Qur’an Magnet Rezeki: Target Bebaskan Indonesia dari Buta Huruf Al-Qur’an

28 October 2026
Gontor Putri Kampus 7 Riau Sukses Gelar Ulangan Umum Semester Kedua

Gontor Putri Kampus 7 Riau Sukses Gelar Ulangan Umum Semester Kedua

0
PAS Baitul Qur’an Ponorogo Gelar Seminar Nasional Character Building

PAS Baitul Qur’an Ponorogo Gelar Seminar Nasional Character Building

0
UNIDA Gontor Ikuti Workshop Nasional Penguatan Body of Knowledge PAI

UNIDA Gontor Ikuti Workshop Nasional Penguatan Body of Knowledge PAI

0
Pascasarjana UNIDA Gontor Gelar Kuliah Pakar tentang Integrasi AI dalam Pembelajaran dan Pengajaran Beretika

Pascasarjana UNIDA Gontor Gelar Kuliah Pakar tentang Integrasi AI dalam Pembelajaran dan Pengajaran Beretika

0
Ketika Nasihat Tak Lagi Menyentuh Hati

Ketika Nasihat Tak Lagi Menyentuh Hati

0
Gontor Putri Kampus 7 Riau Sukses Gelar Ulangan Umum Semester Kedua

Gontor Putri Kampus 7 Riau Sukses Gelar Ulangan Umum Semester Kedua

31 October 2026
UNIDA Gontor Ikuti Workshop Nasional Penguatan Body of Knowledge PAI

UNIDA Gontor Ikuti Workshop Nasional Penguatan Body of Knowledge PAI

31 October 2026
Pascasarjana UNIDA Gontor Gelar Kuliah Pakar tentang Integrasi AI dalam Pembelajaran dan Pengajaran Beretika

Pascasarjana UNIDA Gontor Gelar Kuliah Pakar tentang Integrasi AI dalam Pembelajaran dan Pengajaran Beretika

31 October 2026
PAS Baitul Qur’an Ponorogo Gelar Seminar Nasional Character Building

PAS Baitul Qur’an Ponorogo Gelar Seminar Nasional Character Building

31 October 2026
Ketika Nasihat Tak Lagi Menyentuh Hati

Ketika Nasihat Tak Lagi Menyentuh Hati

30 October 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alhamdulillah, Pre-Order dibuka lagi, kini tersedia Crewneck Sweatshirt. Tersedia saat ini Warna :

1. Black
2. Navy
3. Maroon
4. Army
5. Light Pink

Silahkan di pesan melalui link :
https://tinyurl.com/pesan-baju/

atau bisa lihat link di profile

#majalahgontor
#gontornews
  • Bazar Buku. Silahkan japri untuk pemesanan via instagram hari ini.
  • Buku ini ditulis untuk kamu yang sedang atau pernah menjalani kehidupan di pesantren. Pesan sekarang atau kunjungi stan Majalah Gontor di ESPECTO BAZAR.
  • ESPECTOR BAZAR AL HASSAN BEKASI 24 - 25 OKTOBER 2026.  DAPATAKAN DISKON 15% BAGI PEMESAN BUKU INI VIA INSTAGRAM. 
BELUM TERMASUK ONGKIR. 
UNTUK PEMESANAN BISA JAPRI ADMIN.
  • Assalamu
  • Pre Order dibuka kembali hingga 25 Oktober 2026

Link pembelian bisa dilihat di bagian akhir gambar atau di profile.
atau bisa langsung ke link dibawah ini :
https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews
  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133

untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah

#majalahgontor 
#gontornews 
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.

#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025

Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan: 
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-

Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802

Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews 

#majalahgontor 
#majalahgontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result