Washington, Gontornews — Wacana mengenai resolusi Genosida Armenia kembali digagalkan Senat AS. Hal itu dilakukan untuk menjaga hubunga bilateral AS-Turki yang saat ini dalam tahap mengkhawatirkan.
Kamis (21/11), seorang anggota Senat AS dari Partai Republik, David Perdue, kembali memblokir sebuah resolusi yang mengakui “Genosida Armenia”. Blokir tersebut yang kedua kalinya dalam seminggu setelah seorang anggota dari partai Presiden Donald Trump menghentikan langkah tersebut.
Perdue mengatakan, pencegahan pengakuan resolusi tersebut telah dilakukan dengan persetujuan bulat oleh dua partai. “Alasannya bahwa pengesahannya dilakukan selama periode sensitif hanya akan merusak komitmen pemerintah untuk mengatasi tantangan nyata dalam hubungan bilateral kita dengan Turki,” jelasnya.
Langkah tersebut telah membuat seorang Senat dari Partai Demokrat Robert Menendez marah.
“Sungguh menakjubkan bagi saya bahwa negara adikuasa terbesar di muka bumi ini tidak bisa berbicara kebenaran sejarah,” kata Menendez.
Menendez mengaku bahwa dirinya telah mendesak pengakuan atas kekejaman tersebut selama lebih dari satu dekade, dan akan terus memaksa dengan lebih banyak suara untuk masalah tersebut.
“Aku tidak mau mengalah,” tegasnya.
Sebanyak 1,5 juta orang Armenia terbunuh dalam rentan waktu 1915 hingga 1917, ketika dalam masa Kekaisaran Ottoman. Klaim yang diajukan oleh 30 negara bahwa pembunuhan massal tersebut disebut dengan genosida.
Sementara itu, Turki dengan kuat menyangkal tuduhan yang disebut genosida dan mengatakan bahwa orang-orang Armenia dan Turki tewas sebagai akibat dari Perang Dunia I yang telah menewaskan ratusan ribu dari kedua belah pihak.
Turki juga mengecam resolusi yang dikeluarkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat AS itu dan memperingatkan jika hal itu berisiko merusak hubungan keduanya.
“Resolusi yang tampaknya telah dirancang dan dikeluarkan untuk konsumsi domestik tidak memiliki dasar historis atau hukum,” kata kementerian luar negeri Turki dalam sebuah pernyataan bulan lalu.[Devi Lusianawati]





















