10
Tonton Selengkapnya
Prof Syam
33 °c
Pecenongan
Wed
Thu
Tuesday, 21 July, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Tadabbur Tafsir

Shalat Kunci Diterimanya Amal-amal yang Lain

Oleh Prof Dr H Sofyan Sauri MPd, Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
23 January 2026
in Tafsir
0
Shalat Kunci Diterimanya Amal-amal yang Lain

Foto: Islampos

Landasan Teologis

قَدْ اَفْلَحَ الْمُؤْمِنُوْنَۙ ۝١

الَّذِيْنَ هُمْ فِيْ صَلَاتِهِمْ خٰشِعُوْنَ ۝٢

“Sungguh, beruntunglah orang-orang mukmin. (1) (Yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya. (2)” (QS. Al-Mu’minun: 1-2)

BACA JUGA

Menjaga Kesucian Hati dari Rasa Iri terhadap Nikmat Orang Lain

Tetap Jujur Meski Berhadapan dengan Kepentingan

Menjadi Pribadi yang Menenangkan, Bukan Meresahkan

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Ibadah dan Amal Terbaik  

Interpretasi Para Mufasir

Tafsir As-Sa’di menyebutkan, ayat pertama ini menunjukkan peringatan dari Allah dengan menyebut hamba-hamba-Nya yang beriman, menyebutkan keberuntungan dan kebahagiaan mereka, serta menjelaskan dengan apa mereka mencapai hal tersebut. Di dalamnya juga terkandung dorongan untuk meneladani sifat-sifat mereka dan anjuran untuk mencintainya. Maka hendaklah seorang hamba menimbang dirinya dan orang lain dengan ayat-ayat ini, sehingga ia mengetahui kadar iman yang ada pada dirinya. Yakni berbahagia, sukses dan berhasil mendapatkan apa yang diinginkan.

Makna firman Allah قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ , sungguh telah memperoleh kemenangan, kebahagiaan, dan keberhasilan, serta meraih segala yang diharapkan orang-orang beriman, yang beriman kepada Allah dan membenarkan para rasul.

Di ayat kedua Allah menyebut orang yang khusyu’ dalam shalat yaitu orang yang hadir hatinya di hadapan Allah Ta‘ala dengan menghadirkan kesadaran akan kedekatan-Nya. Karena itu hati menjadi tenang, jiwa merasa tenteram, gerakan pun menjadi khidmat, pandangan tidak banyak menoleh, serta bersikap sopan di hadapan Rabb-nya. Ia menghadirkan kesadaran terhadap segala yang diucapkan dan dilakukan dalam shalatnya, sejak awal hingga akhir shalat, sehingga hilanglah waswas dan pikiran-pikiran yang buruk.

Inilah ruh (inti) shalat dan tujuan utamanya, dan inilah yang benar-benar dicatat sebagai pahala bagi seorang hamba. Adapun shalat yang tidak disertai ke-khusyu’-an dan kehadiran hati, meskipun tetap sah dan diberi pahala, maka besarnya pahala itu sesuai dengan kadar pemahaman dan kehadiran hati di dalamnya.

Sementara itu dalam Tafsir Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an disebutkan, surat Al-Mu’minun ayat 1 ini merupakan peninggian dari Allah terhadap hamba-hamba-Nya yang Mukmin, menyebutkan keberuntungan dan kebahagiaan mereka, dan menyebutkan sesuatu yang dapat menyampaikan mereka kepada keberuntungan, sekaligus mendorong manusia agar memiliki sifat-sifat itu.

Oleh karena itu, hendaknya seorang hamba menimbang dirinya dengan ayat ini dan setelahnya, di mana dengannya mereka dapat mengetahui sejauhmana keimanan mereka, bertambah atau kurang, banyak atau sedikit.

Surat Al-Mu’minun ayat 2 menjelaskan tentang khusyu’ artinya hadirnya hati dan diamnya anggota badan. Khusyu’ merupakan ruhnya shalat, semakin besar ke-khusyu’-an seseorang, maka semakin besar pahalanya.

Sedangkan dalam Tafsir Ibnu Katsir disebutkan, diriwayatkan dari Yazid bin Babanus, dia berkata, “Kami bertanya kepada Aisyah, ‘Bagaimanakah akhlak Rasulullah Saw?’, dia menjawab: ‘Akhlak Rasulullah SAW yaitu Al-Qur’an’. Kemudian dia membaca firman-Nya: (Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman (1)) sampai dengan firman-Nya: (dan orang-orang yang memelihara shalatnya (9)) dia berkata, ‘Demikianlah akhlak Rasulullah SAW’.”

Ayat ini menjelaskan sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman yaitu sungguh mereka beruntung, berbahagia, serta mendapatkan keberhasilan. Mereka yang beriman dan mempunyai gambaran ini yaitu orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya.

Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firman-Nya, (Khasyi’un) yaitu mereka orang-orang yang takut dan tenang.

Dalam Tafsir Al-Mukhtashar disebutkan, orang-orang yang khusyu’ adalah orang-orang yang tunduk dalam shalatnya, anggota tubuh mereka senantiasa tenang ketika shalat, dan hati mereka kosong dari berbagai kesibukan dunia.

Sedangkan Tafsir Al-Muyassar menyebutkan, orang-orang yang khusyu’ adalah orang-orang yang menghayati shalatnya, hati mereka fokus untuknya dan anggota tubuh mereka tenang di dalamnya.

Dan Tafsir Al-Wajiz menyebutkan, orang-orang yang khusyu´ dalam shalatnya, mereka pasrah dan berserah diri, merendahkan diri di hadapan Allah disertai dengan rasa takut dan kedamaian.

Tafsir Li Yaddabbaru Ayatih menjelaskan di antara pengahalang ke-khusyu’-an dalam shalat yaitu banyak canda dan berkata hal yang tidak bermanfaat.

Inti Reflektif

Dalam kehidupan seorang Mukmin, setiap amal yang dilakukan merupakan cerminan dari keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT. Namun, tidak semua amal secara otomatis diterima dan mendapatkan keberkahan dari-Nya. Surat Al-Mu’minun ayat 1-2 mengingatkan kita bahwa kunci utama agar amal-amal lain diterima yaitu dengan menjaga kualitas dan konsistensi dalam menunaikan shalat.

Shalat bukan sekadar ritual ibadah rutin, melainkan fondasi spiritual yang menjadi penghubung langsung antara hamba dengan Sang Pencipta. Melalui shalat, seorang Muslim membersihkan jiwa, menguatkan niat, dan menata langkah kehidupan sehingga amal-amal lain yang dilakukan menjadi bernilai di hadapan Allah.

Refleksi mendalam terhadap ayat ini mengajak kita untuk menempatkan shalat bukan hanya sebagai kewajiban formal, melainkan sebagai fondasi utama yang membuka pintu penerimaan dan keberkahan dari seluruh amal kebaikan yang kita jalankan.

Nilai-nilai Pedagogis

QS Al-Mu’minun: 1-2 mengandung sejumlah nilai-nilai pendidikan (pedagogis) bagi manusia. Pertama, Nilai Ibadah. Ayat ini menegaskan bahwa shalat adalah ibadah utama yang menjadi ciri orang beriman dan menjadi sebab keberuntungan hidup. Shalat disebut secara khusus sebagai ciri utama orang beriman. Ini menunjukkan bahwa ibadah shalat merupakan pilar utama pembentukan kepribadian Mukmin. Ayat ini mengajarkan pentingnya kualitas ibadah, disiplin dan kesungguhan dalam menjalankan perintah Allah.

Karena itu guru dan orangtua harus mengajarkan anak sejak dini untuk melaksanakan ibadah terutama shalat agar anak paham bahwa shalat itu tiang agama. Shalat adalah amal ibadah yang pertama dihisab pada hari kiamat. Dengan mendisiplinkan mereka shalat mereka akan tumbuh menjadi hamba Allah yang shalih dan taat kepada Allah.

Kedua, Nilai Ke-khusyu’-an. Ayat ini mengajarkan bahwa ke-khusyu’-an adalah inti shalat dan ciri utama orang beriman. Khusyuk mendorong seseorang untuk menjaga kualitas shalat, bukan hanya kuantitas. Ke-khusyu’-an tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga berfungsi sebagai pendidikan akhlak, pengendalian diri, dan pembentuk ketenangan jiwa. Ke-khusyu’-an melahirkan sikap tawadu’, menyadari kelemahan diri dan kebesaran Allah.

Guru dan orangtua harus mengajarkan ke-khusyu’-an dalam shalat kepada anak agar anak tidak terburu-buru dalam shalat atau bermain-main dengan shalat-Nya. Orang yang khusyu’ mampu mengendalikan pikiran, perasaan, dan gerakan selama shalat. Anak yang khusyu’ mendorong peserta didik menjaga kualitas shalat secara berkesinambungan.

Ketiga, Nilai Akhlak. Surat Al-Mu’minūn ayat 1–2 mengajarkan bahwa akhlak mulia lahir dari iman yang benar dan ibadah yang khusyu’. Ke-khusyu’-an dalam shalat menjadi cerminan sikap rendah hati, ikhlas, tenang, dan bertanggung jawab dalam kehidupan seorang Mukmin. Keberuntungan (al-falāḥ) dikaitkan langsung dengan iman. Ini menunjukkan bahwa akhlak seorang Muslim bersumber dari keyakinan yang benar kepada Allah.

Guru dan orangtua harus memberikan keteladanan akhlak yang mulia kepada peserta didik agar mereka meneladaninya. Anak akan bertambah kuat keimanannya dan melahirkan pribadi yang berakhlak mulia, taat, jujur, dan bertanggung jawab atas apa yang sudah dilakukan.

Landasan Teoretis

Shalat secara bahasa berarti doa. Disebut doa karena shalat merupakan ibadah yang terdiri atas rangkaian doa.

Secara istilah, shalat dijelaskan oleh Zainuddin al-Malibari dalam Fathul Mu’in yang mengartikan shalat sebagai rangkaian perkataan dan perbuatan tertentu yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan membaca salam.

Menurut Muhammad ‘Uwaid dalam al-Jami fi Fiqhin Nisa, shalat merupakan ekspresi dalam bentuk perbuatan tertentu dalam rangka mengabdi atau beribadah kepada Allah SWT.

Menurut Ibnu Athaillah dalam Kitab Al-Hikam bahwa shalat tempat munajat dan tambang kebersihan. Shalat adalah ‘tempat’ terdekat seorang hamba dan Penciptanya, ‘tempat’ menghadap di hadapan-Nya tanpa perantara selain menyebut-Nya dan pelaksanaan tugas-tugas kehambaan dalam menghadap dan melihat-Nya.

Dalam Islam, shalat sering disebut sebagai “tiang agama”. Nabi Muhammad SAW menggambarkan bahwa agama Islam akan runtuh jika tiang ini tidak ditegakkan. Jika seorang Muslim menjaga shalatnya, berarti dia menjaga agama dan keimanannya.

Kedudukan shalat lima waktu dalam agama ini ibarat tiang penopang dari suatu kubah atau kemah. Tiang penopang yang dimaksud di sini tiang utama. Artinya jika tiang utama ini roboh, maka tentu suatu kubah atau kemah akan roboh.

Rasulullah SAW bersabda:

رَأْسُ الأَمْرِ الإِسْلاَمُ وَعَمُودُهُ الصَّلاَةُ

“Inti (pokok) segala perkara Islam dan tiangnya (penopangnya) yaitu shalat.” (HR Tirmidzi No. 2616 dan Ibnu Majah No. 3973)

Shalat merupakan amalan yang pertama dihisab kelak di akhirat. Ini berarti shalat sebagai kunci penerimaan amal-amal yang lainnya.

Rasulullah SAW bersabda:

قاَلَ رَسُولُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – : (( إنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلاَتُهُ ، فَإنْ صَلُحَتْ ، فَقَدْ أفْلَحَ وأَنْجَحَ ، وَإنْ فَسَدَتْ ، فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ ، فَإِنِ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيضَتِهِ شَيْءٌ ، قَالَ الرَّبُ – عَزَّ وَجَلَّ – : اُنْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ ، فَيُكَمَّلُ مِنْهَا مَا انْتَقَصَ مِنَ الفَرِيضَةِ ؟ ثُمَّ تَكُونُ سَائِرُ أعْمَالِهِ عَلَى هَذَا ))

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat yaitu shalatnya. Maka, jika shalatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Dan jika shalatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi. Jika berkurang sedikit dari shalat wajibnya, maka Allah Ta’ala berfirman, ‘Lihatlah apakah hamba-Ku memiliki shalat sunnah.’ Maka disempurnakanlah apa yang kurang dari shalat wajibnya. Kemudian begitu pula dengan seluruh amalnya.” (HR Tirmidzi)

Berdasarkan hadis di atas, shalat merupakan amalan yang pertama kali akan dihisab. Amalan seseorang bisa dinilai baik buruknya dinilai dari shalatnya. Shalat merupakan ibadah yang sangat berpengaruh bagi kehidupan seorang Muslim karena dalam satu ibadah ini terkumpul di dalamnya berbagai macam amalan shalih yaitu membaca Al-Qur’an, berdoa dan berdzikir, maka shalat merupakan dzikir yang paling agung.

Shalat merupakan kunci diterimanya seluruh amal. Ketika diibaratkan dalam bilangan, shalat merupakan angka satu, sedangkan amal ibadah lain adalah angka nol, dimana angka nol bisa jadi bernilai ketika angka nol itu ada bilangan satuannya. Maka sebanyak apa pun amal ibadah kita, ketika amalan shalatnya rusak, maka amalan lainnya sebanyak apa pun tidak akan diterima, karena tidak ada nilainya di hadapan Allah SWT.

Oleh karena itu kita harus menjaga amalan shalat jangan sampai rusak, lalai dan kita tinggalkan, karena shalat merupakan sebaik-baik amalan yang kita miliki.

Rasulullah SAW bersabda:

اِسْتَقِيْمُوْا وَلَنْ تُحْصُوْا، وَاعْلَمُوْا أَنَّ خَيْرَ أَعْمَالِكُمُ الصَّلَاةُ، وَلَا يُحَافِظُ عَلَى الْوُضُوْءِ إِلَّا مُؤْمِنٌ.

Tetaplah kalian beristiqamah dan kalian pasti tidak akan mampu! Ketahuilah, sesungguhnya sebaik-baik amalan kalian yaitu shalat. Dan tidak ada orang yang senantiasa menjaga wudhu’nya melainkan seorang Mukmin. (QS Ibnu Mâjah, No. 277)

Shalat itu bukti keselamatan di dunia, mencegah dari perbuatan buruk dan kelak di hari kiamat akan menjadi cahaya dan keselamatan, Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ حَافَظَ عَلَيْهَا كَانَتْ لَهُ نُوراً وَبُرْهَاناً وَنَجَاةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَمَنْ لَمْ يُحَافِظْ عَلَيْهَا لَمْ يَكُنْ لَهُ نُورٌ وَلاَ بُرْهَانٌ وَلاَ نَجَاةٌ وَكَانَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَعَ قَارُونَ وَفِرْعَوْنَ وَهَامَانَ وَأُبَىِّ بْنِ خَلَفٍ

Barangsiapa yang menjaga shalat lima waktu, maka shalat itu akan menjadi cahaya, bukti dan keselamatan baginya pada hari kiamat. Dan barangsiapa yang tidak menjaganya, maka ia tidak mendapatkan cahaya, bukti, dan juga tidak mendapat keselamatan. Dan pada hari kiamat, orang yang tidak menjaga shalatnya itu akan bersama Qarun, Fir’aun, Haman, dan Ubay bin Khalaf. (HR Ahmad)

Keistimewaan menegakkan shalat itu sangat istimewa dan luar biasa hanya dengan kita berniat shalat kemudian kita berjalan menuju shalat akan dicatat sebagai kebaikan, bisa meninggikan derajat dan menghapuskan dosa.

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ تَطَهَّرَ فِى بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ لِيَقْضِىَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً وَالأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً

Barangsiapa bersuci di rumahnya lalu ia berjalan menuju salah satu rumah Allâh untuk menunaikan salah satu shalat fardhu yang Allâh wajibkan, maka salah satu langkah kakinya akan menghapuskan kesalahan dan langkah kaki yang lainnya meninggikan derajat. (HR Muslim No. 666)

Seseorang yang melaksanakan shalat maka hakikatnya dia membersihkan segala dosa-dosanya. Oleh karena itu dia akan selamat di dunia dan di akhirat.

Rasulullah SAW bersabda:

مَثَلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ كَمَثَلِ نَهَرٍ جَارٍ غَمْرٍ عَلَى بَابِ أَحَدِكُمْ يَغْتَسِلُ مِنْهُ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسَ مَرَّاتٍ

Shalat (fardhu) yang lima waktu itu seperti sebuah sungai yang airnya mengalir melimpah di depan pintu rumah salah seorang di antara kalian. Ia mandi dari air sungai itu setiap hari lima kali. (HR Muslim)

Demikian beberapa keutamaan shalat semoga kita selalu menjaga shalat.

Cara agar Istiqamah Menjaga Shalat

Lalu bagaimana cara agar istiqamah menjaga shalat sebagai kunci amal-amalan lainnya? Pertama, senantiasa berdoa bisa melaksanakan shalat. Senantiasa berdoa dengan doa yang diajarkan Nabi Ibrahim AS agar kita sekeluarga dapat senantiasa menegakkan shalat, sebagaimana termaktub dalam firman-Nya:

رَبِّ اجْعَلْنِيْ مُقِيْمَ الصَّلٰوةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِيْۖ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاۤءِ

“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan shalat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.” (QS Ibrahim: 40)

Kedua, senantiasa menjaga shalat. Allah SWT berfirman:

حَافِظُوْا عَلَى الصَّلَوٰتِ وَالصَّلٰوةِ الْوُسْطٰى وَقُوْمُوْا لِلّٰهِ قٰنِتِيْنَ

”Peliharalah semua shalat (fardu) dan salat Wustha. Berdirilah karena Allah (dalam shalat) dengan khusyu’.” (QS Al-Baqarah : 238)

Ketiga, senantiasa shalat tepat waktu. Allah SWT berfirman:

فَاِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلٰوةَ فَاذْكُرُوا اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِكُمْۚ فَاِذَا اطْمَأْنَنْتُمْ فَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَۚ اِنَّ الصَّلٰوةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ كِتٰبًا مَّوْقُوْتًا

”Apabila kamu telah menyelesaikan shalat, berdzikirlah kepada Allah (mengingat dan menyebut-Nya), baik ketika kamu berdiri, duduk, maupun berbaring. Apabila kamu telah merasa aman, laksanakanlah shalat itu (dengan sempurna). Sesungguhnya shalat itu merupakan kewajiban yang waktunya telah ditentukan atas orang-orang Mukmin.” (QS An-Nisa’: 103)

Keempat, berteman dengan orang-orang shalih. Teman shalih yang menjaga shalat dan menjaga agamanya itu sangat penting agar kita selalu meneladani mereka dan mengingatkan kita ketika lengah dalam melaksanakan shalat dan menjalankan agama yang Allah syariatkan. Rasulullah SAW bersabda:

الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

“Seseorang bisa dilihat dari perilaku beragama sahabatnya. Hendaklah kalian memperhatikan bagaimana sahabatmu dalam beragama.” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi)

Kelima, berlatih shalat dengan khusyu’. Allah SWT berfirman:

وَاسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِۗ وَاِنَّهَا لَكَبِيْرَةٌ اِلَّا عَلَى الْخٰشِعِيْنَۙ

”Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya (shalat) itu benar-benar berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’.” (QS Al-Baqarah: 45).

Imam Al-Ghazali dalam kitabnya yang berjudul Bidayatul Hidayah menyampaikan beberapa tips dan cara ala Rasulullah agar bisa khusyu’ dalam menjalankan ibadah shalat, yaitu: 1) Memuliakan adab shalat sebagai cara shalat khusyu’, 2) Buang segala rasa was-was dan bisikan agar dapat shalat khusyu’, 3) Sembahlah Allah SWT seakan-akan kamu melihat-Nya, 4) Persembahkan hati penuh ketenangan, 5) Perbanyak istighfar jika hati masih lalai terhadap-Nya.

Kisah Teladan

Para sahabat Nabi Muhammad SAW merupakan contoh terbaik dalam menjalankan ibadah shalat dengan penuh ketekunan dan kesungguhan. Kisah sahabat Nabi tentang shalat menunjukkan bagaimana mereka mengutamakan shalat meskipun dalam keadaan sulit sekalipun. Salah satu contoh yang dapat diambil yaitu kisah Ali bin Abi Thalib RA, yang dikenal sebagai sosok yang sangat dekat dengan Nabi Muhammad SAW.

Ali bin Abi Thalib RA menceritakan bahwa beliau merasa sangat tenang dan damai setelah melaksanakan shalat. Shalat tidak hanya menghilangkan rasa lelah tubuh, tetapi juga memberikan kedamaian bagi hati. Kisah sahabat Nabi tentang shalat ini mengajarkan kita bahwa shalat bukan hanya sebagai kewajiban, tetapi juga sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mendapatkan ketenangan batin.

Kisah lain datang dari sahabat Nabi, Sa’d bin Abi Waqqas RA. Beliau salah satu sahabat Nabi yang sangat terkenal dengan keberaniannya di medan perang, namun beliau tetap menjaga kewajiban shalatnya dengan sangat baik.

Suatu hari, Sa’d bin Abi Waqqas RA sedang terlibat dalam pertempuran dan sangat sibuk dengan tugasnya sebagai seorang pemimpin pasukan. Namun, ketika waktu shalat tiba, beliau segera menghentikan semua urusan dan langsung melakukan shalat dengan penuh khusyu’. Kisah ini mengajarkan kita bahwa apa pun kesibukan kita, shalat harus tetap menjadi prioritas utama. Jangan sampai kesibukan duniawi menghalangi kita dari kewajiban utama sebagai seorang Muslim.

رَبِّ اجْعَلْنِيْ مُقِيْمَ الصَّلٰوةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِيْۖ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاۤءِ

”Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan shalat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.” (QS Ibrahim: 40)  []

Tags: Ali Bin Abi ThalibKhusyu'Sa’d bin Abi WaqqasShalat
Share32Tweet20Send
Previous Post

Persamaan Irfani Muhammadiyah dan Thariqah NU*

Next Post

Forjim Jajaki Kerjasama dengan Pusat Kebudayaan Turki di Indonesia

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Al-‘Afwu dan Al-Maghfirah: Hierarki Ampunan dalam Perspektif Spiritual Islam di Akhir Ramadhan

Kiat-Kiat Agar Anak Betah di Pesantren: Sebuah Rangkuman Pidato Masyayikh Gontor

3 May 2026
kh fauzi tidjani djauhari

Pesantren Al-Amien Prenduan akan Gelar Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah Ke-234

13 July 2026
Akhlak dan Adab sebagai Fondasi Peradaban: Perspektif Imam Al-Ghazali, Ibn Miskawaih, Syed Muhammad Naquib Al-Attas, dan KH Imam Zarkasyi untuk Menyongsong Abad Kedua Gontor

Akhlak dan Adab sebagai Fondasi Peradaban: Perspektif Imam Al-Ghazali, Ibn Miskawaih, Syed Muhammad Naquib Al-Attas, dan KH Imam Zarkasyi untuk Menyongsong Abad Kedua Gontor

12 July 2026
Raker SDIT Insantama Leuwiliang 2026/2027 Fokus Perkuat Kolaborasi dan Inovasi Pembelajaran Berbasis Teknologi

Raker SDIT Insantama Leuwiliang 2026/2027 Fokus Perkuat Kolaborasi dan Inovasi Pembelajaran Berbasis Teknologi

12 July 2026
Tetap Jujur Meski Berhadapan dengan Kepentingan

Tetap Jujur Meski Berhadapan dengan Kepentingan

13 July 2026
Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

0
Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

0
FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

0
200 Lebih Alumni Angkatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

200 Lebih Alumni Angkatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

0
Sarasehan Guru Besar Alumni UNIDA Gontor Bukti Penguatan Misi Menuju World Class University

Sarasehan Guru Besar Alumni UNIDA Gontor Bukti Penguatan Misi Menuju World Class University

0
Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

17 July 2026
Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

17 July 2026
200 Lebih Alumni Angkatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

200 Lebih Alumni Angakatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

16 July 2026
FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

16 July 2026
Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, PC IKPM Gontor Lampung Gelar Silaturahmi Perdana Bersama Alumni

Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, PC IKPM Gontor Lampung Gelar Silaturahmi Perdana Bersama Alumni

16 July 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Stok terbatas!
Sudah punya Edisi Agustus?Edisi spesial ini mengupas perjalanan UNIDA Gontor Mendunia dan hanya hadir dalam rangka 100 Tahun Gontor.Banyak yang sudah memesan. Jangan sampai Anda tertinggal.Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100TahunGontor #unidagontor #majalahgontor #gontornews
  • 100 Tahun Gontor bukan sekadar peringatan, tetapi sejarah yang layak disimpan.Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang terbit selama Juli–September 2026.📚 Koleksi terbatas.
⏳ Jangan menunggu sampai kehabisan.📲 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100TahunGontor #MajalahGontor #Gontor #PondokModern #DarussalamGontor #MediaPerekatUmat #GontorMendunia #KoleksiBersejarah #alumnigontor #gontornews #majalahgontor
  • Jangan sampai koleksi Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor Anda kehabisan.Pre-Order telah dibuka!💰 Harga: Hanya Rp 15.000 / eksemplarMengingat kuota cetak yang terbatas, amankan eksemplar Anda sekarang juga sebelum sistem tertutup otomatis.Amankan Pemesanan Anda di sini:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • Repost from @ikpmmadiun
Bagi keluarga besar Gontor, setiap nasihat Pimpinan adalah bekal sepanjang perjalanan hidup. 🤍Kali ini, mari kita luangkan waktu sejenak untuk kembali mendengarkan petuah dari K.H.Hasan Abdullah Sahal (Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor)Insya Allah apa yang kita dengar bukan hanya menambah ilmu, tetapi juga menguatkan niat untuk terus berkhidmat kepada umat.🤲 Jangan berhenti di kita. Bagikan agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.💬 Antum Alumni Gontor angkatan berapa? Share di kolom komentar.
  • Jangan sampai koleksi Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor Anda kehabisan.Menuju Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Majalah Majalah Gontor menerbitkan Edisi Spesial 100 Tahun Gontor.Mumpung BELUM terlambat, Pre-Order Edisi Agustus & September resmi dibuka!💰 Harga: Hanya Rp 15.000 / eks eksemplar
⏳ Batas Waktu PO Edisi Agustus: 10 Juli 2026, Pukul 11:59 WIB (Tinggal menghitung hari!)Mengingat kuota cetak yang sangat ketat, amankan eksemplar Anda sekarang juga sebelum sistem tertutup otomatis.Amankan Slot Pemesanan Anda di Sini:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • Repost from @unida.gontor and @miladunidagontor
Bismillahirrahmanirrahim
👋Sampai jumpa di Kampus UNIDA Gontor!
Tabligh Akbar bersama Ustadz Dr. (H.C.) Adi Hidayat, Lc., M.A.Dalam rangka memperingati Milad UNIDA Gontor ke-63, Hadirilah Tabligh Akbar Universitas Darussalam Gontor:✨ Tema: Pentingnya Pesantren
👤 Bersama: Al Ustadz Dr. (H.C.) Adi Hidayat, Lc., M.A.
🗓️ Hari/Tanggal: Kamis, 9 Juli 2026
🕗 Waktu: 20:00 WIB – Selesai
🏛️ Tempat: Universitas Darussalam Gontor (Jl. Raya Siman, Ponorogo, Jawa Timur)Link Pendaftaran:
bit.ly/tablighakbar_unidagontorAcara ini terbuka untuk umum dan menyediakan doorprize menarik bagi jemaah yang beruntung.Mari jadikan momentum ini sebagai sarana memperkuat ukhuwah serta meningkatkan kapasitas keilmuan kita.#MiladUNIDAGontor63 #UstadzAdiHidayat #PesantrenPerekatUmat #TablighAkbarPonorogo #unidagontor
#majalahgontor #gontornews
  • Repost from @irengsepur Dirgahayu 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Merupakan sebuah kebanggaan dan kehormatan sebagai salah satu alumni Pondok Modern Darussalam Gontor dapat turut menyemarakkan Milad Satu Abad ini. Meskipun belum dapat hadir secara langsung, Alhamdulillah di sela-sela kegiatan latihan saya diberikan izin oleh kesatuan untuk mengibarkan bendera Pondok Modern Darussalam Gontor di ketinggian  500 ft di atas langit Majalengka. Bagi saya, ini bukan sekadar sebuah penerjunan, tetapi bentuk penghormatan, rasa syukur, dan kecintaan kepada almamater yang telah membentuk karakter dan perjalanan hidup saya.Salam takzim kepada seluruh Bapak Kiai dan para Asatidz atas segala ilmu, doa, dan keteladanan yang telah diberikan. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, keberkahan, dan membalas setiap pengabdian dengan pahala yang berlipat.Dirgahayu 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Semoga Gontor senantiasa menjadi mercusuar peradaban Islam, terus melahirkan generasi pemimpin yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi umat. Semoga Allah SWT senantiasa menjaga dan memberkahi Gontor sepanjang masa. Aamiin ya Rabbal
  • 🎓BEASISWA JALUR RAPOR✨Kabar gembira bagi alumni Pondok Modern Darussalam
Gontor & Pondok Pesantren Alumni Gontor!Dapatkan beasiswa Free Uang gedung dan Potongn UKT
50% disetiap semester sampai lulus kuliah di Universitas
Ary Ginanjar (UAG) dan wujudkan impianmu menjadi
profesional unggul di berbagai bidang!✍️Syarat Pendaftaran:
✅Lulusan Gontor dan rekanan Gontor tahun
2022-2025
✅Memiliki Hafalan Qur
  • Pre-Order Majalah Gontor Edisi Bulan Juli 2026.1 ABAD GONTOR DALAM SATU GENGGAMAN!
Edisi Paling Bersejarah yang Tak Akan Dicetak Ulang.Menyambut 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, miliki Majalah Gontor Edisi Spesial bulan Juli - September 2026.KUOTA CETAK SANGAT TERBATAS!
Sistem otomatis ditutup jika stok ludes. Jangan sampai Anda menyesal karena melewatkan edisi bersejarah ini!
Siapa cepat, dia dapat.AMANKAN STOK ANDA SEKARANG!
Kunjungi: https://bit.ly/keranjang-buku
Pengiriman Majalah di tanggal 10 juli 2026.

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result