Jember, Gontornews — Dr Zakiyah Arifa, MPd, adalah salah seorang alumnus Pondok Modern Darussalam Gontor Putri tahun 1998. Kiprahnya di dunia pendidikan telah membawa wanita cantik kelahiran Jember, 16 April 1980 ini terus disibukkan dalam berbagai ajang pelatihan profesional.
Diantaranya seperti, Chinese Language Short Course, Ningxia International Language College, Ningxia, China, 2018, Arabic Academic Writing Skill, University of Education Indonesia, Bandung, Indonesia, juga Content Language Integrated Learning (CLIL), Indonesia Australia Language Foundation (IALF), Bali, Indonesia, 2014.
Dari segudang prestasi yang pernah diraihnya, doktor muda ini lantas membocorkan beberapa strategi menulis akademik Bahasa Arab. Menurut Dr Kiki, menulis menjadi hal yg lazim. Semua mahasiswa dan dosen pasti menulis. Dengan menulis kita menorehkan karya dan sejarah.
“Menulis adalah sebuah proses belajar yang terus menerus, bukan hanya sekedar tujuan akhir,” terang dosen UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang, ini kepada Gontornews.com. Berbagai problem pasti dihadapi, sambungnya, problem akademis, bahasa, terutama psikologis.
“Tapi jika memiliki motivasi dan niat yg kuat, baik dari dalam diri maupun dari lingkungan, berbagai problem tersebut pasti bisa mudah dihadapi,” bocor dosen Manajemen Program Bahasa Arab itu. Selain itu, sebuah motivasi juga bisa memunculkan variasi strategi-strategi jitu dan unik. Dimana setiap orang mempunyai gaya dan strateginya masing-masing.
“Seperti yang disebutkan dalam mahfudhot, man jadda wa jada, man saaro aladdarbi washala, wa ma lladzatu illa ba’dat ta’b, semua itu bisa menjadi landasan dalam proses menulis,” tambah wanita berkaca mata ini.
Kondisi masyarakat kita yg cenderung komunal dan sosial, juga mendukung dalam belajar menulis. Mahasiswa atau dosen menciptakan lingkungan sendiri untuk bersama-sama belajar menulis, baik saat tugas akhir atau artikel. Ini berperan juga untuk menngkondisikan diri dan memotivasi diri.
Dan satu hal penting yang harus selalu diingat adalah bahwa menulis bukan hanya masalah tepat waktu atau hasil bagus saja. “Akan tetapi menikmati segala jatuh bangun dalam proses belajar menulis merupakan pengalaman dan pelajaran yang luar biasa,” pungkasnya. <Edithya Miranti>






















