Jakarta, Gontornews — Hasil survei LKSP di pekan pertama bulan April 2019 menyebutkan PKS akan naik ke papan atas.
PKS akan berada diatas Golkar, PKB dan Demokrat.
Tampilnya PKS ke papan atas sebenarnya sudah terbaca dari survei-survei sebelumnya yang dilakukan Litbang Kompas, CSIS dll.
Yang mengejutkan dari survei LKSP adalah elektabilitas partai politik yang akan dipilih warga. PDIP menempatiranking teratas (22,7%), Gerindra di posisi kedua (12,2%) dan ketiga Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan nilai 6,9%. Diikuti Golkar (6,2%), PKB (5,6%), Demokrat (4,6%). Partai-partai lain berada di bawah ambang batas parlemen (4%), yakni PPP (3,6%), Nasdem (3,6%), PAN (2,2%), Perindo (1,2%), Hanura (0,9%), PSI (0,3%), Garuda (0,1%), PBB (0,1%), Berkarya (0,0%).
Tampilnya PKS ke papan atas perpolitik nasional sebenarnya sudah terbaca dari survei-survei sebelumnya yang dilakukan Litbang Kompas, CSIS dan lembaga lain. Namun, lembaga-lembaga tersebut selama ini hanya memprediksi PKS lolos ke papan tengah nasional. Lalu, mengapa LKSP memperlihatkan peluang PKS masuk ranking utama politik nasional?
Alasan warga memilih partai dalam pemilu legislatif karena: ketokohan pimpinannya (6,5%), kinerja kadernya (5,2%), visi da nisi partai (4,1%), program kerja kongkrit (3,7%), sikap pro-rakyat (3,3%) dan posisi Partai Islam (1,8%).“Dalam kontek PKS, kita melihat sosok Ketua Majelis Syuro Habib KH Salim Segaf al-Jufri yang dekat dengan kalangan ulama dan tokoh-tokoh masyarakat di berbagai daerah. Kinerja kader PKS juga tampak menonjol sebagai mesin politik efektif melakukan sosialsasi di kalangan tetangga dan segmen potensial (kaum perempuan dan millennial),” jelas Sapto Waluyo, Direktur Center for Indonesia Reform.
Sapto melihat kemungkinan terjadi pergeseran politik nasional karena kondisi makro yang berubah sejak gerakan 212 bergulir di Ibukota DKI Jakarta (2016), Kemudian setelah itu ada pemilihan Gubernur DKI Jakarta (2017) yang menunjukkan bahwa rakyat mampu melakukan perubahan. Dan, dipuncaki dengan gerakan sosial #2019GantiPresiden yang berlangsung di seluruh Indonesia.
Sosok Ketua Majelis Syuro Habib Salim Segaf Al-Jufri yang dapat diterima dan dekat dengan berbagai kalangan ormas Islam dari NU, Muhammadiyah, Persis, Hidayatullah, DDII, Wahdah Islamiyyah, Nahdlatul Wathan, dll dinilai menjadi kunci.
Kemudian dukungan para ulama yang digandrungi masyarakat saat ini: Habib Rizieq, Ustadz Abdul Somad, Aa Gym, Ustadz Bachtiar Nasir, Ustadz Arifin Ilham, Ustadz Haikal Hassan, Ustadz Adi Hidayat, Ustadz Zaitun Rasmin, Mamah Dedeh dan PA-212 serta yang lainnya juga juga menambah bobot PKS.
Selanjutnya terkait kinerja kader PKS sebelum dan selama kampanye di masyarakat. Sosialisasi berbentuk Flashmob yang fun dan ceria, tidak menggangu aktifitas masyarakat. [DJ]























