Cox’s Bazar, Gontornews — Polisi Penjaga Perbatasan Myanmar yang ditempatkan di sebuah pos dekat perbatasan Tamburu di Bandarban dikabarkan melakukan sejumlah tembakan. Akibat tembakan tersebut, sejumlah warga Rohingya yang berada di sebuah wilayah yang tidak bertuan antar kedua negara itu panik dan takut.
Belum jelas apa maksud tembakan yang dilancarkan pasukan penjaga perbatasan Myanmar. Komandan pasukan penjaga perbatasan Bangladesh, Mayor Iqbal yang bertugas di Naikkhogchhari tidak dapat mengonfirmasi apakah tembakan tersebut dilancarkan karena ada dua pihak yang berselisih paham atau hanya digunakan untuk mengintimidasi penduduk setempat.
Dhaka Tribune melansir jika akibat insiden ini, pasukan penjaga perbatasan Bangladesh mengirim surat protes kepada pasukan penjaga perbatasan Myanmar seraya mempertanyakan apa alasan dibalik pelepasan ratusan tembakan di dekat perbatasan Bandarban.
Sejak Februari tahun lalu, lebih dari 6.500 pengungsi Rohingya ditemukan tinggal di wilayah tak berbutan antar kedua negara. Umumnya, mereka menolak masuk ke Bangladesh karena khawatir akan dikembalikan secara paksa ke Myanmar.
Akan tetapi, Myanmar menggunakan pengeras suara untuk mengintimidasi para pengungsi Rohingya agar pindah dari tanah tak bertuan tersebut. Sebagai catatan, pasukan penjaga perbatasan Bangaldesh sendiri mengonfirmasi bahwa pasukan penjaga perbatasan Myanmar pernah melakukan hal serupa di dekat perbatasan Tambru dengan maksud mengintimidasi warga. [Mohamad Deny Irawan]


















