Bogor, Gontornews — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam (IAI) Sahid Bogor telah mengadakan sosialisasi serta demonstrasi produk inovasi TERKASIH (Tepung Kampung Silih) yang berbahan baku ubi. Sosialisasi dilakukan di Posko KKN Kampung Silih RT 01 RW 06 Desa Gunung Bunder II, Kecamatan Pamijahan, Bogor, Selasa (27/6/2023).
Dalam kesempatan itu hadir RT 01 Kampung Silih Kosasih, Kader PKK II Nani, masyarakat Desa Gunung Bunder II, serta para mahasiswa peserta KKN DID kelompok 3 Desa Gunung Bunder II.
Ketua KKN Kelompok 3 Desa Gunung Bunder II Muhamad Rifa’i menyebutkan, produk inovasi ini dibuat dari bahan baku ubi jalar yang merupakan sumber karbohidrat, antioksidan, mineral, beta karoten, vitamin A, dan fitosteral yang bermanfaat sebagai perlindungan pada sistem pencernaan.
Ia menyebutkan kelebihan dari produk TERKASIH. Produk ini memiliki banyak varian rasa/aroma seperti original, vanila, coklat, moka, dan rasa buah-buahan lainnya yang dapat digunakan sebagai bahan baku atau bahan tambahan dalam pembuatan kue basah, kue kering, es krim, dll. “Produk inovasi ini dapat berperan dalam diversifikasi industri rumah tangga serta UMKM desa,” papar Muhamad Rifa’i.
Rifai menuturkan, produk ini dapat menjadi produk unggulan Desa Gunung Bunder II karena desa ini memiliki sumberdaya alam yang sangat luar biasa. Salah satunya perkebunan ubi jalar.
“Setelah kami survei beberapa kali, kami menemukan bahwa ubi jalar yang berukuran kecil tidak dimanfaatkan oleh warga dan dibiarkan membusuk. Oleh karena itu kami membuat produk TERKASIH alias Tepung Kampung Silih yang dalam pembuatannya sangat mudah dipraktikkan dalam kehidupan sehari hari,” lanjutnya.
Ia menambahkan, selain mendemonstrasikan pembuatan TERKASIH, mahasiswa juga menjelaskan kegunaan serta kekuatan daya tahan produk (expired), pemasaran, dan desain kemasan yang aman dan menarik agar produk ini dapat dijual secara luas dalam market place serta UMKM yang ada di Gunung Bunder II dengan harga jual yang kompetitif.
Ketua RT Kosasih sangat mengapresiasi inovasi mahasiswa ini. Ia menilai produk ini sangat menarik dan bisa menjadi peluang usaha. “Saya berharap inovasi ini bisa diproduksi secara terus-menerus oleh masyarakat dan saya bersedia menjadi penanggung jawab selanjutnya dalam produksi inovasi ini,” katanya.
Hal yang sama juga diungkapkan kader PKK, Neni, serta masyarakat Desa Gunung Bunder II. Mereka mengungkapkan inovasi ini menarik dalam penganekaragaman produk olahan rumah tangga dan berharap inovasi ini bisa diproduksi secara terus-menerus dan menjadi ciri khas Desa Gunung Bunder II. []


















