New York, Gontornews — Citra satelit NASA menunjukkan tiga desa yang dihuni warga Muslim Rohingya di Myanmar telah dibakar. Ratusan bangunan ludes dilalap api dalam beberapa pekan terakhir.
Human Rights Watch (HRW) yang berbasis di New York, AS, mendesak Pemerintah Myanmar untuk mengundang penyelidik PBB guna melihat kehancuran total lebih dari 430 bangunan di tiga desa di distrik Maungdaw utara antara 22 Oktober sampi 10 November 2016.
“Gambar satelit baru tidak hanya mengonfirmasi kerusakan luas desa Rohingya, tetapi menunjukkan bahwa itu bahkan lebih besar dari yang kita duga,” kata Brad Adams, direktur Asia HRW.
Menurut HRW, kerusakan terjadi di desa-desa Pyaung Pyit, Kyet Yoe Pyin, dan Wa Peik.
Warga Rohingya adalah minoritas di Myanmar yang tidak memiliki kewarganegaraan. Ekstremis nasionalis Budha yang merupakan mayoritas warga Myanmar mencap mereka sebagai imigran ilegal dari Bangladesh, meskipun banyak di antara mereka telah tinggal di Myanmar selama beberapa generasi. [Rusdiono Mukri]





















