Jakarta, Gontornews — Istri mana yang tak mengeluh dikala suaminya pelit terhadap keluarga. Masalah keuangan termasuk masalah sangat penting dalam pernikahan. Bagaimana tidak, kasus keretakan rumah tangga banyak dipicu dari hal ini.
Ciati, kepada Gontornews.com menyampaikan bahwa suaminya kerap perhitungan dalam memberikan uang nafkah ke istri dan anak-anak. Padahal, jumlah pendapatan yang diterima suami dirasa cukup dan berlebih, jika suami mau berbagi dan tidak pelit ke keluarga. Hal inilah yang akhirnya menyebabkan Ciati akhirnya harus berhutang ke sana ke mari demi mencukupi kebutuhan pokok ia dan anak-anaknya.
Rasa cinta pada mahligai pernikahan kerap dimaknai dengan sikap saling berbagi alias tanpa pamrih satu sama lain. Namun, jika suami terbukti pelit terhadap istri dan keluarga, apakah masih ada cinta di hatinya?
Sebagai istri sholehah, istri harus mampu mengatasi permasalahan dengan arif dan bijaksana. Tidak asal mengambil keputusan. Agar permasalahan dapat teratasi secara tepat dan lancar.
Dalam Islam, seorang istri harus taat dan patuh pada perintah suami. Tapi jika suami salah bertindak atau kurang bijaksana, istri wajib meluruskan.
Islam mengajarkan umatnya untuk bersikap pertengahan dalam segala hal. Termasuk soal pembelanjaan harta. Allah SWT berfirman, “Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah yang demikian.” QS. Al-Furqan: 67.
Allah SWT tidak menyukai semua perkara yang berlebihan. Karena dapat merusak jiwa, harta, dan masyarakat. Sama halnya Allah SWT membenci sikap pelit atau kikir. Karena termasuk menahan dan membekukan harta. Sedangkan sebaik-baik perkara di mata-Nya adalah yang pertengahan.
Berikut tips menghadapi suami pelit:
- Teruslah bersabar karena kesabaran sejati seorang Muslim tak kenal batas.
- Jujurlah soal keuangan keluarga kepada suami.
- Ajarkan pasangan untuk saling mempercayai dan memahami. (An-Nisa’: 19 – Al-Hujuraat: 10)
- Saling nasehat-menasehati dalam kebaikan. (Muttafaqun alaih)
- Hiasi rumah tangga dengan pergaulan yang harmonis. (An-Nisa’: 19)
- Bekerjalah karena hal ini sedikitnya mampu menjadi solusi. <Edithya Miranti>






















