Sumenep, Gontornews — Maqha Tsaqafi diramaikan dengan acara Ngopi Hukum bertajuk “Pesantren Ramah Santri”. Acara ini dikhususkan bagi santri kelas lima sebagai calon pengurus organisasi santri ISMI.
Hadir dalam acara itu Mudir Ma’had TMI Al-Amien Prenduan Putra, Ust H Abd Qadir Jailani, MPd, dan para ustadz. Mereka antusias menemani dari awal hingga berakhirnya acara.
Ust Adi Gunawan, SH, MH, sebagai alumni sekaligus narasumber bersyukur setelah dua puluh tahun bisa bernostalgia kembali ke TMI. “Dan pondok banyak mengalami perkembangan yang pesat dari segi bangunan dan kualitas santri,” ungkap Ust Adi Gunawan, Jumat (18/08).
Alumni yang sedang melanjutkan studi strata tiganya di Universitas Islam Sultan Agung Semarang ini, menjelaskan kepada calon pengurus bahwa masa remaja adalah masa-masa sulit diatur. Ia mengibaratkan santri semangkok air yang nantinya menghadapi lautan, sambil lalu memberikan gambaran kondisi bullying di luar.
“Orang yang cerdas adalah orang yang bisa menyesuaikan diri pada semua ranah kehidupan,” ucap Dosen Fakultas Hukum UNIRA itu. Ia meyakinkan calon pengurus bahwa menjadi santri adalah anugerah yang sangat besar, apabila menyesal maka sangat rugi. [Fath]






















