Sumenep, Gontornews —Tarbiyatul Muallimien AlIslamiyah Al-Amien Prenduan Sumenep Madura mewisuda 418 santri dan santriwati. Acara prosesi wisuda ini juga menandai lahirnya 334 judul buku karya para wisudawan yang hadir.
“Ada sebuah tradisi menarik yang bertahun-tahun kita jalankan di TMI ini. Wisuda itu tidak dirayakan dengan cara mencoret-coret baju. Jangankan coret-coret baju, buket saja kita larang. Sebab, kita ingin wisuda ini dirayakan dengan sesuatu yang lebih substansial, sesuatu yang berupa karya. Mereka diwisuda dan tandanya adalah melahirkan karya,” ungkap Pengasuh Ma’had TMI Al-Amien, KH. Dr. Ghozi Mubarok, MA pada saat prosesi Wisuda Alumni TMI angkatan XLVIII Putra & XXIV Putri, Ahad (12/3).
Pada tahun akademik ini, para wisudawan TMI yang berjumlah 418 (putra 192 dan putri 216) berhasil menghasilkan karya tulis sebanyak 334 judul buku. 146 buku dihasilkan oleh santri putra dan 188 buku ditulis oleh santri putri. Sebagian dari buku-buku tersebut masih dalam proses penerbitan nomor ISBN.
Buku-buku yang ditulis oleh santri kelas akhir (niha’ie) ini bertemakan islami, motivasi, design, bahasa Arab, bahasa Inggris dan tema lainnya. Adapula yang berbentuk cerpen, novel, maupun antologi puisi. Keragaman tema dan bentuk tersebut disesuaikan dengan minat dan potensi santri.
Kiai Ghozi berharap bahwa tradisi menandai wisuda dengan karya itu terus dilestarikan. “Kita berharap bahwa tradisi menghasilkan karya saat diwisuda, tradisi menandai wisuda dengan karya itu akan terus lestari. Tahun ini ada ratusan karya, tahun depan kita berharap bertambah jumlahnya, semakin meningkat kualitasnya,” ungkapnya.
Sebagai perbandingan, 2 tahun lalu santri kelas akhir TMI Al-Amien berhasil menerbitkan 309 judul buku. Namun, pada tahun ini jumlah buku yang diterbitkan jauh lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya, yaitu sebanyak 334 buku.
Sebagai apresiasi kepada Alumni TMI tahun ini, Pimpinan dan Pengasuh PP. Al-Amien Prenduan, KH. Dr. Ahmad Fauzi Tidjani, MA menyampaikan dalam pidatonya rasa bangga terhadap alumni TMI tahun ini.
“Kami sangat bangga dan menghargai alumni TMI Al-Amien tahun ini. Karena kalian pada saat ini memang pantas dihargai dengan harga yang sangat mahal. Kami para kiai, mudir dan asatidz senang kalian jadi alumni TMI tahun ini. Pesan saya wahai anak-anaku, kalian kami hargai, tapi jangan minta dihargai. Inilah prinsip dan nasehat para pendiri Gontor dan diikuti oleh alumni-alumni Gontor, termasuk Kiai Tidjani dan Kiai Idris,” jelasnya. [fath]


















