Manila, Gontornews — Pemerintah Filipina meningkatknya kewaspadaan menyusul terbitnya peringatan topan Yutu yang berpotensi melanda sembilan provinsi, Senin (29/10). Secara khusus, Pemerintah mememperingatkan kepada seluruh warga yang tinggal di lereng gunung tentang potensi tanah longsor akibat banjir dan gelombang badai.
Sebagaimana diketahui, minggu lalu, badai tropis itu berhasil memporak-porandakan Kepluauan Marian Utara AS sebelum akhirnya keluar setelah melintasi Pulau Luzon dalam 24 jam sejak tiba di Filipina.
Lembaga Cuaca Negara Filipina, PAGASA, memprediksi Topan Yutu memiliki kekuatan 170 km perjam dan hembusan angin hingga kecepatan 210 kilometer per jam. Badai tropis yang oleh masyarakat Filipina dengan sebutan topan Rosita itu menjadi topan ke-8 yang menyerang Filipina dalam satu tahun terakhir.
Sebelumnya, sebagaimana dilansir Reuters,, topan Mangkhut pernah menyerang Pulau Luzon dan menyebabkan tanah longsor, menewaskan 10 orang serta kerugian mencapai 180 Juta Dollar Amerinka Serikat.
Pun demikian pemerintah meminta para nelayan di sekitar pesisir timur Pulau Luzon agar tidak melakukan pencarian ikan selama peringatan ini berlangsung.
Pulau Luzon sendiri menjadi pulau yang memiliki populasi masyarakat terbanyak di Filipina dengan 105 juta penduduk Filipina. Meski terpadat, Pulau Luzon menjadi salah satu wilayah yang sering ‘disambangi’ setidaknya 20 topan tiap tahunnya. [Mohamad Deny Irawan]
























