Antalya, Gontornews — Menteri Industri dan Teknologi Turki, Mustafa Varank, mengatakan rudal udara-ke-permukaan yang dikembangkan untuk jet tempur F-35 dapat digunakan dengan pesawat tempur nasional Turki yang dikembangkan secara lokal dan pesawat udara tak berawak (UAV).
Seperti dirilis hurryetdailynews.com, Varank mengatakan dua negara mengembangkan rudal jelajah SOM-J.
“Jika negara-negara dalam program F-35 ingin membeli rudal jelajah jenis ini, kita dapat dengan mudah menjual rudal-rudal ini bahkan jika kita keluar dari program,” kata Mustafa Varank saat konferensi pers di Festival Pengamatan Langit Nasional ke-22 di Antalya, Turki, Sabtu (3/8).
Rudal jelajah SOM-J yang diproduksi Turki juga dapat diintegrasikan ke dalam Akıncı UAV yang diproduksi oleh perusahaan Turki Baykar, kata Varank.
Ia menambahkan, puncak proyek UAV yaitu memproduksi pesawat tempur tak berawak.
“Ini adalah masa depan UAV. Saya percaya Akıncı akan memiliki efek pengganda yang sangat besar dalam industri pertahanan kita,” katanya.
Sejak 2017, Turki dan AS berselisih atas keputusan Turki untuk membeli S-400, sistem pertahanan rudal buatan Rusia. AS bahkan mengancam akan memutus kontrak penjualan jet F-35 kepada Turki.
Para pejabat AS berpendapat sistem Rusia tidak akan sesuai dengan sistem NATO.
Turki menekankan S-400 tidak akan diintegrasikan ke dalam sistem NATO dan tidak akan menimbulkan ancaman bagi aliansi.
Pengiriman komponen S-400 dimulai pekan lalu dan sedang berlangsung, dengan 14 pengiriman peralatan terkait sejauh ini telah mendarat di Turki selama sembilan hari terakhir. [RM]





















