Cox’s Bazar, Gontornews – Perdana Menteri Turki, Binali Yildirim, meminta masyarakat internasional memantau pemulangan balik pengunsi Rohingya dari Bangladesh ke Myanmar. Pernyataan ini disampaikan PM Yildirim saat mengunjungi tempat pengungsian warga Rohingya dan meresmikan kamp medis di Balukhali serta penyerahan dua ambulan kepada pemerintah distrik Cox’s Bazar, Bangladesh, Rabu (20/12).
Menurut Reuters, setidaknya 870 ribu warga Rohingya mengungsi ke Bangladesh . Sebanyak 660 ribu di antaranya tiba pada 25 Agustus silam, saat tentara Myanmar menyerang balik gerilyawan Rohingya yang menyerang pos keamanan tentara Myanmar.
“Militer Myanmar telah berusaha mencabut status (kewarganegaraan) Muslim Rohingya dari Tanah Air mereka sendiri dengan cara menganiaya, membakar rumah dan desa, memperkosa, menyiksa dan membunuh perempuan Rohingya,” kata Yildirim.
Ia juga menyebutkan, langkah yang diambil militer Myanmar sebagai bentuk genosida.
“Ini adalah bentuk genosida.”
“Komunitas internasional perlu memastikan keselamatan mereka hingga tiba di Tanah Airnya,” tandas Yildirim ditemani Menteri Luar Negeri Bangladesh, Abul Hassan Mahmood Ali. [Mohamad Deny Irawan]





















