Istanbul, Gontornews — Turki telah mencatat 37.303 kasus virus korona baru dalam waktu hanya 24 jam. Ini jumlah tertinggi sejak awal pandemi lebih dari setahun yang lalu. Demikian data kementerian kesehatan Negara itu menunjukkan pada 30 Maret sebagaimana dirilis Hurriyetdailynews.com.
Pemerintah mengatakan pada 29 Maret akan memperketat pembatasan pergerakan dan pertemuan karena meningkatnya infeksi, kurang dari sebulan setelah meredakannya.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan pengetatan langkah-langkah virus korona, termasuk kembalinya penguncian akhir pekan nasional penuh dalam bulan suci Ramadhan.
Korban tewas harian terbaru yang tercatat 155, sehingga jumlah korban kumulatif menjadi 31.385.
Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca mengatakan kepada wartawan di parlemen bahwa varian baru virus corona, yang oleh para pejabat dituding sebagai penyebab lonjakan infeksi, kini telah terlihat di setiap provinsi.
“Saat ini tingkat mutasi di Turki sudah mencapai sekitar 75 persen. Di beberapa provinsi sekitar 50-55 persen, tapi ada provinsi yang 95 persen,” kata Koca.
Sebagian besar berasal dari varian yang pertama kali diidentifikasi di Inggris, dengan jumlah yang jauh lebih kecil dari yang pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan dan Brasil.
“Kita harus menunjukkan sedikit upaya dalam melindungi mereka yang berada dalam kelompok berisiko dan membatasi kontak dekat. Sampai kapan? Setidaknya sampai vaksinasi selesai,” ujarnya.
Kementerian Kesehatan juga mengumumkan tingkat infeksi pekanan terbaru dari virus korona di 81 provinsi Turki pada 20-26 Maret.
Jumlah kasus per 100.000 orang lebih dari 401 terjadi di kota metropolitan Istanbul, naik dari 251 pada pekan sebelumnya, 184 di ibukota, Ankara, dari 107, dan 156 di provinsi barat Izmir (sebelumnya 111).
Menurut data, Provinsi Samsun di Laut Hitam terus memiliki total kasus pekanan tertinggi dengan 586 per 100.000 orang.
Sedangkan di provinsi tenggara Şırnak, Siirt, Şanlıurfa dan Mardin serta provinsi timur Van memiliki infeksi COVID-19 terendah per 100.000. Şırnak hanya memiliki 13.
Sementara itu, Turki akan mulai memberikan vaksin virus korona Pfizer-BioNTech dalam beberapa hari ke depan, menurut kementerian.
“Sekitar 2,8 juta dosis vaksin BioNTech telah dibawa ke negara tersebut dan ditempatkan di gudang kementerian. Vaksin yang akan diterapkan setelah studi analisis akan mencapai 4,5 juta dosis pada April,” kata kementerian dalam tweetnya.
Turki memulai kampanye vaksinasi COVID-19 massal pada 14 Januari dan telah memberikan sekitar 16 juta suntikan vaksin virus korona sejak itu.
Hingga saat ini, lebih dari 9 juta orang telah diberikan dosis pertama vaksin untuk melawan virus korona. Lebih dari 6,9 juta orang juga telah menerima vaksin dosis kedua. []






















