Ankara, Gontornews — Komentar terbaru Presiden AS Donald Trump tentang pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi menunjukkan, ia akan “menutup mata” terhadap masalah ini terlepas dari apa yang diungkapkan para penyidik. Demikian kata Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu.
Trump telah berjanji untuk mempertahankan Arab Saudi sebagai “mitra yang teguh” meskipun mengatakan bahwa Putra Mahkota Kerajaan Mohammad bin Salman mungkin tahu tentang rencana pembunuhan wartawan itu.
Mengkritik Trump karena memprioritaskan hubungan komersial daripada keadilan, Cavusoglu mengatakan bahwa kehidupan manusia harus didahulukan.
“Pernyataan yang dibuat Trump ini juga berarti, ‘Tidak peduli apa yang terjadi, saya akan menutup mata.’ Ini bukan pendekatan yang benar. Tidak semuanya (diukur) dengan uang,” kata Cavusoglu kepada penyiar CNN Turk, Jumat (23/11).
Ia juga mengomentari langkah-langkah mitra Eropa dalam kaitannya dengan kasus ini.
Pada hari Senin, Jerman mengatakan akan melarang 18 warga Saudi memasuki wilayahnya dan zona bebas paspor Schengen Eropa atas dugaan terkait dengan pembunuhan itu.
Pada bulan Oktober, Jerman menyerukan negara-negara Uni Eropa untuk mengikuti jejaknya dan menangguhkan penjualan senjata ke Arab Saudi. Namun Prancis meremehkan ajakan itu. Sebab, bagi Prancis, Saudi pembeli senjata dan peralatan militer terbesar kedua setelah India.
Namun Denmark pada Kamis mengikuti ajakan Jerman. Negeri itu membekukan semua penjualan senjata dan peralatan militer ke Saudi.
Cavusoglu mengatakan, “tindakan buatan” tidak akan membantu menyelesaikan krisis.
“Mereka (Eropa) mengatakan tidak ingin merusak hubungan dengan Arab Saudi. Kami tidak ingin mengecewakan hubungan kami,” katanya.
Ia menambahkan, Ankara akan melakukan apa saja untuk menjelaskan pembunuhan itu. [Rusdiono Murkri]





















