Ngawi, Gontornews — “Sahnya sholat makmum bergantung pada sholatnya sang imam.” Pesan ini disampaikan oleh Ustazah pembimbing pengarahan ujian imamah di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri Kampus 2. Bertempat di Aula Gontor Putri 2 Santriwati Kelas 5 Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Gontor menjalani ujian Ahad lalu.
Kriteria penilaian ujian imamah ditentukan dengan seberapa besar keshahihan gerakan shalat, kemampuan hafalan juga kefashihan bacaan Al-Qur’an, do’a, dan dzikir setelah shalat.
“Ujian Imamah merupakan Ujian bagi kelas 5 untuk menjadi seorang imam sholat, ujian ini diadakan setiap tahunnya untuk menguji kemampuan santriwati kelas 5 dalam keshahihan setiap gerakan shalat dan kefashihan bacaan Hafalan Al-Qur’an, do’a dan dzikir setelah shalat,” terang ustazah Delliyana selaku Guru Pembimbing di Gontor Putri 2.
Pengarahan bertujuan agar para santri mengerti, betapa kesiapan jiwa dan raga merupakan hal yang penting sebelum mampu menjadi imam shalat bagi jamaahnya.
“Sahnya sholat makmum ada pada sholatnya imam, maka dari itu ujian Imamah ini akan secara khusus melihat kebenaran dari sisi bacaan dan pemahaman santri,” tambahnya.
Bila siswi dinyatakan lulus ujian, maka siswi dinyatakan boleh menjadi imam untuk makmum yang merupakan anggota rayon/asramanya masing-masing.
“semua santriwati tidak perlu lagi mengkhawatirkan kualitas bacaan shalat setiap imam yang menjadi pemimpin dalam ibadah sholat fardhu lima waktu mereka,” tutup Ustazah Delliyana.





















