Roma, Gontornews — Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte, mengatakan pemerintah menutup semua toko, bar, restoran dan aktifitas komersial, Rabu (11/3). Penutupan tersebut tidak berlaku bagi sejumlah layanan penting yang terkait penanganan virus korona di Italia.
Sebagaimana diketahui, virus korona di Italia melonjak 196 kasus dalam 24 jam terakhir. Secara total, virus korona telah menginfeksi 10.590 kasus virus COVID-19 di Italia. Akibat virus tersebut, Italia menjadi negara paling terpukul di Eropa.
Lebih lanjut, Conte mengatakan bahwa pembatasan ini akan berlaku secara nasional untuk dua minggu ke depan. Setelah dua pekan, kondisi ini akan dievaluasi dan setiap perkembangan akan dinilai.
“Kami hanya akan melihat efek dari upaya besar ini dalam beberapa minggu,” kata PM Conte sebagaimana dilansir Anadolu.
“Inilah saatnya untuk mengambil langkah lebih lanjut,” tambah Conte.
Melalui aturan ini, Perdana Menteri Italia menetapkan bahwa semua tokok akan ditutup kecuali supermarket, toko kelontong dan apotek. Semua bar dan restoran akan ditutup. Sementara perusahaan akan tetap dapat beraktifitas selama protokoler keamanan khusus bagi karyawan diterapkan.
Conte juga memastika bahwa layanan penting seperti transportasi, perbankan, asuransi dan pertanian tetap berjalan.
“Kita harus tetap menjauh sekarang untuk bisa saling merangkul setelah itu, Bersama-sama kita akan berhasil,” tutup Conte.
WHO menetapkan virus COVID-19 sebagai pandemi global, Rabu (11/3). Dalam perhitungan WHO, lebih dari 118.000 warga terinfeksi dengan 4.291 kematian tersebar di 114 negara di dunia. Hanya 81 negara yang tidak mengonfirmasi virus korona di wilayahnya.
Selain Italia, tiga negara terdampak virus koroan terburuk adalah Cina, Korea Selatan dan Iran. [Mohamad Deny Irawan]






















