Rangkasbitung, Gontornews — Forum Komunikasi Pesantren Modern (FKPM) Banten menggelar kegiatan Liqo Syahri di DAZ Syar’i Swimming Pool, Pondok Pesantren Modern Darel Azhar, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Senin (13/1/2025). Kegiatan bulanan tersebut berlangsung khidmat dalam suasana penuh keakraban khas pesantren.
Acara ini dihadiri oleh Wakil Bupati Lebak Ir Amir Hamzah MSi, Asisten Daerah III, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lebak, serta sejumlah pejabat daerah lainnya. Sekitar 40 kiai dan nyai dari pesantren modern se-Banten turut hadir, bersama perwakilan Forum Kaderisasi Pondok Pesantren (FKPP).
Selain sebagai forum silaturahmi dan diskusi keumatan, Liqo Syahri kali ini juga dirangkaikan dengan peresmian sejumlah sarana pendidikan dan pembinaan di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar, meliputi PUSDIKLATKA Pramuka Gudep 01–137 dan 01–138, Padepokan Pencak Silat III, serta Miniatur Manasik Haji.
Pimpinan Pondok Pesantren Modern Darel Azhar, Dr KH Ikhwan Hadiyyin MM, menyampaikan bahwa Liqo Kiai FKPM Banten merupakan forum strategis yang telah menjadi ruang penguatan nilai dan arah perjuangan pesantren modern selama hampir tiga dekade.
“Liqo Kiai FKPM Banten adalah nikmat silaturahmi yang dijaga dengan istiqamah,” ujar KH Ikhwan.
Ia menjelaskan, forum yang digagas oleh KH Abdullah Syukri Zarkasyi dan KH A Rifai Arif, serta dideklarasikan di PPM Darel Azhar tersebut, telah berperan penting dalam menjaga kesinambungan visi pendidikan pesantren modern. Melalui Liqo Syahri, para kiai tidak hanya bertukar gagasan, tetapi juga saling menguatkan niat, meluruskan langkah, dan merawat amanah pesantren agar tetap berpijak pada nilai keikhlasan, perjuangan, dan pengabdian di tengah dinamika perubahan zaman.
Menurutnya, Liqo Syahri juga berfungsi sebagai majelis barakah yang menyatukan dimensi spiritual dan strategis pesantren. Ruh kebersamaan yang terbangun dalam forum ini menjadi modal penting bagi pesantren modern di Banten untuk terus hidup, berkembang, dan berkontribusi nyata bagi umat dan bangsa, termasuk dalam memperkuat sinergi dengan pemerintah menuju Indonesia Emas yang berkeadaban.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan Senam Hydro Terapi yang dipandu oleh dr Sri Herni, yang diikuti secara antusias oleh para nyai FKPM Banten sebagai bagian dari ikhtiar menjaga kesehatan dan kebugaran insan pesantren.
Liqo Syahri FKPM Banten sendiri merupakan agenda rutin yang telah digagas sejak 1997 dan hingga kini terus dilaksanakan secara konsisten sebagai wadah penguatan ukhuwah dan peran strategis pesantren modern di Provinsi Banten.[]






















