Ponorogo, Gontornews — Wakil Menteri Luar Negeri Abdurrahmam Muhammad Fachir bicara terkait perkembangan dunia Islam saat ini. Menurut mantan Duta Besar Indonesia untuk Mesir ini, pusat peradaban Islam masa kini ada di Indonesia.
Pernyataan ini bagi Fachir tidak berlebihan. Sebab setiap pertemuan resmi negara, interaksi di tingkat presiden dan menteri terkait, mereka selalu melihat bahwa Indonesia adalah model pelaksanaan Islam dalam pengertian yang luas.
“Pusat ilmu keislaman ada di timur tengah tapi pusat peradaban Islam masa kini ada di Indonesia,” ujarnya dalam acara Reuni Akbar Alumni Gontor dalam rangka Peringatan 90 Tahun Gontor.
Pandangan ini kemudian disambut Pemerintah Indonesia dengan mendirikan Universitas Islam Internasional Indonesia. Uniknya, lanjut Fachir, banyak alumni Gontor yang ikut mewarnai kemajuan pemikiran di seluruh dunia. Itulah yang menurutnya, antara lain akan memberikan citra bahwa Indonesia pusat peradaban Islam masa kini.
“Saya selalu optimis kita (keluarga Gontor) adalah pelaku dan pencipta peradaban Islam,” papar alumnus Gontor tahun 1976 ini.
Pria yang juga hobi bermain gitar ini ingat ketika dulu membaca Wardun (Warta Dunia), media internal milik Pondok Modern Darussalam Gontor, sering membaca kabar alumni yang berkiprah di seluruh dunia di segala bidang. Fachir yang pernah mewakili pramuka Gontor pertama ke luar negeri ini, membayangkan kiprah alumni ini terus ditingkatkan dan bersinergi bersama. Bisa menjadi kekuatan besar untuk mewujudkan visi Trimurti sebagai perekat umat serta Gontor “berdiri di atas dan untuk semua golongan.”
“Kalau visi Trimurti saja bisa memiliki sinergi seperti Santine Ketan, al-Azhar, Sanggit, Alighar dan segala macamnya, kita harus berhasil menerjemahkan visi Trimurti itu. Dan yang sudah diinisiasi oleh Trimurti sangat berarti, mulai dari pramuka, olahraga, muhadharah dan segala macam pendidikan di Gontor,” paparnya. [Ahmad Muhajir/Rus]




















