New Delhi, Gontornews – Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi diminta untuk memberikan perlindungan kepada umat Islam di India. Sebab, kekerasan dan bahkan pembunuhan kerap menimpa umat Islam di negeri itu.
Pada hari Selasa, seorang pria dipukuli dan rumahnya dibakar oleh gerombolan yang menuduhnya membantai seekor sapi di negara bagian Jharkhand bagian timur.
Kelompok hak asasi manusia mengatakan pejabat pemerintah, termasuk perdana menteri, lamban bereaksi. Pemerintah dinilai lambat mengecam serangan tersebut dan tindakan polisi terhadap pelaku dinilai tidak memadai.
Lima dari pembunuhan tersebut, hampir semuanya terjadi di siang bolong dan di tempat umum yang ramai, telah terjadi dalam tiga bulan terakhir.
Hampir semua dari 63 serangan yang terjadi sejak 2010 yang melibatkan kekerasan terkait dengan sapi dicatat setelah Modi dan pemerintah nasionalis Hindu berkuasa pada tahun 2014. Demikian tulis IndiaSpend, sebuah situs jurnalisme data, dalam sebuah laporannya.
Sebanyak 28 warga India – 24 di antaranya Muslim – telah terbunuh dan 124 lainnya cedera sejak 2010 karena kekerasan terkait dengan sapi, kata IndiaSpend.
Anjali Arondekar, seorang profesor yang datang dari negara bagian California, AS, mengatakan bahwa dia ikut menghadiri demonstrasi di Mumbai karena “tampaknya tidak ada lagi yang peduli terhadap seorang pria muda Muslim yang terbunuh”.
Tokoh masyarakat meminta Modi untuk berbuat lebih banyak demi melindungi 14 persen dari 1,3 miliar orang India yang beragama Islam. [Rusdiono Mukri]





















