Jenewa, Gontornews – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menyebut terdapat sektiar 7 juta manusia meninggal dunia tiap tahun akibat polusi udara. Dalam data WHO yang dirilis pada Rabu (3/4) itu, secara gobal, sembilan dari 10 orang bernafas dalam tingkat polusi tinggi.
“Polusi udara mengancam kita semua. Tetapi orang-orang termiskin dan paling terpinggirkan menanggung beban berat,” kata Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam pernyataanya yang dilansir laman Deutsche Welle.
Lebih dari 90 persen yang disebabkan buruknya kualitas udara terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah di Asia dan Afrika. Menurut WHO, buruknya kualitas udara rumah tangga telah membunuh jutaan orang.
Secara spesifik, WHO melakukan pemeriksaan kualitas udara di luar dan dalam ruangan dengan menggabungkan data lebih dari 4.300 kota di 108 negara.
Hasilnya, polusi udara di luar ruangan diperkirakan telah menyebabkan 4,2 juta kematian sepanjang tahun 2016. Sementara itu, polusi rumah tangga yang disebabkan oleh penggunaan bahan bakar polutan seperti arak untuk memasak telah menyebabkan 3,8 juta orang meninggal dunia di waktu yang sama.
WHO juga mencatat bahwa 40 persen populasi global tidak memiliki akses bahan bakar atau teknologi bersih dalam memasak.
“Ini tidak dapat diterima bahwa lebih dari 3 miliar orang masih menghirup asap mematikan setiap hari dari penggunaan tungku dan pencemaran bahan bakar di rumah mereka,” ungkap Ghebreyesus.
WHO juga menjelaskan bahwa polusi udara telah menyebabkan sejumlah penyakti seperti stroke, kanker paru-paru, jantung dan infeksi pernafasan. [Mohamad Deny Irawan]






















