Jenewa, Gontornews — Badan kesehatan dunia, WHO, Selasa (13/12/2022), mengatakan bahwa Cina sedang menghadapi masa yang sangat sulit setelah mencabut kebijakan ‘Zero Covid’ yang kaku dan membiarkan orang hidup dengan virus. Kebijakan ini pula menimbulkan tantangan tersendiri bagi pemerintah Cina dalam mempersiapkan rumah sakit dan memastikan orang cukup terlindungi dari paparan virus.
Pekan lalu, Beijing mencabut kebijakan ‘Zero Covid’ setelah masyarakat melancarkan protes keras karena kebijakan penguncian yang terbilang kejam. Pencabutan kebijakan tersebut memicu kekhawatiran bahwa infeksi dapat melonjak meski mendapatkan respons baik dari masyarakat.
Juru bicara WHO, Margaret Harris, mengatakan bahwa perubahan kebijakan ini membuat pemerintah Cina menghadapi waktu yang sangat sulit.
“Selalu sangat sulit bagi negara mana pun yang keluar dari situasi saat Anda memiliki kontrol yang sangat ketat,” kata Harris sebagaimana dilansir Reuters.
“Kami selalu mengatakan sebelumnya: jangan mengunci terlalu mudah dan terlalu cepat karena (kalian) akan sangat sulit untuk keluar,” sambungnya.
WHO menjelaskan beberapa tantangan yang akan dihadapi oleh Cina yaitu memastikan populasi mendapatkan vaksinasi tepat sasaran dan mempersiapkan rumah sakit guna merespons peningkatan kasus serta masyarakat yang mengalami infeksi penyakit lain.
“Ada banyak hal yang harus Anda lakukan di tingkat masyarakat, di tingkat rumah sakit, di tingkat nasional untuk mempertahankan transisi itu,” ucap Harris.
Biasanya, WHO tidak mengomentari kebijakan penanganan Covid-19 di masing-masing negara. Namun, bulan Mei lalu, Direktur WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyebut bahwa kebijakan ‘Zero-Covid’ di Cina yang tidak berkelanjutan.
Awal bulan ini, Kepala kedaruratan WHO Mike Ryan mengapresiasi pemerintah Cina untuk menyesuaikan strategi dan mendesak mereka untuk terus meningkatkan cakupan vaksinasi. [Mohamad Deny Irawan]






















