Jenewa, Gontornews — Badan kesehatan dunia, WHO, Selasa (8/12), tidak memperkirakan bahwa setiap negara mewajibkan vaksin demi membendung penyebaran virus korona. WHO menghimbau pemberian vaksin Covid-19 diperuntukkan bagi kelompok prioritas seperti tenaga kesehatan dan orang tua.
Pemerintah Inggris misalnya memulai program vaksinasi pada pekan ini. Walhasil, otoritas terkait berusaha meyakinkan warga untuk meyakini tentang tingkat keamanan dan kemanjuran vaksin. Namun, sejumlah ahli menyebut bahwa pengunaan vaksin bagi kelompok nonprioritas berpotensi masuk arus utama teori konspirasi.
“Saya tidak berpikir untuk membayangkan negara mana pun membuat mandat untuk vaksinasi,” kata Direktur Vaksin, Imunisasi dan Biologi WHO, Kate O’Brien.
“Mungkin ada beberapa negara atau beberapa situasi di negara-negara yang mengharuskan atau merekomendasikan vaksinasi,” tambahnya dilansir Reuters.
Sementara itu, Direktur Kedaruratan WHO, dr Mike Ryan, menyarankan untuk menyampaikan kepada orang-orang tentang sisi positif vaksin tanpa memaksa mereka untuk menggunakan vaksin. “Akan jauh lebih baik untuk menyajikan data kepada orang-orang, memberikan manfaat serta membiarkan orang mengambil keputusan sendiri berdasarkan alasan (yang mereka yakini),” kata Ryan.
O’Brien melanjutkan sekalipun ketersediaan vaksin terpenuhi, penelitian seputar Covid-19 harus terus berjalan. Pasalnya, sejumlah vaksin yang telah beredar mengalami perbaikan dari waktu ke waktu.
WHO sendiri tengah mempersiapkan waktu untuk berkunjung ke Cina guna mempelajari asal usul virus korona. “Kami berencana dan berharap untuk berada di lapangan secepat mungkin,” tutup Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus. [Mohamad Deny Irawan]






















