Destinasi wisata di Nusa Tenggara Timur tak kalah dengan pulau tetangganya: Bali dan Nusa Tenggara Barat. Nusa Tenggara Timur ternyata juga menyajikan ragam destinasi wisata alam yang masih orisinil dan indah. Provinsi yang biasa disingkat NTT ini memiliki 21 kabupaten/kota.
Provinsi ini terdiri dari kurang lebih 550 pulau. Ada tiga pulau utama di Nusa Tenggara Timur, yaitu Pulau Flores, Pulau Sumba, dan Pulau Timor (barat). Sementara bagian timur Pulau Timor merupakan bekas provinsi Indonesia yang ke-27, yaitu Timor Timur yang merdeka menjadi negara Timor Leste pada tahun 2002.
Hampir semua pulau di wilayah Nusa Tenggara Timur terdiri dari pegunungan dan perbukitan kapur.
Dari sejumlah gunung yang ada, terdapat gunung berapi yang masih aktif. Di Pulau Flores, Sumba dan Timor terdapat kawasan padang rumput atau sabana dan stepa yang luas. Tak heran jika pulau ini menyajikan keindahan alam yang luar biasa. Berikut lima destinasi wisata alam di Nusa Tenggara Timur yang bisa Anda kunjungi:
- Taman Nasional Komodo
Komodo atau Varanus komodoensis adalah spesies langka yang hampir punah, hanya dapat kita temukan di Taman Nasional Komodo.
Karena keunikan dan kelangkaannya, Taman Nasional Komodo dinyatakan sebagai a World Heritage Site dan Man and Biosphere Reserve oleh UNESCO tahun 1986.
Di Taman Nasional Komodo ini kita bisa menemukan sekitar 277 spesies binatang perpaduan antara hewan asal Asia dan Australia.
Taman Nasional Komodo ini didirikan untuk melindungi hewan-hewan yang sudah hampir punah dan hewan-hewan yang terbatas penyebarannya. Misalnya, komodo dan sekitar 25 hewan-hewan darat dan juga burung yang dilindungi.
Selain hewan-hewan yang dilindungi karena sudah hampir punah, kita juga bisa menemukan sekitar 253 jenis terumbu karang yang indah di Taman Nasional Komodo.
- Danau Kelimutu
Danau Kelimutu merupakan salah satu objek wisata yang paling sering dikunjungi wisatawan ketika berlibur ke Nusa Tenggara Timur. Danau yang memiliki tiga warna ini terletak di puncak Taman Nasional Kelimutu.
Danau Kelimutu dipopulerkan seorang warga Belanda bernama Van Such Telen pada tahun 1915. Keindahannya semakin dikenal luas setelah Y Bouman melukiskan keindahan dan perubahan warna air danau tersebut dalam tulisannya tahun 1929.
Perubahan warna air Danau Kelimutu tidak dapat diprediksi. Kadang-kadang warnanya biru, hijau, hitam dan lain waktu bisa berwarna putih, merah, biru maupun berwarna cokelat tua.
Secara ilmiah, perubahan warna Danau Kelimutu merupakan faktor kandungan mineral, lumut, batu-batuan di dalam kawah dan pengaruh cahaya matahari. Para ilmuwan yakin bahwa danau ini terbentuk dari erupsi gunung vulkanik pada zaman purba.
- Pulau Kera
Pulau Kera merupakan pulau yang berada di tengah laut yang dekat dengan tepi kota Kupang. Dinamakan Pulau Kera bukan karena banyak kera yang hidup di tempat ini, tapi karena sebenarnya kata kera berasal dari “kea” yang berarti penyu.
Dahulu pulau ini merupakan tempat penangkaran penyu, mungkin karena salah dalam pengucapan sehingga lebih terdengar sebagai kera.
Di sini penduduknya ramah terhadap para wisatawan, tetapi masih minim fasilitas pendukung di Pulau Kera.
Jadi, usahakan membawa bekal dari penginapan jika ingin berwisata ke Pulau Kera. Lama perjalanan yang ditempuh sekitar 1 jam dari Kupang.
Anda bisa melakukan camping, diving, snorkling di pulau ini karena pemandangan bawah airnya yang indah.
- Pulau Alor
Alor merupakan sebuah pulau dengan kekayaan bawah laut yang mengagumkan dan berlokasi di bagian timur Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Meski akses masih terbatas, tetapi itu tidak menyurutkan minat para pecinta alam untuk menjelajahi keindahannya.
Meski belum tersohor seperti Raja Ampat atau Taman Nasional Komodo, tetapi para penyelam yang pernah ke sana menceritakan bahwa keindahan Alor tak kalah dengan kedua tempat tersebut. Bahkan bila dibandingkan dengan Kepulauan Karibia yang tersohor itu.
Salah satu keunikan pulau ini adalah ditemukannya banyak moko (benda pusaka).
Untuk melihat langsung kekayaan budaya Alor, Anda bisa berkunjung ke Museum 1000 Moko. Termasuk Anda akan menemukan tenunan indah dengan beragam warna dan corak. Tenunan khas Alor (kawate) bahkan sudah melanglang buana hingga ke Jepang.
- Pantai Merah
Berbeda dengan pantai laut pada umumnya, pantai ini memberikan suasana pink di bibir pantainya. Pasir pantai ini berwarna merah muda.
Pantai Merah ini merupakan satu dari 7 pantai berpasir merah muda yang ada di dunia.
Tidak hanya kondisi pantainya yang cantik, kehidupan bawah laut di Pantai Merah juga menyimpan keindahan dan kekayaan yang menarik untuk diselami. Taman bawah laut pantai ini adalah rumah bagi beragam jenis ikan, ratusan jenis batu karang, dan berbagai jenis biota laut lainnya.
Masyarakat lokal lebih suka menyebutnya Pantai Merah, sementara wisatawan asing lebih suka menyebutnya Pink Beach. Warna pink yang lembut tampak kian jelas terutama saat pasir tersapu ombak.
Beberapa berpendapat bahwa warna pink berasal dari pecahan karang berwarna merah yang sudah mati dan memang banyak ditemukan di pantai ini.
Pendapat lain menyebutkan, warna pink itu karena adanya hewan mikroskopik bernama foraminifera yang memproduksi warna merah atau pink terang pada terumbu karang.[]






















