Sanaa, Gontornews — Setidaknya 140 orang tewas dan lebih dari 500 terluka dalam serangan udara saat berlangsung upacara pemakaman di ibukota Yaman, Sanaa. Demikian kata pejabat kesehatan setempat.
Kantor berita Saba, yang mendukung kelompok Houthi, sekutu Iran, menuduh jet tempur koalisi Arab menyerang aula tempat upacara berlangsung di jalan al-Khamseen, Sabtu (8/10) sore.
Disebutkan, ratusan pelayat berkumpul di aula untuk mengambil bagian dalam upacara pemakaman.
PBB merilis sebuah pernyataan yang mengatakan, koordinator kemanusiaan PBB dan komunitas LSM di Yaman marah dan terkejut oleh serangan udara itu.
“Laporan-laporan awal dari pejabat kesehatan di Sana’a menunjukkan, lebih dari 140 orang tewas dan lebih dari 525 luka-luka.”
Korban tewas pada peristiwa ini merupakan salah satu yang terbesar dalam insiden tunggal sejak aliansi Arab mulai operasi militer di Yaman untuk mencoba mengembalikan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi berkuasa setelah diusir oleh Houthi, Maret 2015.
Namun, sumber-sumber dalam aliansi membantah terlibat dalam serangan itu.
“Benar-benar tidak ada operasi yang menargetkan serangan seperti itu,” salah satu sumber mengatakan kepada kantor berita Reuters.
“Koalisi menyadari laporan tersebut dan yakin bahwa ada penyebab lain dari pengeboman yang harus dipertimbangkan.”
Hakim al-Masmari, editor Yaman Post, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa Sanaa dilanda empat kali serangan.
“Awalnya dua serangan, kemudian setelah pesawat menjauh, datang lagi dua serangan. Warga menyaksikan serangan itu.”
“Pejabat senior intelijen dan militer hadir pada acara itu, dan Walikota Sanaa Abdul-Qader Hilal dikonfirmasi tewas,” kata al-Masmari.
Koalisi Arab, yang dibentuk oleh Arab Saudi, telah memberikan dukungan udara untuk pasukan Hadi dalam perang saudara yang telah menewaskan lebih dari 10 ribu orang sejak Maret 2015 dan menelantarkan lebih dari tiga juta warga.
Pertempuran meningkat sejak Agustus lalu ketika perundingan damai yang disponsori PBB di Kuwait berakhir tanpa kesepakatan.
Saba, mengutip sumber keamanan mengatakan, serangan terjadi saat berlangsung pemakaman ayah Brigadir Jalal al-Ruweishan, Menteri Dalam Negeri dalam pemerintahan Houthi.
Sumber itu mengatakan, Ruweishan hadir pada acara tersebut. Namun belum ada kabar apakah ia selamat dari serangan.
Serangan menyebabkan kebakaran besar di aula, yang sebagian besar hancur, kata laporan Saba.
Haykal Bafana, seorang analis Yaman yang berbasis di Sanaa, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa empat rudal telah menghantam aula.
“Saya menyaksikan serangan udara, yang berlangsung hampir 1,5 km dari rumah saya. Mereka pertama kali menggunakan rudal biasa yang menusuk atap. Yang kedua adalah rudal pembakar yang membuat seluruh aula terbakar.”
Dia juga mengatakan, para pejabat militer yang hadir mungkin menjadi target serangan itu.
“Ali Abdullah Saleh hampir tidak pernah menghadiri pemakaman. Saya pikir targetnya adalah Jalal al-Ruwaishan. Itu pemakaman ayah Sheikh Ali.”
Ruweishan telah berpihak pada gerakan Houthi ketika Presiden Yaman Hadi melarikan diri setelah Houthi menyerang markasnya di kota pelabuhan selatan, Aden, Maret 2015. [Rusdiono Mukri]





















