London, Gontornews – Pada hari Sabtu (9/1), Yaman menyerukan kepada PBB, komunitas internasional dan organisasi hak asasi manusia untuk menangani kejahatan perang dan pelanggaran brutal yang dilakukan oleh milisi Houthi di Yaman. Demikian dilansir Arabnews.com.
Kepala Pemerintah Yaman, Maeen Abdulmalik Saeed, mengatakan mereka harus mengambil sikap atas pelanggaran yang dilakukan milisi yang didukung Iran terhadap penduduk di daerah Al-Hima di utara Taiz, di barat daya Yaman.
Milisi Houthi mengepung Desa Al-Hima dan Al-Haq di Taiz pada hari Jumat, menewaskan empat orang, termasuk seorang anak, melukai tujuh lainnya serta merusak dan menghancurkan beberapa rumah.
Perdana Menteri mengatakan bahwa komunitas internasional dan organisasi-organisasinya harus bereaksi dan tidak berdiam diri atas kejahatan milisi yang didukung Iran. Hal ini diperlukan agar Houthi tidak melanjutkan kejahatan mereka terhadap warga sipil tak bersenjata.
Abdulmalik menyatakan komentarnya dalam pembicaraan telepon dengan Gubernur Taiz Nabil Shamsan. Ia menegaskan bahwa pembunuhan anak-anak, wanita dan warga sipil, penangkapan, pemboman rumah dan mengusir paksa warga tidak akan dikenakan undang-undang pembatasan, namun pelakunya akan ‘membayar kejahatan’ mereka,” lapor Kantor Berita resmi Yaman.
Gubernur memberi penjelasan kepada Perdana Menteri tentang kejahatan yang dilakukan oleh milisi Houthi, termasuk pengeboman rumah dan pertanian penduduk dengan roket dan artileri, pembunuhan wanita dan anak-anak, serta penculikan puluhan orang yang tidak bersalah. []






















