New Haven, Gontornews – Setelah lama tak terdengar, baru-baru ini, temuan baru tentang Virus Zika kembali mengemuka. Sebuah penelitian dari Yale University yang dipimpin oleh Dr Erol Fikrig menyebut zika dapat mengganggu organ repoduksi pria.
Dr Fikrig mengatakan bahwa zika mengurangi ukuran testis tikus yang terinfeksi hingga 21 hari pasca terinfeksi. Dr Fikrig bahkan menyebut gigihnya virus tersebut saat masuk ke organ reproduksi laki-laki menyebabkan penularan seksual dan mengganggu kesuburan pria.
Sedangkan pada manusia, testis yang telah terinfeksi virus Zika tetap dapat memproduksi air mani. Meski, dalam penelitian sebelumnya, belum jelas apakah virus tersebut mempengaruhi testis secara langsung atau tidak.
Dalam penelitian yang diterbitkan oleh Science Advance tersebut, Dr Fikrig menggunakan tikus sebagai objek penelitiannya. Tikus tersebut telah dimodifikasi secara genetik untuk melihat perkembangan Virus Zika di tubuhnya.
Para peneliti menemukan gangguan pada organ reproduksi tikus tersebut sejak awal virus tersebut menginfeksi hingga 21 hari setelahnya.
“Studi ini menunjukkan bagaimana virus Zika merusak testis,” kata penulis pertama Ryuta Uraki sebagaimana dilansir Yale news, Rabu (22/2).
Uraki menambahkan virus tersebut tinggal di ruang penyimpanan bernama epididimis yang bertugas untuk menyampaikan sperma dari testis ke uretra. Hal ini mirip dengan penularan yang biasa terjadi pada hubungan intim laki-laki dan perempuan.
Tidak hanya itu, Uraki juga menemukan bahwa Virus Zika juga mempengaruhi ukuran testis.
“Hasil ini menunjukkan bahwa infeksi (pada testis) dapat mengurangi produktifitas organ reproduksi laki-laki,” ungkap Uraki. [Mohamad Deny Irawan]




















