Jenewa, Gontornews — Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) mengonfirmasi bahwa wahab Ebola yang terjadi di sejumlah wilayah di Republik Demokratik Kongo telah menyebar ke wilayah selatan. WHO juga melansir, wabah Ebola di Kongo telah menyebabkan setidaknya 439 dari 713 yang terinfeksi Ebola meninggal dunia.
Kondisi ini diperparah dengan perang saudara yang terjadi di wilayah Kongo sehingga menyebabkan petugas kesehatan kesulitan untuk bergerak dan memeriksa calon pasien yang terkena Ebola serta memberikan informasi pencegahan terhadap penyakit mematikan tersebut.
“Wabah Ebola telah meluas ke selatan menuju zona kesehatan Kayina, sebuah daerah dengan tingkat risiko keamanan tinggi di Kongo,” sebut pernyataan resmi WHO sebagaimana dilansir Reuters.
WHO mencatat bahwa di daerah ini, lima orang berhasil diidentifikasi terinfeksi Ebola.
Untuk mencegah penyebaran, WHO melakukan latihan simulasi Ebola di Rwanda sambil meningkatkan kesigapan serta memvaksinasi petugas kesehatan untuk mencegah penularan andai Ebola menyebar melintasi wilayah perbatasan.
Jurubicara WHO, Fadela Chaib menyebut pergerakan wabah Ebola ke wilayah selatan Kongo diikuti dengan menurunnya kasus serupa di wilayah Beni yang selama ini menjadi ‘pusat’ pasien terbanyak wabah Ebola.
Namun, Fadela tidak menganggap bahwa penurunan kasus ini sebagai kemenangan karena sejumlah wabah penyakit lain seperti polio, malaria hingga kolera masih mengancam sebagian besar warga Kongo.
“Sangat buru-buru jika kita meneriakkan kemenangan saat ini. Adalah benar jika kita memiliki angka keberhasilan di Beni karena semua yang kami lakukan memiliki dampak. Tetapi, kami menyayangkan bahwa kasus-kasus serupa justru muncul di wilayah lain,” ungkap Fadel Chaib.
“Negara ini tidak hanya menghadapi Ebola tetapi juga ancaman kesehatan lainnya seperti malaria, kolera, polio yang membutuhkan vaksin. Krisis kemanusiaan yang sangat panjang serta tindak kekerasan yang terjadi di beberapa daerah (juga menjadi ancaman lain di Kongo),” tambah Chaib.
Chaib mengatakan ada sekitar 4.000 orang yang berinteraksi dengan pasien Ebola dan berada dalam pengawasan khusus oleh WHO dengan 156 pasien lainnya berada di rumah sakit. [Mohamad Deny Irawan]























