Ngawi, Gontornews — Setidaknya 121 santriwati baru Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri Kampus 3 Karangbanyu, Widodaren, Ngawi, mengikuti ujian lanjutan kenaikan kelas atau akselerasi. Umumnya, para peserta ujian lanjutan memiliki latar belakang pendidikan pondok pesantren satu tahun sebelum mendaftar ke Pondok Modern Darussalam Gontor.
Sebagaimana dilansir laman gontor.ac.id, panitia ujian lanjutan melaporkan bahwa beberapa peserta tercatat berasal dari beberapa pesantren alumni Gontor semisal Aisyiyah Islamic Boarding School (AIBS) Bojonegoro, Pondok Pesantren Darussalam Rajapolah Tasikmalaya, dan beberapa pondok lainnya. Di pondok-pondok tersebut, para peserta sudah mendapatkan sejumlah materi pelajaran seperti halnya di PMDG seperti tamrin lughah, muthalaβah, reading, dan beberapa materi lainnya.
Secara teknis, para peserta wajib mengikuti dua tahap ujian yaitu ujian lisan dan ujian tulis. Sesi ujian lisan terdiri dari ujian lisan bahasa Arab dan Inggris. sementara ujian tulis disesuaikan dengan kelas-kelas yang dituju oleh setiap peserta. Jika pelaksanaan ujian lisan diselenggarakan di masjid Khadijah dan aula mini, maka pelaksanaan ujian tulis diselenggarakan serentak di aula mini.
Dari 121 pendaftar, tidak semuanya lulus ujian lanjutan. Tercatat, ada 11 orang pendaftar yang menetap di kelas 1 dan 1 Intensif. Sementara para peserta ujian lanjutan yang lulus ke jenjang berikutnya berjumlah 110 orang, dengan rincian sebagai berikut: 93 santriwati lulus ujian lanjutan ke kelas 2; 3 santriwati lulus ujian lanjutan ke kelas 3 dan; 14 santriwati lulus ujian lanjutan ke kelas 3 intensif.
Pascaujian, Kantor Kulliyyatul Muβallimin Al-Islamiyah (KMI) PMDG Putri Kampus 3 bergerak cepat untuk kembali merancang penyusunan kelas. Wakil Direktur KMI PMDG Putri Kampus 3 Karangbanyu, Ustadz Yudi Afifuddin ME memutuskan untuk menggeser dan menambah beberapa guru wali kelas berikut dengan asistennya. [Mohamad Deny Irawan]





















