Bogor, Gontornews — Sejatinya, Indonesia berpotensi besar menjadi pusat ekonomi syariah dunia. Sayangnya belum diimbangi oleh kapasitas produksi dan SDM yang memadai. Dengan memacu research and development (R&D) di berbagai bidang dan institusi diharapkan menjadi kunci untuk memaksimakan potensi ekonomi dan keuangan syariah di Indoneia, kata Rektor IAI Nasional Laa Roiba Dr Yanti Hasbiyan Setiawati SE MPd di Bogor, Sabtu (18/3).
Dalam sambutan pembukaan The 2nd International Conference on Islamic Economic 2023 bertena:Strengthening Islamic Economic and Financial Acceleration in The Digita Era, Rektor Laa Roiba menyatakan sektor ekonomi dan keuangan syariah dipandang potensial untuk menjadi sumber pertumbuhan baru ekonomi nasional serta dapat menjawab berbagai tantangan perekonomian nasional dan global. Keunikan sistem ekonomi syariah seperti kejujuran, keadilan, tolongmenolong, professional, dan keberpihakan pada kelompok lemah selaras dengan kearifan lokal masyarakatIndonesia. Kesamaan nilai tersebut dinilai dapat mempermudah implementasi aspekaspek ekonomi dan keuangan syariah dalam setiap aspek kehidupan masyarakat.
Yanti Hasbian menjelaskan, Laporan OIC Economic Outlook 2020: Trade and Integration Challenges Amid Rising Uncertainties menyebutkan Indonesia sebagai negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI) dengan GDP dan sektor manufaktur terbesar. Di sektor industri halal, Indonesia merupakan konsumen produk makanan-minuman halal terbesar di dunia dengan estimasi nilai konsumsi sebesar 114 miliar dolar AS pada tahun 2020.
Sayangnya, kontribusi Indonesia sebagai produsen produk halal dunia masih belum maksimal. Hal ini tercermin dari nilai ekspor produk halal Indonesia yang saat ini baru berkisar 3,8% dari total pasar halal dunia. Kondisi ini juga mencerminkan peluang pengembangan ekonomi syariah khususnya pada sektor industri halal untuk dapat memberikan kontribusi nilai tambah yang tinggi bagi perekonomian, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Untuk itu, Yanti berpendapat riset dan pengembangan (R & D) memegang peranan penting dalam memajukan dan meningkatkan daya saing suatu bangsa. Salah satu karakteristik negara maju adalah besarnya peran penelitian dalam mengembangkan industri di negara tersebut. Semakin tinggi kuantitas dan kualitas penelitian yang dilakukan di suatu negara, maka semakin banyak dampak positif yang akan dirasakan oleh negara tersebut. Untuk mendukung hal tersebut, tambahnya, Pemerintah telah menyusun Rencana Induk Riset Nasional (RIRN)tahun 2017-2045 guna menyelaraskan kebutuhan riset jangka panjang yang sejalan dengan arah perencanaan pembangunan nasional terkait ilmu pengetahuan dan teknologi. Bidang prioritas yang ditetapkan dalam RIRN 2017-2045 yaitu pangan-pertanian, energi, kesehatan-obat, transportasi, teknologi informasi, pertahanan, material maju, kemaritiman, kebencanaan dan sosial-humaniora. Fokus bidang prioritas tersebut tentunya juga memberikan peluang terbuka bagi pengembangan riset di bidang ekonomi Syariah khususnya sektor industri halal.
Rektor Laa Roiba berharap forum ICIE II 2023 dapat menjadi sarana pertukaran informasi, ilmu dan pengalaman sehingga berkontribusi dalam upaya menggerakan segala potensi yang ada.

ICIE II 2023
ICIE 2023 mengangkat tema: “The Strengthening Islamic Economic and Financial Acceleration in The Digital Era”. Tema ini sengaja di pilih agar bisa memenuhi harapan semua orang agar pemulihan ekonomi pasca pandemi di percepat terutama dalam konteks ekonomi Islam. Acara ini diikuti oleh lebih dari 40 presenter dari berbagai negara yaitu, Mesir, Nigeria, India, Kosovo, Arab Saudi, Aljazair, Libia dan Indonesia.
“ICIE 2023 kali ini terbilang sukses dan sesuai ekspektasi kami, presenter dan negara yang ikut serta semakin banyak daripada sebelumnya. Kami sampaikan terimakasih kepada semua panitia baik di dalam atau luar negeri,” ungkap Direktor IAFORIS, Dr Abdul Mukit MPdI.
“ICIE kali ini terasa lebih istimewa, selain karena kami tetap mempertahankan tradisi akademik berorientasi akreditasi yaitu MoU by action dalam bentuk ICIE 2023 dengan luaran publikasi artikel di jurnal, juga diluncurkan organisasi profesi bernama Intellectual Assosiation for Economic and Business Studies (IAFEBIS) agar bisa menampung semua keinginan,” tutup Ketua IAFEBIS, sekaligus Wakil Rektor IAI Nasional Laa Roiba Bidang Akdemik & Kerjasama Dr Efrita Norman MM. [DJ]






















