Ankara, Gontornews — Pemerintah Turki menyebut 2,3 bayi dari 1.000 kelahiran di Turki mengalami kehilangan indra pendengaran. Setiap tahun, ada sekitar 1,2 juta bayi yang lahir di Turki. Angka ini berpotensi meningkat hingga 6 persen tergantung sejumlah faktor seperti infeksi telinga ataupun penyakit anak.
Data data penyandang cacat nasional Kementerian Keluarga, Tenaga Kerja dan Layanan Sosial Turki menyebut jumlah penyandang disabilitas di Turki mencapai 2,5 juta orang. 1,4 juta orang pria sementara 1,1 juta orang wanita. Dari jumlah tersebut, 778,528 merupakan penyandang cacat kategori berat. Sebanyak 9 persen dari mereka merupakan warga negara dengan gangguan pendengaran.
Organisasi kesehatan dunia, WHO, melaporkan setengah dari faktor penyebab gangguan pendengaran dapat dicegah. Karenanya, bayi memerlukan pemeriksaan lebih lanjut terkait kemampuan pendengaran serta vaksinasi seperti campak, gondongan, meningitis hingga Rubella.
Pemerintah Turki sendiri menyebut ada sekitar 2.500 bayi yang terdiagnosa mengalami gangguan pendengaran setiap tahun. Secara berkala, pemerintah melakukan pendeteksian dini untuk mendiagnosa anak dengan gangguan pendengaran.
Negara dua benua tersebut telah mempersiapkan 1.047 pusat pemantauan termasuk rumah sakit umum dan rumah sakit swasta yang tersebar di 81 pronvisi di Turki. Turki juga telah menyiapkan 62 rumah sakit rujukan untuk memberikan penanganan lanjut pasien gangguan pendengaran.
Pemerintah Turki berharap langkah ini mampu menciptakan kondisi ideal yang memungkinkan anak-anak dengan gangguan pendengaran mampu menjalani hidup tanpa hambatan. [Mohamad Deny Irawan]





















