Jakarta, Gontornews — Bencana gempa dan tsunami yang menerjang Sigi, 28 September lalu berdampak pada desa-desa yang ada di Sigi, Sulawesi Tengah. Sebanyak 90 persen desa rusak akibat bencana.
Dikutip laman Antaranews, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo mengatakan sebanyak 174 desa yang ada di Sigi, sekitar 130 desa mengalami kerusakan.
“Dan kita harus mulai lagi dari nol,” kata Eko, Selasa (16/10).
Ia menjelaskan, Kabupaten Sigi merupakan salah satu model dari Produk Unggulan Kawasan Pedesaan (Prukades) bersama dengan Kabupaten Pandeglang, Halmahera Barat, dan Sumba Timur.
Menurutnya, sebagian desa-desa tersebut telah berhasil meningkatkan pendapatannya melalui Prukades, antara lain pemberian insentif kepada desa untuk mengembangkan produk unggulan dan pembangunan klaster ekonomi di desa-desa.
Sampai saat ini lanjut Eko, pemerintah masih terus melakukan pendataan desa-desa yang terdampak gempa untuk memastikan penyaluran dana desa yang tepat bagi yang benar-benar membutuhkan.
Sementara itu, untuk program rekonstruksi, pihaknya akan menyerahkan masalah itu ke kementerian lain. “Kami pastikan dana desa bisa disalurkan tepat ke desa yang membutuhkan,” tambahnya.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pembangunan Kawasan Pedesaan Harlina Sulistyorini juga menambahkan jika saat ini pemerintah sudah menjalankan upaya tanggap darurat, baik di Lombok maupun di Sigi.
Kegiatan tanggap darurat yang diberikan, menurut Harlina disesuaikan dengan keperluan masyarakat. “Ini sesuai dengan kebutuhan mereka sehari-hari,” katanya.[Devi Lusianawati]






















