Syukur Alhamdulilah mari kita haturkan kepada Allah SWT atas Rahman dan Rahim-Nya sehingga kita semua diberi kesehatan, keselamatan dan kesempatan untuk bertemu dengan bulan Ramadhan yang mulia. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada teladan seluruh umat manusia Nabi Muhammad SAW.
Ramadhan tahun ini berbeda dengan Ramadhan-Ramadhan sebelumnya. Sebagai bangsa dan sebagai bagian dari warga dunia yang tak terpisahkan, bangsa Indonesia tidak terlepas dalam menghadapi bencana Wabah Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Sejak Outbreak di kota Wuhan Tiongkok pada Januari 2020, virus ini telah menginfeksi lebih dari 1,6 juta jiwa di seluruh dunia dan menelan korban meninggal mencapai lebih dari 100 ribu jiwa per tanggal 10/04/2020. Di Indonesia, sejak outbreak pada 2 Maret 2020, virus Corona sudah menginfeksi 3.514 jiwa dan mengakibatkan korban meninggal 306 jiwa per tanggal 10/04/2020.
Seluruh bangsa di dunia sedang mengalami kesulitan menangani COVID-19. Ini situasi yang sangat tidak mudah dan akan sangat berat bagi kita semua. Dampak COVID-19 bukan hanya kepada kesehatan dan keselamatan jiwa warga, tetapi juga berdampak kepada hampir seluruh aspek kehidupan warga, seperti hilangnya banyak pekerjaan warga, menurunnya pendapatan, semakin memburuknya kondisi perekonomian nasional, semakin banyak ditutupnya usaha dan bisnis warga, timbulnya keresahan dan kegelisahan sosial dan semakin dibatasinya kegiatan keagamaan termasuk aktivitas kita sebagai umat muslim yang akan memasuki ibadah di bulan suci Ramadhan.
Sebagai bangsa kita harus yakin akan bisa melalui bencana wabah pandemi COVID-19 ini dengan baik. Tentunya semua itu dengan izin dan pertolongan dari Allah SWT, Tuhan Maha Besar dan Penguasa Alam Semesta, serta dengan terbangunnya solidaritas kita sebagai sesama saudara sebangsa dan setanah air. Kita berharap ada kekompakan antara pemimpin pusat dan daerah dalam mengatasi krisis ini. Kita juga berharap Pemerintah dan rakyat solid mendukung perjuangan para tenaga medis yang berjuang di garis terdepan menyelamatkan warga. Dan kita sebagai warga harus memiliki ketaatan dan kedisiplinan dalam menjaga diri dan lingkungan agar mengikuti arahan pemerintah untuk memitigasi penyebaran coronavirus.
Sebagai umat islam dan kader dakwah, kita semua meyakini bahwa Ramadhan adalah bulan penuh dengan kebaikan. Karena di bulan ini, setiap amal kebaikan akan mendapatkan limpahan pahala yang berlipat-lipat di sisi Allah SWT. Mari kita berlomba-lomba dalam menunaikan amal baik di bulan yang agung ini.
Dalam kesempatan ini, saya menyerukan agar setiap anggota Partai Keadilan Sejahtera untuk menjadikan Ramadhan sebagai bulan persaudaraan (syahrul ukhuwah). Kita harus peduli dan saling membantu dalam kondisi yang sangat berat ini (taβawun). Kita harus perkuat rasa solidaritas kita sebagai sesama umat Islam (ukhuwah islamiyah), persaudaraan kita sebagai sesama anakbangsa (ukhuwah wathaniyah) dan persaudaraan kita sebagai sesama manusia (ukhuwah basyariyah).
Oleh karena itu, saya menyerukan tiga hal untuk menjadi perhatian para anggota Partai Keadilan Sejahtera dalam mengoptimalkan bulan Ramadhan tahun ini.
Pertama, Beribadah di rumah.
Mari kita ikuti perintah dan arahan dari pemerintah (umara) dan fatwa para ulama di Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk menyelenggarakan aktivitas ibadah di rumah masing-masing bersama keluarga. Dalam situasi wabah seperti saat ini, keputusan terbaik adalah menjalankan aktivitas ibadah di rumah kita masing-masing. Jadikan ini momentum untuk memperkuat ikatan emosional dan spiritual dengan seluruh anggota keluarga kita. Sehingga kita mampu membangun ketahanan keluarga dengan lebih baik lagi. Insya Allah, keputusan untuk beribadah di rumah merupakan rukhsah yang dibenarkan dalam hukum Islam. Karena sejatinya Islam adalah agama yang Rahmatan lil Alamin, yang memberikan kemudahan dan kemaslahatan bagi para pemeluknya dan seluruh umat manusia.
Kedua, Bantu sesama anak bangsa.
Mari kita bantu kader-kader kita, saudara-saudara kita, tetangga-tetangga kita, kawan-kawan kita, atau siapa pun yang sedang mengalami kesulitan ekonomi yang terdampak dari COVID-19 ini. Kita juga bantu dan dukung para tenaga medis yang sedang berjuang mempertaruhkan nyawanya membantu dan merawat pasien. Mari optimalkan pengumpulan dan distribusi Zakat, Infaq, Sedekah dan Wakaf di bulan suci ini untuk membantu mereka yang sedang kesulitan ekonomi akibat terdampak COVID-19 ini.
Ketiga, Bangun solidaritas dan persatuan bangsa.
Anggota-anggota PKS harus menjadi elemen yang mempersatukan umat dan bangsa. Tidak boleh menjadi elemen yang justru memecah belah umat dan bangsa. Di saat krisis seperti saat ini, penting untuk membangun solidaritas dan persatuan dengan seluruh komponen anak bangsa yang lainnya. Tanpa persatuan bangsa akan sulit kita bisa melewati krisis ini dengan baik. Oleh karena itu, mari jadikan Ramadhan sebagai bulan yang membawa rahmat untuk semuanya. Rahmat bagi umat muslim yang berpuasa maupun bagi umat non-muslim yang tidak berpuasa. Anggota-anggota PKS di bulan Ramadhan tidak hanya dituntut mampu meningkatkan kesalehan spiritual yang bersifat hablum min-Allah tetapi juga harus bisa membangun kesalehan sosial yang bersifat hablum minannas.
Sebagai penutup, teriring doa semoga segala apa yang kita niatkan pada bulan Ramadhan tahun ini dapat terwujud seluruhnya dan diterima oleh Allah SWT sebagai amal ibadah yang diganjar dengan pahala berlipat ganda. Amin Allahumma Amin.
Jakarta, 11 April 2020
Presiden Partai Keadilan Sejahtera
H. Mohamad Sohibul Iman, Ph.D.






















