Jenewa, Gontornews — Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pada 4 Mei, Amerika Serikat tidak memberikan bukti untuk mendukung klaim “spekulatif” Presiden AS bahwa virus corona berasal dari laboratorium Cina.
“Kami belum menerima data atau bukti spesifik dari Pemerintah Amerika Serikat yang berkaitan dengan asal-usul virus, jadi dari sudut pandang kami, ini tetap spekulatif,” kata Direktur Kedaruratan WHO Michael Ryan pada briefing virtual.
Para ilmuwan percaya virus pembunuh itu menular dari hewan ke manusia, muncul di Cina akhir tahun lalu, kemungkinan dari pasar di Wuhan yang menjual daging hewan eksotis.
Ahli epidemiologi AS, A Anthony Fauci, menggemakan pernyataan WHO dalam sebuah wawancara dengan National Geographic yang diterbitkan pada 4 Mei malam.
“Jika Anda melihat evolusi virus pada kelelawar dan apa yang ada di luar sana sekarang, (bukti ilmiah) sangat, sangat condong ke arah tidak mungkin secara artifisial atau sengaja dimanipulasi,” kata Fauci kepada majalah itu.
“Segala sesuatu tentang evolusi bertahap dari waktu ke waktu sangat menunjukkan bahwa (virus ini) berevolusi di alam dan kemudian melompat spesies,” katanya.
Presiden Donald Trump, yang semakin kritis terhadap manajemen wabah Cina, mengklaim memiliki bukti bahwa virus itu berawal di laboratorium Wuhan.
Sementara itu Menlu AS Mike Pompeo pada 3 Mei mengatakan, ada “bukti kuat” mendukung klaim itu, meskipun komunitas intelijen AS pekan lalu mengatakan akan terus mempelajari apakah wabah itu berasal dari kontak hewan yang terinfeksi, atau kecelakaan laboratorium.
Cina dengan keras membantah bahwa lab sumber virus.
“Sebagai organisasi berbasis bukti, kami bersedia menerima informasi apa pun yang dimaksudkan sebagai asal virus,” kata Ryan. Ia menambahkan, ini merupakan bagian yang sangat penting dari informasi kesehatan masyarakat untuk pengendalian di masa depan.
“Jika data dan bukti itu tersedia, maka Pemerintah Amerika Serikat akan memutuskan apakah dan kapan bukti itu dapat dibagikan, tetapi sulit bagi WHO untuk bekerja tanpa bukti informasi,” tambahnya.
Badan kesehatan AS telah berulang kali mengatakan virus itu berasal dari sumber hewan
Pakar WHO Maria Van Kerkhove menekankan pada pengarahan 4 Mei bahwa ada sekitar 15.000 sekuens genom lengkap dari coronavirus baru yang tersedia, dan “dari semua bukti yang telah kita lihat … virus ini berasal dari alam.”
Sementara coronavirus umumnya berasal dari kelelawar, baik Van Kerkhove maupun Ryan menekankan pentingnya menemukan penyebab COVID-19 melintas ke manusia, dan hewan apa yang berperan sebagai “inang perantaranya”.
“Kita perlu memahami lebih banyak tentang asal alami itu, dan khususnya tentang inang perantara,” kata Ryan.
Penting untuk diketahui “sehingga kita dapat menerapkan kebijakan kesehatan masyarakat dan mencegah hal ini terjadi lagi,” tandasnya. []






















