Salah satu kota yang terletak di Jalur Sutra (Silk Road) adalah Aleppo. Kota ini sangat strategis karena terletak antara Mediterania timur dan Lembah Efrat di persimpangan rute perdagangan dunia sejak milenium ke-2 sebelum Masehi (SM). Kota Aleppo merupakan salah satu pusat utama Jalur Sutra yang legendaris.
Aleppo merupakan salah satu kota tertua yang terus dihuni di dunia, dan telah menjadi pusat perdagangan dan industri selama berabad-abad.
Kota kuno Aleppo adalah rumah bagi beberapa monumen menakjubkan yang menjadi saksi pertukaran sosial, budaya dan ekonomi yang berkembang di di era Golden Age pada abad ke-12 sampai awal abad ke-15.
Beberapa bangunan warisan Islam zaman keemasan di Aleppo antara lain benteng (citadel) dan masjid. Benteng menjadi landmark penting bagi Aleppo. Di kota ini juga terdapat masjid agung nan indah yang awalnya dibangun oleh Khalifah Umayyah pada abad ke-8. Masjid ini kemudian direnovasi beberapa kali.
Selain benteng dan masjid, warisan lainnya adalah Bazar. Bazar yang terkenal ini membentang lebih dari 13 km panjangnya. ‘Pasar’ ini telah menjadi denyut kehidupan ekonomi dan sosial Aleppo selama ratusan tahun. Sampai sekarang, setiap sudut Bazar dikenal dengan nama barang-barang atau produk yang diperdagangkan seperti Wol Souq, Copper Souq, Tailor’s Souq, Spice Souq, dan lain-lain. Bazar ini (sebelum perang Suriah) banyak dikunjungi para pedagang dan wisatawan dari seluruh dunia.
Aleppo juga banyak melahirkan sarjana, ilmuwan dan penyair terkenal. Mereka antara lain Al-Farabi, seorang sarjana, seniman, dan filsuf yang sangat tertarik dengan logika dan bahasa. Nama-nama yang lain misalnya Al-Qifti, Youssef al-Sibti, Al-Mutanabi, dan Al-Hamadani. [Rusdiono Mukri]


















