Samarkand adalah sebuah kota yang menakjubkan di jantung Asia Tengah. Sebuah kota penting di Jalur Sutra yang strategis antara Cina dan Mediterania.
Selama berabad-abad kota Samarkand menjadi kota perdagangan, dan terkenal karena produksi kerajinan tangannya serta studi ilmiahnya. Catatan sejarah menunjukkan, dari sejak zaman dinasti Han (206 SM-220 M), pedagang Samarkand telah mencapai berbagai kota di Cina untuk berdagang logam mulia, rempah-rempah, dan kain.
Pada masa Tamerlane (Timur Leng), Samarkand berkembang menjadi kota besar ketika ia menjadikan Samarkand sebagai ibukota kerajaannya di akhir abad ke-14.
Beberapa peninggalan penting yang ada di kota ini terutama diwariskan oleh dua raja yang paling menonjol, yaitu Tamerlane dan Ulugbeg.
Salah satu prestasi Tamerlane yaitu membangun sebuah pusat pertokoan untuk mendorong perdagangan dan pengembangan ekonomi sebagai bagian dari rencananya untuk membuat Samarkand menjadi kota dunia.
Cucu Tamerlane, Ulugbeg, adalah seorang ilmuwan besar. Ia mengembangkan Samarkand sebagai pusat ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Dia bersahabat dengan banyak ulama dan kerap berdiskusi, tidak hanya soal agama, tapi juga tentang ilmu pengetahuan (sains).
Pada tahun 1424 ia mendirikan salah satu observatorium terbesar dalam peradaban Islam. Bangunan monumental ini dilengkapi dengan meridian besar yang menjadi simbol dari observatorium. Samarkand menjadi kota yang makmur.
Sebagai pusat budaya dan sains, Samarkand banyak menarik tokoh ulama dan ilmuwan dari daerah lain. Termasuk Al-Kashi yang datang ke Samarkand pada abad ke-15 karena diundang oleh Ulugbeg. Ia mengabdikan dirinya untuk pengembangan ilmu astronomi dan matematika.
Tidak hanya Al-Kashi, Ulugbeg juga mengundang para ilmuwan dan ulama lain untuk bergabung dengannya di lembaga pendidikan yang didirikan oleh Ulugbeg di Samarkand. Saat itu ada sekitar 60 ilmuwan yang bergabung, termasuk di antaranya Qadi Zada yang juga seorang astronom ulung dan ahli matematika.
Di era modern sekarang, Samarkand menjadi provinsi dari negara Uzbekistan di Asia Tengah. [Rusdiono Mukri]





















