Riyadh, Gontornews — Koalisi Arab melakukan serangan udara di ibukota Yaman, Sana’a, pada hari Ahad setelah menghancurkan drone yang diluncurkan oleh militan Houthi yang didukung Iran, termasuk setidaknya lima yang ditembakkan ke Arab Saudi.
Arabnews.com merilis, koalisi tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh Al Arabiya TV bahwa menargetkan warga sipil dan fasilitas sipil di Arab Saudi merupakan ‘garis merah’.
Serangan itu dilakukan beberapa jam setelah koalisi mengatakan telah mencegat 10 drone bermuatan bahan peledak yang ditujukan ke sasaran sipil.
Pada awalnya, koalisi menghancurkan dan mencegat lima drone bersenjata dan sedang memantau yang lain. Kemudian menghancurkan lima lainnya yang diluncurkan ke Arab Saudi.
Drone tersebut ditujukan pada target sipil di Arab Saudi, lapor Saudi Press Agency, tanpa menyebutkan lokasinya.
Koalisi menegaskan kembali bahwa mereka terus berupaya melindungi warga sipil sesuai dengan hukum internasional.
“Kami mengambil langkah-langkah operasional untuk melindungi warga sipil dan objek sipil sesuai dengan hukum humaniter internasional,” kata pernyataan itu.
Sementara itu, Uni Emirat Arab mengecam serangan pesawat tak berawak Houthi di Arab Saudi, dan menyerukan komunitas internasional untuk mengambil “sikap tegas” terhadap serangan berulang oleh kelompok milisi. Pernyataan serupa dikeluarkan oleh Parlemen Arab dan Organisasi Kerjasama Islam (OKI).
Pada hari Sabtu, koalisi mencegat tujuh drone Houthi yang diluncurkan ke arah barat daya Arab Saudi.
Serangan itu memicu seruan untuk membalas serangan milisi yang didukung Iran itu.
Amerika Serikat dan Perserikatan Bangsa-Bangsa telah meningkatkan upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik, yang sebagian besar menilai serangan itu sebagai perang proksi antara Arab Saudi dan Iran. []
























