Saling berbagi kepada sesama, terlebih kepada yang membutuhkan, merupakan wujud rasa syukur seorang hamba kepada Sang Khaliq, Allah ‘Azza wa Jalla, atas nikmat dan rezeki yang diberikan. Banyak cara yang dilakukan untuk berbagi, salah satunya melalui usaha yang sedang dijalankan. Hal itulah yang dilakukan Samsul Bahri, pengusaha ayam potong, di Jakarta.
Pria kelahiran Jakarta, 5 Agustus 1985 lalu itu, selalu menanamkan nilai berbagi sejak ia menimba ilmu di Pondok Modern Darussalam Gontor. Kebiasaannya itu terus dilakukan hingga ia sukses menjalankan usaha ayam potong. “Sekecil apapun sedekah yang kita berikan pasti akan mendapatkan balasan dari Allah,” ungkapnya kepada Majalah Gontor.
Selain itu, ia selalu teringat nasihat Pimpinan Pondok Modern Gontor, Kiai Hasan Abdullah Sahal, bahwa sebaik-baik manusia ialah mereka yang bisa memberikan manfaat bagi umat.
Alumnus Gontor 2005 itu lantas menceritakan saat awal memulai usaha pada tahun 2010. Saat itu ia sedang menyelesaikan studi S1 di Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor. Otuanya meminta agar ia melanjutkan usaha keluarga, yaitu ayam potong. “Usaha itu dirintis oleh orangtua saya pada tahun 1992, dan saya diminta untuk melanjutkannya,” kata Samsul.
Modal Rp100 juta ia gunakan untuk membeli ayam hidup dan beberapa peralatan untuk membuat kandang. Sebab, ayam potong yang dijualnya merupakan hasil ternaknya sendiri.
Dari modal tersebut, ia bisa menghasilkan omset hingga Rp 400 juta per bulan, tentunya dengan ikhtiar yang kuat, doa dan tawakal kepada Allah dengan tidak meninggalkan ibadah hanya karena kesibukan menjalankan usaha.
“Alhamdulillah omset sekarang Rp1 miliar per bulan, itu karena dibantu dengan penjualan online dan fast food,” akunya.
Selain menjual ayam potong, Samsul juga menjual ayam geprek, frozen food yang berbahan baku ayam dan olahan ayam lainnya. Sehingga usahanya tersebut terus berjalan mengikuti tren yang ada.
Pengajian Rutin Karyawan
Kemajuan usaha ayam potong yang berada di bawah PT Angga Putra Mandiri tidak terlepas dari peran karyawan yang membantunya. Setidaknya ada enam karyawan yang saat ini selalu membantunya menjalankan usaha-usahanya tersebut. Namun bagi anak pertama dari empat bersaudara itu, memiliki karyawan bukan soal bisa terbantu saja, namun lebih dari itu.
Bagi Samsul, menjalankan usaha bukan berarti tidak bisa berdakwah. Untuk bisa terus berdakwah, mengajak orang lain pada kebaikan, telah ia lakukan dengan mengadakan pengajian rutin bagi karyawan-karyawannya. Pengajian tersebut bisa menjadi forum untuk saling mengingatkan, menguatkan dan berbagi jika ada masalah. “Agar tetap istiqamah dalam beribadah di sela-sela bekerja,” jelasnya.
Selain itu, laki-laki yang hobi bermain basket itu meminta karyawannya untuk shalat tepat waktu. Jangan sampai kesibukan menjalankan usaha, membuatnya lalai akan kewajibannya kepada Sang Pencipta. Sebab, menurutnya, setiap rezeki yang diterima merupakan kebaikan dan rahmat Allah yang harus selalu disyukuri dengan terus meningkatkan ibadah.
“Pada dasarnya hidup itu untuk ibadah, ketika kita berpegang teguh pada agama maka Allah akan memudahkan segalanya,” kata Samsul.
Ia berharap ke depan usahanya tersebut bisa terus berjalan dan maju dengan ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala, sehingga bisa terus berbagi. “Harapan terbesar punya peternakan ayam sendiri dan rumah potong ayam serta menjadi penyuplai ayam terbesar ke pesantren-pesantren tahfidz se-Jabodetabek secara gratis,” ungkapnya bersemangat. [] Devi Lusianawati




















