Kyiv, Gontornews — Wakil Perdana Menteri Ukraina Iryna Vereshchuk mengatakan bahwa tidak ada jalan keluar untuk evakuasi warga sipil di kota-kota Ukraina pada hari Senin (28/3).
Saat menjelaskan keputusan itu, Vereshchuk mengutip intelijen yang memperingatkan rute evakuasi tidak akan aman untuk dilalui.
“Intelijen kami telah melaporkan kemungkinan ‘provokasi’ oleh penjajah di rute koridor kemanusiaan. Jadi, untuk alasan keselamatan publik, kami tidak membuka koridor kemanusiaan hari ini,” kata Vereshchuk dikutip dw.com.
Vereshchuk telah mengumumkan dua koridor kemanusiaan pada hari Ahad, satu dari Mariupol ke Zaporizhzhia dan satu antara dua kota di wilayah Luhansk.
Ukraina menuduh Rusia menyabotase koridor evakuasi dari daerah yang diperebutkan, sementara Moskow menyalahkan Kyiv atas kegagalan menyepakati koridor yang aman.
Awal Maret, Ukraina menolak proposal Rusia untuk membangun koridor kemanusiaan yang akan mengarah ke Rusia dan Belarus.[]
























