Tangerang, Gontornews — Presiden Joko Widodo (Jokowi), Senin (26/9/2022), berharap para pendiri perusahaan rintisan atau startup untuk pandai membaca peluang di tengah krisis global melalui pemanfaatan teknologi.
Dalam catatannya, Presiden Jokowi mengungkap porsi ekonomi digital di sektor agrikultur baru sebesar 4 persen. Padahal, porsi ekonomi digital di sektor fintech sudah mencapai 23 persen dan ritel mencapai 14 persen.
Presiden Jokowi menggarisbawahi bahwa pandemi Covid-19 dan perang Rusia-Ukraina telah menciptakan krisis global mulai dari pangan, energi hingga finansial.
โUrusan masalah krisis pangan ini akan menjadi persoalan besar yang harus dipecahkan oleh teknologi. Ini adalah kesempatan. Itu adalah peluang. Itu adalah opportunity,โ ungkap Presiden Jokowi saat membuka BUMN Startup day di ICE BSD, Tangerang, Banten, Senin.
โHati-hati, ini ada kesempatan besar di situ. Karena di dalam urusan pangan, ada yang namanya urusan produksi, urusan distribusi dan urusan pasar. Di sini ada peluang semuanya. Urusan distribusi ada, urusan produksinya ada, urusan pasarnya ada. Peluang semuanya,โ imbuhnya sebagaimana dilansir Sekretariat Kabinet.
Jokowi menjelaskan Indonesia memiliki sejumlah komoditas pangan yang dapat dikembangkan. Tidak hanya itu, Indonesia juga memiliki target konsumen yang beragam mulai dari petani hingga ibu rumah tangga.
โPangan tidak hanya beras. Hati-hati. Ada sorgum, ada porang, ada cassava, ada sagu dan lain-lainnya. Sehingga ini menjadi peluang besar dan target konsumen dari petani di ladang, dari nelayan di lautan sampai masuk melompat ke dapur-dapurnya ibu-ibu rumah tangga. Peluangnya sangat besar sekali,โ sambungnya.
Selain sektor pangan, Presiden juga meminta perusahaan rintisan untuk memaksimalkan peluang di sektor kesehatan dengan mengembangkan telemedisin.
โKita ini negara dengan 17 ribu pulau, 514 kabupaten/kota, 34 provinsi, apa yang bisa kita lakukan agar (industri) kesehatan kita bisa melompat? Telemidisin bisa menyambungkan. Operasi jarak jauh bisa disambungkan dengan platform dan aplikasi,โ tutur Presiden.
Tak hanya di sektor pangan, Presiden juga meminta perusahaan rintisan untuk memaksimalkan peluang di sektor kesehatan, misalnya dengan pengembangan telemedisin.
โKita ini negara dengan 17 ribu pulau, 514 kabupaten/kota, 34 provinsi, apa yang bisa kita lakukan agar kesehatan kita ini bisa melompat? Telemedisin bisa disambungkan, operasi jarak jauh bisa disambungkan dengan platform dengan aplikasi,โ kata Presiden Jokowi.
Selain sektor pangan dan kesehatan, Presiden juga mendorong pengembangan sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Saat ini, ungkap Presiden, baru ada sekitar 19 juta pelaku usaha yang masuk ke dalam platform digital.
โMemang masih banyak persoalan, urusan kemasan, urusan kualitas produksi hingga urusan kapasitas produksi. Tetapi di situ baru ada 19 juta pelaku usaha yang masuk ke platform digital sehingga masih ada ruang yang sangat besar untuk bisa kita kerjakan di sana,โ tutupnya. [Mohamad Deny Irawan]





















