pesanan-baju-kaos
35 °c
Pecenongan
Mon
Tue
Sunday, 11 October, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Pendidikan Risalah

Konsep Manajemen Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Multiple Intelligences

Dr Agus Syukur MPd

Edithya Miranti by Edithya Miranti
7 August 2023
in Risalah
0
Konsep Manajemen Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Multiple Intelligences

Gontornews — Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep manajemen pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis Multiple Intelligences (MI) di Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu (SMA IT) Insan Mandiri Cibubur.

Pendidikan Agama Islam (PAI) dituntut agar dapat mewujudkan output (lulusan) yang memiliki kemampuan dan keterampilan yang kreatif, inovatif, dan berpikir kritis. Diantara inovasi strategi pembelajaran yang menarik untuk mengembangkan potensi, kerampilan, dan kemampuan peserta didik adalah strategi pembelajaran berbasis Multiple Intelligences (MI).

Berdasarkan hasil penelitian Dr Agus Syukur MPd maka diperoleh kesimpulan, implikasi, dan saran sebagai berikut: Pertama, penerapan pembelajaran PAI berbasis MI didasari oleh beberapa landasan, diantaranya satu, landasan konsep fitrah, yang meliputi fitrah keimanan, fitrah bakat, fitrah belajar, dan fitrah perkembangan.

“Landasan tersebut sejalan dengan teori belajar konvergensi dimana perkembangan belajar peserta didik dipengaruhi oleh beberapa hal, termasuk bakat, lingkungan, dan aktivitas peserta didik sendiri,” terang pria kelahiran Desa Walang Sanga, Moga, Pemalang, Jawa Tengah tersebut.

BACA JUGA

Pendidikan Inklusif Membentuk Sikap Toleransi (Kajian Etnografi di Pondok Modern Darussalam Gontor)

Bahtsul Masail dalam Perspektif Pembelajaran Berbasis Masalah

Implementasi Birokrasi terhadap Peningkatan Budaya Mutu Guru Madrasah Ibtidaiyyah Kabupaten Bogor

Pembaharuan Pemikiran Keagamaan Menurut al-Qaradawi dan Relevansinya bagi Rekonstruksi Peradaban Islam (Kajian Filsafat)

Menjadi Dayak dan Muslim: Perjalanan Identitas Oloh Salam

Dua, paradigma masyarakat tentang kecerdasan peserta didik yang masih mengacu pada ranah kognitif saja, sementara MI memandang bahwa peserta didik memiliki kecerdasan yang beragam. Dengan demikian, ranah penilaian pun harus berimbang dalam aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik.

Tiga, mewujudkan sekolah inklusif yang merupakan perwujudan dari konsep pendidikan demokratis. Dimana peserta didik diberi kesempatan belajar yang sama dengan tanpa melihat latar belakangnya.

Empat, mewujudkan pembelajaran “the best process”, bukan hanya “the best input”. Artinya pembelajaran jika dikelola dengan baik, akan menghasilkan lulusan yang baik pula.

Lima, menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, berkompetensi, dan berketerampilan. Sesuai dengan apa yang dituangkan dalam tujuan kurikulum merdeka belajar yakni menghasilkan lulusan yang memiliki literasi data, literasi bahasa, literasi numerik, literasi digital, dan literasi norma-norma agama.

Kedua, integrasi pembelajaran PAI dengan konsep MI bertujuan untuk memadukan antara hakikat, tujuan, dan hasil pembelajaran PAI dengan sembilan potensi kecerdasan yang dimiliki peserta didik, serta mencari keterkaitan antara materi PAI (yang bersifat normatif) dengan pembelajaran berbasis MI (yang bersifat empiris) melalui manajemen pembelajarannya. Integrasi pembelajaran PAI dengan konsep MI dilakukan dengan menggunakan program “Qur’an Based Learning”. 

Berikutnya hasil pembelajaran PAI berbasis MI adalah (output) atau lulusan yang memiliki sikap religius serta memiliki kompetensi dan keterampilan yang beragam, yang dihasilkan dari sembilan kecerdasan jamak.

Doktor muda yang memiliki hobi membaca dan qasidah ini lantas menambahkan, “Artinya pembelajaran PAI berbasis MI menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi dalam literasi data, literasi bahasa, literasi numerik, literasi digital, dan literasi sosial, sebagaimana dituangkan dalam tujuan kurikulum merdeka belajar.”

Ketiga, dalam tahap perencanaan pembelajaran PAI berbasis MI, dilakukan riset MIR (Multiple Intelligences Research) terhadap calon peserta didik untuk memetakan kecenderungan kecerdasan dan gaya belajarnya.

Multiple Intelligences Research (MIR) merupakan pedoman utama dalam menerapkan pembelajaran berbasis MI. MIR juga merupkan alat riset yang berfungsi untuk mengidentifikasi gaya belajar dan kecenderungan kecerdasan peserta didik.

Pelaksanaan MIR dilakukan setelah proses penerimaan peserta didik baru dengan tujuan untuk pemetaan kelas, dan saat peserta didik hendak berakhir masa studinya dengan tujuan untuk mengarahkan peserta didik dalam memilih prodi atau fakultas sesuai dengan hasil riset MIR.

Hasil MIR ini nantinya menjadi database, baik bagi sekolah, guru, wali murid maupun peserta didik itu sendiri. Selain itu, hasil riset MIR juga dapat digunakan guru dalam menyusun lesson plan (RPP). Dengan data hasil MIR, guru akan menyesuaikan strategi pembelajaran yang akan digunakan dalam menyampaikan materi pelajaran dengan gaya belajar dan kecenderungan kecerdasan yang dimiliki oleh peserta didik.

Keempat, dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis MI yang pada intinya adalah pembelajaran berpusat pada peserta didik, menggunakan model pembelajaran (Quantum Teaching) yang memiliki kerangka dasar pengajaran yang disingkat TANDUR, yakni tumbuhkan, alami, namai, demonstrasikan, ulangi, dan rayakan.

Kemudian menciptakan pembelajaran aktif (active learning) yang nyaman, menarik, efektif, dan inovatif. Dalam mewujudkan pembelajaran yang nyaman dan menarik itu, maka dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis MI, memiliki karakteristik tersendiri yakni pada awal kegiatan pembelajaran, guru melakukan kegiatan apersepsi yang meliputi zona fokus (zona alfa), pemanasan (warmer), penjelasan prosedur pembelajaran (pre-teach), dan penyajian penghubung materi pelajaran (scane setting).

Diantara contohnya seperti dalam zona fokus, guru mengisi dengan “ice breaking”, “fun story”, menyetel music, dan sebagainya. “Intinya untuk merangsang otak reptil peserta didik agar merasa aman, nyaman, dan menarik, sehingga siap dan fokus untuk melaksanakan pembelajaran,” ungkap Dr Agus yang kini tengah menggeluti profesi dosen di Universitas Nusamandiri ini.

Berikutnya dalam “warmer” sendiri, guru mengisinya dengan kegiatan umpan balik (feedback) atau mengulas pembelajaran yang telah disampaikan. Kegiatan ini bisa diisi dengan pertanyaan berantai, mencocokkan antara pertanyaan dengan jawaban, dan seterusnya.

Kelima, dalam evaluasi pembelajaran berbasis MI menggunakan penilaian autentik, yakni penilaian yang memiliki tiga karakteristik yang meliputi: a) Menilai ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik secara berimbang; b) Instrumen penilaian pembelajaran menggunakan beragam instrumen yang variatif, tidak monoton jenis tes saja; c) Menilai kondisi awal peserta didik (input), kondisi saat belajar (process), dan kondisi akhir pembelajaran (output).

Keenam, faktor pendukung pembelajaran PAI berbasis MI adalah kompetensi dan keterampilan guru, motivasi wali murid, kesiapan psikologis peserta didik, program ekstrakurikuler, dan sarana-prasarana.

Adapun faktor penghambat pembelajaran PAI berbasis MI yang paling utama adalah guru tidak memiliki empat standar kompetensi keguruan, yang meliputi kompetensi kepribadian, pedagogik, sosial, dan profesional. Berikutnya kurangnya dorongan wali murid dalam turut serta mendukung pembelajaran berbasis MI, serta ketidaksiapan psikologis peserta didik dalam belajar.

Selanjutnya faktor sarana-prasarana, waktu, dan program ekstrakurikuler yang tidak memadai, juga berpengaruh besar dalam pembelaran PAI berbasis MI. “Dimana potensi, kecerdasan, dan bakat peserta didik tidak dapat dikembangkan secara maksimal, dengan tanpa adanya sarana-prasarana, serta program ekstrakurikuler yang memadai,” tutup putra dari pasangan H Kamali dan Hj Khomisah tersebut. [Edithya Miranti]

 Biodata Peneliti

Nama                          : Dr Agus Syukur MPd

Tanggal Lahir              : Pemalang, 28 Agustus 1988

Kegiatan                      : Dosen Universitas Nusamandiri

Pendidikan                        :

  1. S1, Pendidikan Bahasa Arab, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2013.
  2. S2, Pendidikan Agama Islam, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2017.
  3. S3, Pendidikan Islam, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2023.

Pengalaman Kerja      :

  1. Guru Sekolah Dasar, mengajar dengan kurikulum Cambridge (2013-2014).

2. Guru Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas (2014-2019).

Tags: Dr Agus Syukur MPdMultiple IntelligencesPendidikan Agama Islam
Share18Tweet11Send
Previous Post

Upaya Menyiapkan Generasi Tangguh dan Berkarakter

Next Post

Kapal Migran Tenggelam di Lepas Pantai Tunisia: 4 Orang Tewas, 51 Hilang

Edithya Miranti

Edithya Miranti

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ciptakan Rumah Tangga Sakinah, Berikut Lima Tipsnya!

Ciptakan Rumah Tangga Sakinah, Berikut Lima Tipsnya!

6 October 2026
DAS Jadi Ruang Tumbuh Santri Darrurohmah Cirebon

DAS Jadi Ruang Tumbuh Santri Darrurohmah Cirebon

8 October 2026
Menyoal Branding Pesantren: Saat Pesantren Harus ‘Tebar Jala’ Informasi

Menyoal Branding Pesantren: Saat Pesantren Harus ‘Tebar Jala’ Informasi

5 October 2026
Prodi IQT UNIDA Gontor Dalami Jurnalistik Media Islam di Majalah Gontor

Prodi IQT UNIDA Gontor Dalami Jurnalistik Media Islam di Majalah Gontor

6 October 2026
Magnet Rezeki Center Undang Majalah Gontor Ikuti Seminar Hybrid Serentak di Beberapa Kota

Magnet Rezeki Center Undang Majalah Gontor Ikuti Seminar Hybrid Serentak di Beberapa Kota

8 October 2026
Drama Contest PMDG Kampus 12 Siak: Santri Asah Keberanian dan Kemampuan Berbahasa Asing

Drama Contest PMDG Kampus 12 Siak: Santri Asah Keberanian dan Kemampuan Berbahasa Asing

0
Magnet Rezeki Center Undang Majalah Gontor Ikuti Seminar Hybrid Serentak di Beberapa Kota

Magnet Rezeki Center Undang Majalah Gontor Ikuti Seminar Hybrid Serentak di Beberapa Kota

0
DAS Jadi Ruang Tumbuh Santri Darrurohmah Cirebon

DAS Jadi Ruang Tumbuh Santri Darrurohmah Cirebon

0
Pimpinan Gontor Resmikan Masjid Pesantren Baitussalam Gunungkidul

Pimpinan Gontor Resmikan Masjid Pesantren Baitussalam Gunungkidul

0
Prodi IQT UNIDA Gontor Dalami Jurnalistik Media Islam di Majalah Gontor

Prodi IQT UNIDA Gontor Dalami Jurnalistik Media Islam di Majalah Gontor

0
Drama Contest PMDG Kampus 12 Siak: Santri Asah Keberanian dan Kemampuan Berbahasa Asing

Drama Contest PMDG Kampus 12 Siak: Santri Asah Keberanian dan Kemampuan Berbahasa Asing

8 October 2026
Magnet Rezeki Center Undang Majalah Gontor Ikuti Seminar Hybrid Serentak di Beberapa Kota

Magnet Rezeki Center Undang Majalah Gontor Ikuti Seminar Hybrid Serentak di Beberapa Kota

8 October 2026
DAS Jadi Ruang Tumbuh Santri Darrurohmah Cirebon

DAS Jadi Ruang Tumbuh Santri Darrurohmah Cirebon

8 October 2026
Pimpinan Gontor Resmikan Masjid Pesantren Baitussalam Gunungkidul

Pimpinan Gontor Resmikan Masjid Pesantren Baitussalam Gunungkidul

8 October 2026
Arsitektur Peradaban Gontor: Sintesis Tasawuf, Sunnatullah, dan Hakikat Pendidikan

Arsitektur Peradaban Gontor: Sintesis Tasawuf, Sunnatullah, dan Hakikat Pendidikan

6 October 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result