Pendidikan itu pembiasaan. Pondok ini juga berawal dengan pembiasaan. Dengan membiasakan diri, maka sesuatu yang berat itu menjadi ringan. Sebaliknya, kalau tidak biasa, sesuatu yang ringan terasa berat. Misalnya, kebiasaan shalat di masjid. Kalau belum biasa terasa berat. Tapi kalau sudah biasa, andaikata tidak shalat di masjid terasa ada yang kurang. Tidak lengkap. Kebiasaan itu dari yang sedikit-sedikit menjadi banyak dengan dipaksa. Apa saja akan menjadi ringan jika dibiasakan. Misalnya, shalat malam, shalat rawatib, dan lain-lain. Bagi yang belum biasa akan terasa berat. Tapi bagi yang sudah terbiasa akan ringan-ringan saja.
Alhamdulillah Pondok kita ini, karena iklimnya sudah dibuat seperti itu, dari menit ke menit karena sudah terbiasa terasa ringan saja. Meskipun harus sudah bangun pukul 03.30 pagi dan baru tidur lagi pukul 10.00 malam, dan dari waktu ke waktu ada kegiatan yang sudah ditentukan seperti baca al-Qur’an, olahraga, masuk kelas, pramuka, dan belajar malam, tapi karena sudah terbiasa maka kegiatan itu menjadi ringan saja.
Kita bayangkan: mengerjakan sesuatu yang belum menjadi kebiasaan seperti anak-anak di luar Pondok. Membiasakan mereka membaca al-Qur’an setelah Maghrib, itu sulit sekali. Shalat Maghrib berjamaah juga sulit. Tapi anak-anak di sini, menunggu waktu shalat Maghrib hampir satu jam, dari mulai jam 5 sampai jam 6, tapi mereka enak-enak saja karena sudah terbiasa. Namun bagi anak-anak SMP/SMA di luar Pondok sangat sulit sekali. Itulah, dengan kebiasaan sesuatu yang berat akan menjadi ringan.
Bagi orang yang sudah membiasakan diri atau terbiasa dengan sesuatu, akan sulit rasanya untuk meninggalkan sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan itu. Pepatah Jawa mengatakan, “witing tresno margo soko kulino”, kecintaan itu karena kebiasaan. Apa saja kalau sudah terbiasa akan ringan sekali. Maka Pondok ini merupakan tempat yang sangat baik untuk pembiasaan. Untuk membiasakan shalat rawatib, berbahasa Arab dan Inggris, mengontrol anak yang sedang belajar, membaca al-Qur’an, shalat berjamaah, menolong teman-teman, dan lain-lain akan menjadi mudah karena sudah terlatih dan terbiasa.
Alhamdulillah kita beruntung sekali berada dalam lingkungan Pondok ini. Karena di sini sangat mungkin dan sangat mudah untuk membiasakan sesuatu yang baik. Di Pondok ini ada latihan untuk shalat berjamaah, olahraga, drama, mendidik, dan sebagainya.
Hasil dari latihan di Pondok akan dibawa pulang ke rumah oleh masing-masing santri. Kadang-kadang ketika kembali ke rumah dan menemukan situasi yang berbeda, kebiasaan yang belum kuat itu akan luntur. Tapi bagi yang sudah terbiasa akan tetap kuat, walaupun berada di mana saja, katakanlah dalam keadaan sibuk atau pergi ke mana saja, jika sudah terbiasa maka kebiasaan-kebiasaan baik tidak akan luntur. Bahkan berat untuk meninggalkannya.
Kebiasaan di Pondok dengan jadwal yang sudah tertata hendaklah kelak diamalkan di rumah masing masing. Kalau bisa jangan dikurangi! Bahkan ditambah dan dilestarikan di mana saja kalian berada. Kalau sudah terbiasa dengan kebaikan, maka kalau tidak berbuat baik rasanya tidak sempurna, dan sebaliknya. Seperti sudah terbiasa minum kopi di warung, walaupun di rumah sudah dibuatkan tapi tetap merasa kurang lengkap dan akan mencari keluar. Ini karena kebiasaan duduk dan minum kopi di warung tersebut susah dilupakan.
Alhamdulillah kita sudah terbiasa menjalankan sesuatu yang baik di Pondok ini. Semoga kebiasaan itu tidak berubah walau dalam kondisi apa pun. Itulah pentingnya latihan-latihan di Pondok ini. Pondok merupakan tempat yang baik untuk melatih diri. Mereka yang sudah bertahun tahun tinggal di Pondok, in syaa Allah tidak akan mudah terbawa arus ketika di luar atau di mana saja berada. []






















