Bogor, Gontornews — Sakinah Finance kembali hadir dengan kajian rutinnya yang dinamakan Kajian Berkah. Kajian Berkah ini diadakan via zoom meeting dan live streaming YouTube pada hari Kamis (24/10/2024) atau 21 Rabi’ul Akhir 1446 H.
Topik utama dalam Kajian Berkah di batch ke-8 ini mengenai investasi emas. Kajian Berkah yang berjudul “Halal Lifestyle – Islamic Finance (Ada Apa dengan Investasi Emas?)” ini bertujuan agar para peserta lebih melek investasi terutama berinvestasi dalam instrumen emas yang harganya cenderung naik dari tahun ke tahun.
Acara Kajian Berkah batch ke-8 yang membahas mengenai Investas Emas ini didukung oleh Sharia Coin, yang merupakan aplikasi penyedia layanan transaksi jual beli emas fisik yang berbasis syariah, dengan memiliki visi memberikan pelayanan maksimal bagi nasabah dalam melakukan jual beli emas dengan varian layanan produk, di antaranya tabungan emas, titipan emas, dan peluang usaha jual beli emas berbasis syariah.
Acara Kajian Berkah ini dihadiri oleh sekitar 85 peserta via zoom meeting dan live streaming YouTube. Serta narasumber dari Founder dan Co-Founder Sakinah Finance, Murniati Mukhlisin dan Luqyan Tamanni, serta dihadiri juga oleh Vice President Business Sharia Coin, Azhary Husni. Materi yang disampaikan oleh kedua narasumber di acara Kajian Berkah ini terbagi menjadi dua, yaitu “The Beauty of Islamic Finance” yang disampaikan oleh Murniati Mukhlisin dan “Anak Muda Cerdas, Ayo Nabung Emas” yang disampaikan oleh Luqyan Tamanni.
Murniati Mukhlisin menyampaikan pesan mengenai manusia sebagai khalifah di muka bumi yang memiliki tanggung jawab dalam mengelola bumi ciptaan Allah SWT ini dengan baik dan sesuai ajaran dari Al-Qur’an dan Sunnah. Selain itu, Murniati Mukhlisin juga menyinggung mengenai fenomena kapitalisme kemiskinan, dan juga gaya hidup pamer yang tentu mempengaruhi perekonomian dan juga kesejahteraan masyarakat. Dengan itu Islam memiliki solusi dasar yaitu memiliki sifat qana’ah dan juga rasa syukur.
Dari konteks ekonomi dan keuangan syariah juga dijelaskan mengenai distribusi keuangan sosial Islam, wakaf tanah di Indonesia yang saat ini memiliki lahan seluas 53,259 hektar di seluruh Indonesia, serta tentunya investasi emas yang dalam 30 tahun terakhir harganya meningkat sebanyak 16x lipat.
Di sesi kedua yang disampaikan oleh Luqyan Tamanni, diawali dengan penjelasan mengenai minat masyarakat terhadap emas, yang mana instrumen ini memilki minat sangat tinggi dibanding instrumen investasi lainnya. Paling tinggi terdapat dalam rentang usia 20-39 tahun dengan persentase 41%.
Menurutnya, emas merupakan instrumen investasi dengan pertumbuhan yang stabil dan aman dari inflasi, serta dapat mencapai beberapa tujuan besar dalam pengelolaan keuangan, diantaranya dana pensiun serta tabungan haji. Namun tantangan dalam menabung emas adalah minimnya akses dalam edukasi finansial, serta solusi yang diperlukan saat ini ialah melakukan literasi ekonomi dan juga keuangan berbasis syariah agar invetasi yang dilakukan dapat mencapai kesejahteraan keluarga, masyarakat dan ekonomi negara.
Selain itu, Vice President Business Sharia Coin, Azhary Husni mengajak para peserta untuk segera menabung emas yang merupakan investasi berharga masa depan, melalui Sharia Coin yang aman, mudah dan tentunya sesuai dengan prinsip syariah. []
























