Nilai-nilai marhamah dapat menjadi landasan kuat membentuk karakter individu yang penuh kasih sayang, peduli sesama, serta berperan menciptakan harmoni sosial di tengah keberagaman. Melalui penerapan nilai marhamah, diharapkan tercipta generasi yang tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, namun juga kecerdasan emosional dan sosial yang tinggi.
Kondisi sosial masyarakat Indonesia saat ini menunjukkan tanda-tanda kemerosotan moral yang memprihatinkan, terutama di kalangan generasi muda. Fenomena ini mengindikasikan adanya kebutuhan mendesak untuk meningkatkan pembinaan karakter di kalangan generasi muda agar mampu mengatasi tantangan sosial yang semakin kompleks.
Pendidikan karakter menjadi elemen yang sangat penting dalam membentuk perilaku dan nilai-nilai moral generasi penerus bangsa. “Salah satu pendekatan yang relevan dalam pendidikan karakter di Indonesia adalah melalui penerapan nilai-nilai Islami, seperti konsep marhamah,” jelas Dr Erick Yusuf dalam penelitian pada Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam, UIKA Bogor itu.
Marhamah, yang berarti kasih sayang dan kelembutan, lanjutnya, menekankan nilai-nilai seperti kemandirian, solidaritas, kekeluargaan, empati, serta gotong royong.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis konsep pendidikan karakter berbasis marhamah dalam konteks masyarakat Indonesia yang beragam. Fokus utama kajian ini adalah penerapan nilai-nilai kasih sayang, empati, solidaritas sosial, dan kemandirian yang terkandung dalam al-Qur’an Surat al-Balad ayat 13-18.
Menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan analisis isi, penelitian ini mengandalkan interpretasi tafsir al-Qur’an dari sumber-sumber klasik dan modern, seperti Tafsir Ibnu Katsir, al-Maraghi, dan al-Misbah.
Dampak Penerapan Pendidikan Karakter Berbasis Marhamah terhadap Masyarakat
Analisis dampak jangka pendek dan jangka panjang dari pendidikan karakter berbasis marhamah, serta potensi nilai-nilai marhamah dalam mengurangi masalah sosial dan menciptakan masyarakat yang harmonis, sebagai berikut:
Pertama, dampak jangka pendidikan karakter berbasis marhamah. Dalam jangka pendek, pendidikan karakter berbasis marhamah berdampak pada peningkatan empati dan kepedulian sosial dalam diri peserta didik. Dalam jangka panjang, pendidikan karakter berbasis marhamah memiliki potensi untuk menciptakan masyarakat yang harmonis dan inklusif.
Ketika individu-individu dalam masyarakat telah dibentuk dengan nilai-nilai kasih sayang dan empati, mereka cenderung menjadi pribadi yang peduli terhadap kesejahteraan sosial dan berperan aktif dalam menyelesaikan masalah sosial.
Kedua, potensi marhamah dalam mengurangi masalah sosial. Pendidikan karakter berbasis marhamah memiliki potensi besar dalam mengurangi masalah sosial seperti konflik dan kekerasan. Nilai kasih sayang yang ditekankan dalam marhamah mendorong individu untuk bersikap lembut dan tidak menyakiti orang lain. Penelitian yang dilakukan oleh Battistich et al. (2000) menunjukkan bahwa sekolah yang menerapkan program pendidikan karakter mengalami penurunan signifikan dalam tingkat perilaku agresif dan kekerasan di kalangan siswa.
Dengan demikian, pendidikan karakter berbasis marhamah dapat menjadi pendekatan pencegahan yang efektif terhadap konflik sosial, karena individu yang dibentuk dengan nilai-nilai kasih sayang cenderung lebih mengutamakan perdamaian dan dialog. “Selain itu, marhamah juga berperan penting dalam mendorong kerja sama dan solidaritas di antara anggota masyarakat,” ulas Ustadz Erick Yusuf, dai nasional dan internasional tersebut.
Ketiga, membangun masyarakat yang harmonis melalui marhamah. Masyarakat yang harmonis adalah masyarakat yang anggotanya memiliki rasa saling menghargai, peduli, dan mendukung.
Menurut penelitian Lapsley dan Narvaez (2006), pendidikan karakter yang menekankan nilai-nilai moral dan empati membantu membentuk individu yang lebih siap untuk berkontribusi positif dalam masyarakat. Ketika individu dididik untuk memiliki kepedulian dan kasih sayang, mereka akan menjadi agen perubahan yang membantu membentuk lingkungan sosial yang lebih damai dan inklusif (Hasanah, 2013).
Secara keseluruhan, pendidikan karakter berbasis marhamah memberikan dampak positif tidak hanya pada individu, tetapi juga pada masyarakat secara keseluruhan. Dengan menanamkan nilai-nilai kasih sayang, empati, dan tanggung jawab sosial, pendidikan karakter ini memiliki potensi untuk menciptakan generasi yang berperan aktif dalam membangun masyarakat yang harmonis dan bebas dari kekerasan dan konflik.
Penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam QS al-Balad ayat 13-18 dapat diterapkan sebagai landasan pendidikan karakter Islami, terutama dalam masyarakat yang beragam. Nilai-nilai seperti kemerdekaan jiwa, kemandirian, solidaritas, empati, kesabaran, gotong royong, dan kasih sayang memberikan dasar yang kuat untuk membentuk individu dengan karakter Islami yang baik.
Kemerdekaan jiwa dan kemandirian mendorong siswa untuk menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan kritis. Sedangkan empati dan solidaritas sosial mengajarkan kepekaan terhadap kondisi sosial di sekitar mereka. Kasih sayang dan gotong royong memperkuat hubungan sosial dan mengajarkan siswa untuk saling mendukung dalam kebaikan bersama.
Implementasi nilai-nilai marhamah tersebut dalam pendidikan karakter berpotensi besar dalam menciptakan masyarakat yang harmonis dan berakhlak mulia.
“Dengan karakter yang terbentuk berdasarkan kasih sayang dan kepedulian sosial, generasi muda diharapkan mampu menghadapi tantangan sosial dengan sikap yang beradab dan penuh tanggung jawab, serta berkontribusi positif dalam menciptakan kohesi sosial yang kuat,” tutup produser film-film bioskop dakwah dan religi tersebut. [Edithya Miranti]
Biodata Peneliti
Nama : Dr H Erick Yusuf SSy MPd
Jabatan : Pimpinan Pesantren dan Rumah Tahfizh Ihaqi Bandung.
Pengalaman Organisasi :
- Wakil Ketua Lembaga Seni Budaya dan Peradaban Islam Majelis Ulama Indonesia (LSBPI MUI) Pusat.
- Dewan Pembina Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) DKI.
- Wakil Ketua Komite Tetap Kadin Pusat Pembinaan Anggota Luar Biasa (PALB).
- Dewan Pembina Gerakan Masyarakat Wirausaha (GEMAWIRA).
- Ketua Komisi Kesejahteraan Rakyat Dewan Riset Daerah (KESRA DRD) DKI.
- Ketua Mitigasi COVID 19 DRD DKI.
Prestasi :
- Pengisi acara berbagai program televisi nasional di antaranya yang rutin dan masih berlangsung, Damai Indonesiaku TV One, Catatan Demokrasi TV One, Cahaya Hati INews, Share It MNC TV, serta Journey of Key Metro TV.
- Dai dalam dan luar negeri, antara lain dakwah keliling enam kota di Australia, Korea, Turki, dan lainnya.
- Produser film bioskop dakwah dan religi, The Power of Love, Hayya 1, Hayya 2, Jomblo fi Sabilillah, juga Kun Ana wa Anta.
- Pembuat album lagu religi bersama Dwiki Darmawan, soundtrack film Jomblo fi Sabilillah, juga album religi Bersama Ihaqi Nasyid.
Karya Tulis :
- Penulis kolom di berbagai media dan penulis buku, Celoteh Kang Erick Yusuf, penerbit Republika.




















