15
Tonton Selengkapnya
30 °c
Pecenongan
Mon
Tue
Sunday, 7 June, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Elite Intelektual dan Masa Depan Bangsa: Refleksi atas Taklimat Presiden

Oleh Prof Dr Nur Hadi Ihsan, MIRKH, Guru Besar Ilmu Tasawuf Universitas Darussalam Gontor

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
15 January 2026
in Kolom
0
Elite Intelektual dan Masa Depan Bangsa: Refleksi atas Taklimat Presiden

Foto: UNIDA Gontor

Taklimat Presiden Republik Indonesia kepada para guru besar dan pimpinan perguruan tinggi di Istana Negara pada hari ini, Kamis, 15 Januari 2026, bukan sekadar pidato seremonial, melainkan sebuah interpelasi moral dan intelektual kepada elite akademik bangsa. Di hadapan “the brains of the country”, Presiden tidak sedang memuji pencapaian gelar dan jabatan, melainkan menggugat fungsi, orientasi, dan kebermaknaan elite intelektual dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Antara Otak Bangsa dan Nurani Bangsa

Guru besar merupakan produk dari proses seleksi intelektual panjang: S1, S2, S3, hingga puncak akademik. Namun Presiden mengingatkan sebuah paradoks fundamental: kepandaian tidak otomatis melahirkan kebermanfaatan. Dalam perspektif filsafat pendidikan, ini kritik terhadap epistemic arrogance—ketika pengetahuan terpisah dari etika dan tanggung jawab sosial.

Ilmu yang kehilangan orientasi nilai dapat menjelma menjadi alat pembenaran ego, materialisme, bahkan pengkhianatan struktural terhadap bangsa. Di titik ini, Presiden sesungguhnya mengajak perguruan tinggi untuk kembali pada pertanyaan klasik namun mendasar: untuk apa ilmu dikembangkan, dan untuk siapa kecerdasan digunakan?

BACA JUGA

Ikhlas: Rahasia Ketangguhan Gontor

Struktur dan Kultur

Mengenal Gareth Morgan di Balik Metafora Organisme Pesantren

Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

Mendidik Manusia, Bukan Mesin

Elitisme Intelektual vs Elitisme Moral

Presiden menegaskan bahwa nasib bangsa bergantung pada elitenya. Ini sejalan dengan teori klasik elite circulation (Pareto) dan leadership theory dalam ilmu politik. Namun Presiden melampaui analisis struktural: masalah utama bukan absennya elite, melainkan rendahnya kualitas moral elite.

Sejarah—yang menjadi rujukan reflektif Presiden—menunjukkan bahwa bangsa bangkit bukan karena kecanggihan teknologi semata, tetapi karena elitenya mampu berkolaborasi, jujur, tidak serakah, serta  memiliki nasionalisme dan patriotisme yang hidup. Perguruan tinggi, sebagai pabrik elite, tidak boleh hanya mencetak smart people, tetapi harus melahirkan wise people.

Kritik terhadap Statecraft Barat dan Kesadaran Epistemologis

Ketika Presiden berbicara tentang statecraft—seni mengelola negara—dan membedah tiga aliran besar (ideologi, ekonomi, realisme), ia sedang mengajak akademisi untuk bersikap kritis terhadap hegemoni teori Barat.

Pengakuan Presiden bahwa ia pernah terpesona oleh neoliberalisme merupakan refleksi epistemologis yang jujur. Teori Barat—demokrasi, HAM, dan pasar bebas—diajarkan sebagai norma universal, tetapi dalam praktiknya seringkali diabaikan ketika bertentangan dengan kepentingan survival nasional mereka. Di sini, Presiden menuntut kedaulatan berpikir akademik: jangan menjadi konsumen teori, tetapi produsen pemikiran kontekstual yang kritis terhadap asumsi global.

Bagi perguruan tinggi, ini panggilan untuk mengembangkan ilmu sosial dan kebijakan publik yang berakar pada realitas Indonesia, bukan sekadar reproduksi silabus global yang ahistoris dan ahumanistik.

Nilai Kemanusiaan dan Modal Sosial Bangsa

Dalam taklimatnya, Presiden Prabowo menyampaikan dua kisah personal yang tampak sederhana namun sarat makna peradaban.

Kisah pertama, pengalamannya saat belajar di Amerika Serikat. Ketika berkunjung ke rumah seorang teman Amerika, ia tiba saat keluarga itu sedang sarapan. Alih-alih diajak makan bersama, ia disuruh menunggu di kamar dengan diberi buku sambil ditemani minuman ringan, tanpa disertai jamuan makan. Pengalaman ini bukan sekadar cerita sosial, tetapi ilustrasi atas budaya individualisme yang mengedepankan privasi dan jarak sosial.

Kisah kedua justru menunjukkan nilai kemanusiaan lain yang tumbuh dari kesederhanaan. Presiden bercerita tentang Tharman Shanmugaratnam, yang sekarang menjadi Presiden Singapura, ketika masih muda berwisata backpacker ke Indonesia bersama istrinya. Pada suatu hari mereka tersesat di Sulawesi dan tanpa rencana bertemu dengan seorang anak kecil yang lalu mengajak mereka pulang ke rumahnya. Di rumah sederhana yang jauh dari kemewahan itu, keluarga tuan rumah—dengan menu makan yang sangat sederhana—justru menyambut dan mengajak kedua tamu asing makan bersama. Pengalaman itu membekas sangat dalam bagi Tharman, sebagai simbol keramahan dan kemurahan hati yang melampaui batas materi.

Dua kisah ini menegaskan satu pesan kunci: kekuatan bangsa Indonesia terletak pada modal sosial, etos kemanusiaan, dan solidaritas budaya, bukan semata pada kemajuan material atau kecanggihan institusi.

Namun nilai luhur ini terancam hilang ketika elite intelektual tercerabut dari realitas sosialnya. Kampus yang berubah menjadi ruang steril dan jauh dari denyut kehidupan rakyat cenderung melahirkan kebijakan dingin dan teknokratis. Di sinilah pentingnya engaged scholarship: keilmuan yang tidak hanya berbicara tentang masyarakat, tetapi hidup bersama masyarakat.

Korupsi Struktural dan Tanggung Jawab Akademik

Paparan Presiden tentang fenomena underinvoicing, capital outflow, dan birokrasi yang menjadi “negara di dalam negara” merupakan diagnosis keras terhadap patologi struktural negara. Ini bukan semata persoalan hukum, tetapi persoalan desain sistem, budaya birokrasi, dan pembiaran intelektual.

Ketika data disembunyikan, transparansi mati; ketika pejabat teknis kebal dari akuntabilitas politik, negara lumpuh. Di sinilah peran perguruan tinggi seharusnya hadir: sebagai kekuatan korektif, penyedia analisis kebijakan berbasis data, dan penjaga rasionalitas publik.

Guru Besar Sebagai Penjaga Akal Sehat Bangsa

Pernyataan Presiden tentang jenderal yang korup sebagai “kriminal” merupakan penegasan etika tanpa kompromi. Sikap ini menuntut resonansi dari dunia akademik. Guru besar tidak boleh netral terhadap ketidakadilan struktural. Netralitas dalam situasi timpang sering kali merupakan bentuk keberpihakan terselubung terhadap status quo.

Perguruan tinggi harus berani melahirkan intelektual publik, bukan hanya akademisi administratif. Ilmu harus menjadi cahaya yang mengganggu ketidakadilan, bukan nyaman sebagai alat legitimasi bagi kekuasaan tanpa kontrol.

Penutup: Dari Menara Gading ke Medan Pengabdian

Taklimat Presiden Prabowo sejatinya merupakan seruan untuk rekonstruksi peran elite intelektual. Bangsa ini tidak kekurangan orang pintar, tetapi kekurangan keberanian moral, kepedulian sosial, dan komitmen kebangsaan.

Guru besar dan pimpinan perguruan tinggi dipanggil untuk turun dari menara gading—bukan meninggalkan akademik, tetapi menghidupkannya di tengah persoalan nyata bangsa. Karena pada akhirnya, ilmu yang tidak membela kehidupan hanyalah kecerdasan yang sia-sia, dan elite yang tercerahkan yaitu mereka yang menjadikan pengetahuan sebagai jalan pengabdian. []

Jakarta, 15 Januari 2026

Tags: Elite IntelektualGuru BesarPresiden Prabowo Subianto
Share8Tweet5Send
Previous Post

Menuju Surga dengan Birrul Wālidayn

Next Post

One Day One Juz Salurkan Bantuan Tahap Satu ke Ribuan Korban Bencana Sumatera

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

6 June 2026
Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

4 June 2026
Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

30 August 2021
Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

31 May 2026
Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

4 June 2026
Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

0
Ikhlas: Rahasia Ketangguhan Gontor

Ikhlas: Rahasia Ketangguhan Gontor

0
BAZNAS Salurkan Hewan Kurban dari Sedekah Konsumen Alfamidi di Yogyakarta

BAZNAS Salurkan Hewan Kurban dari Sedekah Konsumen Alfamidi di Yogyakarta

0
BAZNAS RI Lanjutkan Penanganan Kebakaran di Kemayoran, Pasang Instalasi Listrik dan Salurkan Bantuan Makanan

BAZNAS RI Lanjutkan Penanganan Kebakaran di Kemayoran, Pasang Instalasi Listrik dan Salurkan Bantuan Makanan

0
Mahasiswi Penerima Beasiswa BAZNAS Raih Juara 1 Panahan Nasional

Mahasiswi Penerima Beasiswa BAZNAS Raih Juara 1 Panahan Nasional

0
BAZNAS RI Lanjutkan Penanganan Kebakaran di Kemayoran, Pasang Instalasi Listrik dan Salurkan Bantuan Makanan

BAZNAS RI Lanjutkan Penanganan Kebakaran di Kemayoran, Pasang Instalasi Listrik dan Salurkan Bantuan Makanan

6 June 2026
BAZNAS Salurkan Hewan Kurban dari Sedekah Konsumen Alfamidi di Yogyakarta

BAZNAS Salurkan Hewan Kurban dari Sedekah Konsumen Alfamidi di Yogyakarta

6 June 2026
Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

6 June 2026
Mahasiswi Penerima Beasiswa BAZNAS Raih Juara 1 Panahan Nasional

Mahasiswi Penerima Beasiswa BAZNAS Raih Juara 1 Panahan Nasional

5 June 2026
Ikhlas: Rahasia Ketangguhan Gontor

Ikhlas: Rahasia Ketangguhan Gontor

5 June 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan
  • Membaca Al-Qur
  • Kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan
  • Nasehat dalam memimpin suatu lembaga:
(Yang sulit dan menjadi tantangan dalam memimpin lembaga itu adalah:)
1. Noto Atine Dewe
2. Noto Atine Wong Liyo
3. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo
4. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo Sing Tukaran.KH Hasan Abdullah Sahal#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
  • Beriman itu tandanya jujur. Beriman itu tandanya bersaudara. Iman seseorang bisa diukur dari perilakunyaProf. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
  • KAJIAN PARENTING EKSKLUSIF & VIRTUAL TOUR ARABIC GLOBAL SCHOOL JAKARTA.Menyiapkan Generasi Cerdas: Menyeimbangkan Adab Islami & Kompetensi Global di Era DigitalBersama Narasumber dari Arabic Global School (AGS):
1.​Dedek Febrian (Pembimbing Akademik AGS)
2.​Ramdhanil (Kepala Sekolah Kindergarten AGS)
3.​Adi Suroto (Kepala Sekolah Primary AGS)Moderator :
Devi Lusianawati
Reporter Majalah Gontor dan Gontornews.com🗓 Rabu, 22 April 2026
⏰ 13.00 – 15.30 WIB​👇 KLIK LINK DI BAWAH INI UNTUK MENDAFTAR:
👉 https://bit.ly/pendaftaran-kajian-online#bedahbuku #parentingislami #muslimmilenial #gontornews #majalahgontor #gontor #kajianonline #kajianislam #psikologianak #polaasuh #bukuislami #livezoom #webinarislami #pendidikananak #belajarparenting #polaasuhanak #generasimilenial #islammodern #kajianjakarta
  • Mestinya orang Islam itu hanya dengan menjalankan shalat, jiwanya itu bersih. Shalat itu harus ada hubungannya dengan perilaku.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result