pesanan-majalah-edisi-khusus
29 °c
Pecenongan
Thu
Fri
Wednesday, 19 August, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

Oleh Dr KH Ikhwan Hadiyyin, Khadimul Ma'had Darel Azhar Rangkasbitung, Banten

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
7 June 2026
in Kolom
0
Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

Muqaddimah

Lembaga pendidikan dan pesantren yang maju tidak hanya ditentukan oleh megahnya bangunan, luasnya lahan, atau banyaknya santri dan siswa. Kemajuan sejati lahir dari kualitas kepemimpinan, sumber daya manusia, sistem yang baik, budaya organisasi yang sehat, serta dukungan orang tua, masyarakat, alumni dan wakaf produktif.

Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS Ar-Ra’d: 11)

Ayat ini mengajarkan bahwa perubahan dan kemajuan harus diawali dengan kesadaran untuk memperbaiki diri, memperbaiki sistem, dan memperbaiki budaya kerja.

BACA JUGA

Sistem Perguruan Tinggi Pesantren

Lima Agenda Konkret Bogor Kota Pelajar 2034

Jika Tujuh Kata Piagam Jakarta Tidak Dihapus: Tinjauan Filosofis, Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis terhadap Moralitas Bangsa dan Tata Kelola Negara

Menjadikan Bogor sebagai Kota Pelajar

Wilayah Bogor Barat Butuh Keragaman Sarjana

Berikut sembilan faktor yang sering menjadi penyebab lembaga pendidikan dan pesantren kurang berkembang atau jalan di tempat.

  1. Kepemimpinan yang Tidak Visioner

Pimpinan lembaga yang tidak memiliki visi, cita-cita besar, dan arah yang jelas akan membuat lembaga berjalan di tempat. Pemimpin yang hanya mempertahankan keadaan yang dianggap “aman dan nyaman” tanpa inovasi akan sulit membawa lembaganya menuju kemajuan.

Rasulullah SAW bersabda: “Setiap kalian pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.” (HR Bukhari dan Muslim)

Karena itu, pemimpin pesantren dan lembaga pendidikan harus memiliki pandangan jauh ke depan, keberanian mengambil keputusan, serta kemampuan menggerakkan seluruh potensi lembaga. Pemimpin suatu kaum adalah yang mengelola kehidupan bangsa itu secara totalitas.

  1. Guru dan Asatidz yang Berhenti Belajar

Guru dan asatidz merupakan ruh pendidikan. Ketika mereka merasa cukup dengan ilmu yang dimiliki, enggan meningkatkan kompetensi, dan tidak mengikuti perkembangan zaman, maka kualitas pendidikan akan stagnan.

Padahal saat ini perkembangan teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI), justru memudahkan proses belajar dan pengembangan diri.

Allah SWT berfirman: “Katakanlah: Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” (QS Az-Zumar: 9)

Guru yang terus belajar akan melahirkan murid yang terus berkembang. Maka dari itu para guru harus dipacu untuk terus belajar.  Guru yang tidak mau belajar – maka berhentilah mengajar.

  1. Budaya Kerja yang Tidak Sehat

Saling menyalahkan, iri hati, konflik internal, serta lemahnya kerja sama akan menguras dan menggerus energi lembaga. Sebaliknya, budaya ukhuwah Islamiyah, kolaborasi, dan saling menghargai akan melahirkan kekuatan besar untuk kemajuan bersama.

Allah SWT berfirman: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa.” (QS Al-Maidah: 2)

Seluruh stakeholder pendidikan harus kompak, bersatu padu, dan mengedepankan kepentingan lembaga di atas kepentingan pribadi maupun kelompok dan keluarga.

  1. Kurangnya Keterlibatan Wali Santri dan Masyarakat

Pesantren dan lembaga pendidikan tidak dapat berjalan sendiri. Dukungan orang tua, wali santri, alumni, dan masyarakat merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan dan keberlanjutan lembaga.

Wali santri hendaknya aktif mendukung proses pendidikan dan pembinaan karakter anak-anak mereka, namun tidak sampai melakukan intervensi yang mengganggu sistem pendidikan yang telah dirancang oleh lembaga.

Pendidikan yang berhasil yaitu hasil sinergi antara rumah, sekolah, pesantren, dan masyarakat.

  1. Terlalu Fokus pada Aspek Akademik

Keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari nilai ujian dan angka kelulusan. Pendidikan karakter, akhlak, kepemimpinan, kemandirian, disiplin, dan keterampilan hidup juga harus menjadi perhatian utama.

Tujuan pendidikan Islam bukan hanya mencetak manusia cerdas, tetapi juga mencetak manusia yang beriman, berakhlak mulia, bertakwa dan bermanfaat bagi masyarakat.

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR Ahmad)

  1. Tidak Adaptif terhadap Perubahan

Dunia terus berubah. Teknologi berkembang pesat, tantangan pendidikan semakin kompleks, dan kebutuhan masyarakat terus bergeser. Lembaga yang menolak perubahan akan tertinggal dari lembaga lain yang lebih inovatif.

Kaidah pesantren yang terkenal menyatakan: “Al-Muhafazhatu ‘ala al-qadimis shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah (Memelihara nilai-nilai lama yang baik dan mengambil nilai-nilai baru yang lebih baik).”

Inilah prinsip yang harus dipegang dalam pengembangan lembaga pendidikan dan pesantren.

Bahkan Pondok Modern Gontor mengaplikasikan “Al-Muhafazhah alal qiyam wat taghyir ilal kamal.” Menjaga nialai-nilai yang positif menuju perubahan yang sempurna.

  1. Kurangnya Analisis SWOT, Evaluasi dan Muhasabah

Lembaga yang tidak pernah melakukan evaluasi akan sulit mengetahui kelemahan dan kekurangannya. Muhasabah, evaluasi berkala, dan keterbukaan terhadap kritik merupakan kunci perbaikan berkelanjutan.

Evaluasi internal mingguan, rapat koordinasi, dan liqa syahriy bersama keluarga sangat penting untuk terus dilakukan agar seluruh program dapat berjalan sesuai tujuan.

Sayyidina Umar bin Khattab RA berpesan: “Hisablah dirimu sebelum kamu dihisab.”

Budaya evaluasi merupakan salah satu ciri organisasi yang sehat.

  1. Alumni yang Kurang Berkualitas dan Kurang Peduli terhadap Almamater

Alumni merupakan cermin keberhasilan sebuah lembaga. Jika alumninya berkualitas, berakhlak mulia, sukses di masyarakat, dan memiliki loyalitas kepada almamater, maka nama baik lembaga akan semakin harum.

Sebaliknya, alumni yang kurang berkualitas serta tidak memiliki kepedulian terhadap almamater akan menghambat perkembangan lembaga dalam jangka panjang.

Karena itu, proses kaderisasi harus menjadi perhatian utama. Sebab sejatinya kualitas sebuah lembaga akan terlihat dari kualitas para alumninya.

  1. Khizanatullah yang Kurang dan Belum Berkembangnya Wakaf Produktif

Banyak lembaga pendidikan dan pesantren memiliki visi besar, namun terhambat oleh keterbatasan pendanaan. Padahal Rasulullah SAW telah mengajarkan pentingnya amal jariyah yang berkelanjutan.

Beliau bersabda: “Apabila anak Adam meninggal dunia maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakannya.” (HR Muslim)

Oleh karena itu, lembaga perlu membangun kemandirian ekonomi melalui wakaf produktif, unit-unit usaha, kemitraan strategis, jaringan alumni, dan partisipasi masyarakat agar tidak bergantung pada satu sumber pendanaan saja.

Pesantren yang kuat secara ekonomi akan lebih leluasa menjalankan misi pendidikan dan dakwahnya.

Ihtitam

Kemajuan lembaga pendidikan dan pesantren sesungguhnya merupakan hasil sinergi antara pemimpin yang visioner, guru yang terus belajar, santri yang berprestasi, alumni yang berkualitas, sistem yang kuat, serta dukungan masyarakat yang luas.

Kemajuan tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang, kesabaran, pengurbanan, kaderisasi, dan konsistensi dalam menjaga nilai-nilai perjuangan.

Sebagaimana firman Allah SWT: “Dan katakanlah: Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu pula Rasul-Nya dan orang-orang Mukmin.” (QS At-Taubah: 105)

Bangunan yang megah dapat dibangun dalam hitungan tahun, tetapi lembaga pendidikan dan pesantren yang besar hanya dapat dibangun oleh visi yang besar, kader yang berkualitas, budaya yang kuat, sistem yang sehat, serta perjuangan yang panjang dan berkesinambungan.

Wallahu a’lam bish-shawab. []

Bilik Darel Azhar: 4 Juni 2026

Tags: KH Ikhwan HadiyyinPondok Modern Darussalam GontorPondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung
Share50Tweet31Send
Previous Post

Kriteria Alumni Gontor

Next Post

Islamic Talent Show 2026 IDAQU Kumpulkan Para Juara Pecinta Al-Qur’an

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Jumat yang Mengetuk Pintu Persaudaraan

Jumat yang Mengetuk Pintu Persaudaraan

16 August 2026
Ujian Tulis Awal Tahun Resmi Dimulai di Pondok Modern Al-Imtinan Putri Riau

Ujian Tulis Awal Tahun Resmi Dimulai di Pondok Modern Al-Imtinan Putri Riau

15 August 2026
Jika Tujuh Kata Piagam Jakarta Tidak Dihapus: Tinjauan Filosofis, Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis terhadap Moralitas Bangsa dan Tata Kelola Negara

Jika Tujuh Kata Piagam Jakarta Tidak Dihapus: Tinjauan Filosofis, Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis terhadap Moralitas Bangsa dan Tata Kelola Negara

16 August 2026
Pendekatan Astronomis Penentuan Awal Ramadhan

Pendekatan Astronomis Penentuan Awal Ramadhan

15 January 2026
Euforia Apel Tahunan Darel Azhar Rangkasbitung Sukses Tarik Antusiasme Ribuan Peserta

Euforia Apel Tahunan Darel Azhar Rangkasbitung Sukses Tarik Antusiasme Ribuan Peserta

15 August 2026
Ketua MPR RI Dukung Penyelenggaraan GIHES 2026

Ketua MPR RI Dukung Penyelenggaraan GIHES 2026

0
Indonesia Siap Ladeni ‘Perang Dagang’ Amerika Serikat

JK: GIHES 2026 Bisa Jadi Roadmap Pendidikan Nasional

0
Sistem Perguruan Tinggi Pesantren

Sistem Perguruan Tinggi Pesantren

0
GIHES 2026 Dorong Inisiatif Pendidikan Islam Holistik Lintas Negara

GIHES 2026 Dorong Inisiatif Pendidikan Islam Holistik Lintas Negara

0
Bersyukur dan Cobaan (Bagian Ketiga)

Bersyukur dan Cobaan (Bagian Ketiga)

0
Ketua MPR RI Dukung Penyelenggaraan GIHES 2026

Ketua MPR RI Dukung Penyelenggaraan GIHES 2026

18 August 2026
Indonesia Siap Ladeni ‘Perang Dagang’ Amerika Serikat

JK: GIHES 2026 Bisa Jadi Roadmap Pendidikan Nasional

17 August 2026
GIHES 2026 Dorong Inisiatif Pendidikan Islam Holistik Lintas Negara

GIHES 2026 Dorong Inisiatif Pendidikan Islam Holistik Lintas Negara

17 August 2026
Sistem Perguruan Tinggi Pesantren

Sistem Perguruan Tinggi Pesantren

17 August 2026
Bersyukur dan Cobaan (Bagian Ketiga)

Bersyukur dan Cobaan (Bagian Ketiga)

17 August 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Repost from @hilabiyus Keluarga Besar Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Arab Saudi, mengucapkan:Selamat dan Sukses atas Peringatan Satu Abad (100 Tahun) Pondok Modern Darussalam Gontor (1926–2026).Apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan kontribusi tanpa henti Gontor dalam mencetak generasi emas Islam yang berakhlak mulia, berwawasan global, dan bergerak sebagai perekat umat. Semoga momentum satu abad ini semakin mengokohkan peran Gontor dalam syiar pendidikan Islam yang moderat, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di kancah internasional, termasuk melahirkan alumni-alumni unggul yang berkiprah di wilayah Arab Saudi dan Timur Tengah."Gontor Membawa Nilai Islam, Menginspirasi Dunia."#gontor #gontor.putra #majalahgontor #gontornews
  • Lebih baik kamu menangis karena berpisah sementara dengan anakmu, karena menuntut ilmu agama dari pada kamu nanti "yen wes tuwo nangis karena anak-anak mu lalai urusan akhirat.. kakean mikir ndunyo, rebutan bondo, pamer rupo..lali surgo."Kiai Hasan Abdullah Sahal
Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor
  • Edisi September yang akan datang.
Liputan Khusus :
1. Peta sebaran Pondok Alumni Gontor di Indonesia
2. Prospek dan Tantangan Pondok Alumni-Muadalah
3. KH Hasan Abdullah Sahal: Gontor Sebagai Inspirator Pondok Modern Yang Bersatu
4. Kipran Pondok Pesantren Alumni Gontor di Mancanegarapesan sekarang!
  • KOLEKSI EDISI KHUSUS 100 TAHUN GONTORTiga edisi istimewa telah hadir!
📖 Juli 2026 – Seabad Mendidik Bangsa
📖 Agustus 2026 – UNIDA Gontor Mendunia
📖 September 2026 – Satu Abad, Seribu GontorJadikan ketiganya sebagai koleksi sejarah 100 Tahun Gontor di perpustakaan Anda🛒 Segera pesan sebelum kehabisan!
🔗 https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor #100tahungontor #gontor100tahun #gontornews
  • Silahkan daftar melalui link ini : https://tinyurl.com/iklan-magonatau link bisa lihat di profile
  • Batas Akhir 7 Agustus 2026
Link Pendaftaran ada di profile"Kesempatan boleh datang berkali-kali, tetapi momen 100 Tahun Gontor hanya terjadi sekali. Jangan hanya menjadi saksi sejarah. Jadilah bagian dari sejarah."
  • Sistim pendafaran otomatis akan tertutup pada tanggal 7 Agustus 2026.
  • Edisi Khusus Majalah Gontor dalam rangka 100 Tahun Gontor. Bulan Juli, Agustus dan September.
Link Pemesanan : Lihat di profile#majalahgontor #gontornews #edisikhsusumajalahgontor #100tahungontor #gontor #gontorputri
  • KHUSUS ALUMNI GONTOR 📣Perkenalkan usaha Anda.
Majalah Gontor Edisi Khusus September 2026 – Spesial 100 Tahun Gontor.✔️ Perkenalkan usaha Anda kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia.
✔️ Kontribusi Rp1.500.000.
✔️ Pendaftaran hingga 7 Agustus 2026 atau kuota terpenuhi.📝 https://tinyurl.com/iklan-magon📞 0877-8707-2412 | 0813-1510-6479

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result